
Mohon maaf atas keterlambatan UP ya readers, soalnya author lagi kurang sehat dan butuh istirahat lebih..
Pagi hari seperti biasa Alioth dan Avior ditaruh dibawah sinar matahari, mereka berjemur seperti bayi lainnya. Luna ikut berjemur dengan kedua bayinya ditepi kolam renang.
"Lucu sekali, Alioth dan Avior terlihat sangat keren menggunakan penutup mata beruang" ucap Rara yang baru saja bergabung dengan Luna dan si kembar.
"Itu tutup mata baru pemberian Yasmin kemarin. Aku juga sangat menyukainya" kata Luna dengan mata terpejam.
Rara berbaring disebelah Luna.
"Anne akan menikah sebentar lagi, tanggal pernikahannya sudah ditentukan 3 bulan dari sekarang. Aku sangat iri" ucap Rara memulai obrolan.
"James sudah cukup matang untuk menikah dan aku yakin dia bisa menuntun Anne menjadi wanita dewasa" Luna berkata dengan enteng.
"Apa menurut kakak Armando juga bisa menuntunku seperti tuan James?" tanya Rara dengan mata berbinar.
"Entahlah, aku tak bisa memprediksinya. Dia masih muda dan mungkin saja masih ada hal yang ingin ia capai sebelum menikah. Pria memiliki targetnya masing-masing sebelum memutuskan untuk menikah. Hem.. apa kau buru-buru ingin menikah dengan Armando?" Luna melirik usil ke arah Rara.
Rara terlihat gugup, sebenarnya Rara juga belum tahu apakah dia siap untuk menikah atau tidak. Karena bila ia melihat ibunya dulu, pernikahan menuntut banyak hal maka harus benar-benar siap saat memutuskan untuk menikah dengan seseorang.
"Sepertinya aku belum siap kak.." jawab Rara pelan, Luna tertawa kecil.
"Nikmatilah masa mudamu Rara, kau dan Armando bisa menjalani hubungan dengan baik dengan mematuhi norma. Karena bila Armando macam-macam, Rey pasti akan menyuruh Bobby untuk memenggalnya" Luna berkelakar.
"Apakah kak Rey akan bertindak sekejam itu kak?"
Luna terbahak mendengar pertanyaan Rara. Semua orang tahu Rey adalah pria yang baik.
"Apakah menurutmu Rey bisa melakukannya?' Luna balik bertanya.
Rara mengerutkan dahinya dan menggeleng.
"Yup kau benar, Rey tak akan melakukannya. Tapi aku mungkin saja melakukannya" kata Luna lagi disertai tawa renyahnya.
Rara tersenyum, ia tahu semua itu karena mereka menyayangi Rara.
♥️♥️♥️
Samuel sengaja mengajak Yasmin mengunjungi kedai milik Bobby dan Rey, ia ingin memamerkan kemesraannya dengan Yasmin didepan kedua sahabat itu.
__ADS_1
Dengan gaya tengilnya Samuel merangkul Yasmin sambil menyeringai ke arah Bobby dan Rey, mereka berdua hanya melihat ke arah Samuel sambil tersenyum.
"Kira-kira apa yang direncanakan aktor itu?" bisik Bobby kepada Rey.
Rey mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.
"Aku berharap kau tidak mulai mencari masalah dengannya" ucap Rey mengingatkan Bobby.
Bobby tertawa kecil.
"Jangan berpikir buruk tentangku Rey, aku tahu batasan saat berada disini"
Para pengunjung yang melihat Samuel langsung mengambil gambarnya, ada yang diam-diam namun ada juga yang terang-terangan meminta foto bersama Samuel.
"Maaf nona bisakah kau membantuku mengambil fotoku bersama Samuel?" ujar salah satu pengunjung seorang gadis muda kepada Yasmin.
Yasmin sedikit terkejut, namun dengan terpaksa dia tersenyum dan mengangguk.
"Apakah dia kesini untuk memamerkan kepopulerannya?" ujar Bobby yang memperhatikan dari depan meja bar.
"Entahlah, itu bukan urusan kita Bobby. Karenanya banyak pengunjung yang datang, ini adalah keberuntungan untuk kita" ujar Rey santai, ia membuat beberapa buah waffel.
"Yak kau benar Rey, ini waktunya kita sibuk. Tuan aktor, maaf aku tak punya waktu untuk menganggumu" kata Bobby, Rey hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bobby.
"Apa kau ingin makan sesuatu Yasmin?" tanya Rey dengan senyuman khasnya.
Yasmin masih menyukai senyuman itu.
"Aku ingin waffel dan secangkir coklat panas" jawab Yasmin sambil membalas senyuman Rey.
Samuel mulai menyadari sang istri tak ada didekatnya karena ia terlalu sibuk mengurus penggemarnya. Samuel mencari keberadaan Yasmin, ia meminta kepada pelayan di kedai untuk menutup pintu agar tidak ada lagi yang masuk.
Setelah situasi cukup kondusif, mata Samuel dapat menangkap Yasmin yang sedang berbicara hangat dengan Rey. Keduanya terlihat saling melempar senyum.
"Wah wah wah...." seru Samuel membuat semua orang menatap padanya.
Yasmin menoleh ke Samuel, begitupun dengan Rey.
"Apa yang kau lakukan dengan koki itu istriku, Yasmin?" tanya Samuel dengan nada mengejek.
__ADS_1
Yasmin mendengus kesal melihat sikap Samuel yang seolah ingin menantang dirinya dan Rey.
"Jangan membuat keributan tuan, atau... kau akan menyesal.. " Bobby sengaja lewat dibelakang Samuel dan membisikkan kata-kata yang membuat wajah Samuel pucat.
Samuel berjalan cepat ke arah Yasmin, semua orang menunggu kelanjutan dari kata-kata Samuel.
"Ooh.. ternyata kau ingin belajar membuat waffel untukku dirumah.. bukan begitu sayang?" Samuel merubah wajahnya dengan senyuman yang sangat dipaksakan.
Yasmin melirik Samuel dengan heran, namun ia bisa menangkap Bobby mendekati Samuel tadi dengan maksud tertentu.
"Ya tentu saja.." Yasmin memegang lengan Samuel dan membalas senyuman suaminya.
Semua orang disana menjadi ikut terhanyut dalam kemesraan Samuel dan Yasmin lalu mereka mengambil gambar Yasmin dan Samuel.
"Semuanya.. ini istri tercintaku.. Yasmin.. Aku sangat mencintainya.." ucap Samuel dengan bangga, ia melirik sinis kepada Rey yang tersenyum mendengar pengakuan Samuel.
Semua orang bertepuk tangan, Bobby berdiri disebelah Rey sambil tertawa.
"Kalau saja tadi aktor itu mencari keributan disini maka aku tak segan-segan memutarkan video yang memalukan didepan semua penggemarnya" ujar Bobby, Rey menyiku pelan perut Bobby.
"Jangan lakukan itu, sebaiknya kau hancurkan video itu" kata Rey.
"Maaf Rey, aku tak bisa melakukannya" Bobby terkekeh.
"Aku yakin suatu saat kau akan menjahilinya lagi" Rey menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.
"Itu adalah tuduhan yang sangat benar. Hahaha kau sangat mengenalku"
"Heii.. heii.. apa yang kalian lakukan? Buatkan aku kopi.." perintah Samuel dengan sombongnya kepada Bobby dan Rey.
"Kopi apa yang kau inginkan tuan?" Bobby menjawab perintah Samuel dengan senyuman manisnya.
Seperti biasa Samuel bergidik melihatnya, ia membetulkan pakaiannya untuk menutupi rasa takutnya.
"Berikan aku kopi terbaik disini, karena istriku mengenal kalian maka aku akan memposting kedai ini cuma-cuma" kata Samuel seolah ingin membantu mempromosikan kedai Rey dan Bobby.
"Terima kasih banyak tuan, aku sangat rendah hati dan dermawan" ucap Bobby, ia mendekatkan dirinya pada Samuel.
Dengan sigap Samuel menarik Yasmin dan membawanya ketempat duduk asal mereka. Yasmin melirik ke arah Samuel dengan malas.
__ADS_1
"Jangan mulai menantang Bobby bila kau tidak siap menerima resikonya Sam" bisik Yasmin yang sudah bisa membaca raut wajah Samuel.
"Aku tidak takut Yasmin, namun terlalu sombong jika aku mengajaknya berkelahi didepan semua penggemarku"