Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Baby Blues


__ADS_3

Keesokan paginya, Yasmin datang. Ia sengaja datang sendiri tanpa Samuel setelah mengetahui kondisi Luna. Saat masuk ia langsung memeluk Luna yang sedang melihat ke arah dua bayinya sambil menangis.


"Kau baik-baik saja?" tanya Yasmin dengan wajah iba.


Luna menggeleng.


"Aku ibu yang buruk, untuk memberi ASI pada putraku saja aku tidak bisa huhuhu..." Luna terisak.


Yasmin menghela nafas panjang melihat Luna yang tak henti menangis. Yasmin mencuci tangannya dan kembali kepada Luna.


"Aku akan membantumu, jangan khawatir" ucap Yasmin.


Ia membantu Luna membuka bajunya, seorang perawat datang membawa air hangat yang diminta oleh Yasmin beserta handuk kecil. Yasmin mengeluarkan alat pumping yang ia beli untuk Luna, alat itu sudah ia cuci bersih agar dapat langsung digunakan.


Dengan dibantu oleh perawat, Yasmin membantu Luna mengompres dadanya. Luna memperhatikan cara Yasmin memperlakukannya dengan lembut dan telaten. Perawat membantu Luna dengan alat pumping, tak lama keluarlah ASI Luna sedikit demi sedikit.


"Tolong bawakan salah satu bayinya" ujar Yasmin pada perawat yang ada didepannya.


Perawat itu mengangguk paham, lalu ia membawa Avior kedekapan Luna dan membantu Luna menyusui salah satu putranya. Avior minum susu dengan lahapnya. Luna menangis haru.


"Bantu aku mengompres satunya" ujar Yasmin.


Perawat itu sangat tahu apa yang harus dilakukan membuat Yasmin mudah membantu Luna mengeluarkan ASInya. Dengan sigap perawat mengambil Alioth dan Luna langsung bisa menyusui kedua bayinya.


"Ya Tuhan Yasmin, ini sangat indah" ucap Luna, ia menangis haru sambil memegang kedua putranya dengan bahagia.


"Aku ke sini sengaja untuk mempermudah tugas perawat dan Bianca, pasti mereka kesulitan menghadapi tempramen mu saat ini" ucap Yasmin, ia mengelus kepala kedua keponakan tampannya.


Avior sudah tertidur namun setelah itu ia menangis. Luna mencoba untuk menyusuinya lagi namun Avior menolak.


"Kenapa anakku tak mau menyusu padaku Yasmin?" Luna kembali menangis sedih.


"Tenanglah Luna, aku akan memeriksanya"


Luna terlihat sangat khawatir karena Avior menangis dengan kencang.


"Tidak apa-apa Luna, Avior hanya p*p saja"


Yasmin meminta perawat untuk membereskan kotoran Avior, Luna hanya bisa melihat saja karena kondisinya masih belum memungkinkan namun ia memperhatikan perawat membersihkan bayinya.

__ADS_1


"Kau harus bisa tenang Luna, kekhawatiranmu yang berlebihan akan membuatmu tambah bersedih" Yasmin memegang jemari sahabatnya.


Tak lama, Rey datang bersama mami dan Rara.


"Luna..." panggil mami sambil berlari menghampiri putrinya yang baru melahirkan.


"Ya Tuhan cucuku" ucap mami senang.


"Dua bayi laki-laki yang tampan dan lucu kak" ucap Rara dengan haru.


Rey tersenyum dan mengangguk.


"Emm... selama kak Bobby punya bayi aku belum melihatnya. Apakah aku boleh melihatnya hari ini?" tanya Rara antusias.


"Ya tentu saja, kau juga bisa menjenguk istri Bobby. Hanya 1 lantai dari ruangan ini" kata Rey.


"Boleh aku ke sana sendiri?" tanya Rara ragu.


Rey mengangguk, ia tak ingin adiknya merasa dikekang. Rara tersenyum senang, setelah izin juga kepada mami Rara keluar dari ruangan Luna.


"Aku tinggal bertanya dimana kamar kak Erika dan menjenguknya" ucap Rara pada dirinya sendiri.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Rara malu-malu.


"Saya baik-baik saja nona, dan nona?" Armando balik bertanya, ia menatap lurus ke Rara membuat gadis itu salah tingkah.


"A.. aku kurang baik.. emm maksudku, aku juga baik-baik saja" kata Rara, ia sebenarnya ingin mengatakan dirinya tak baik karena Armando sudah tak menjadi pengawalnya lagi.


"Syukurlah" ucap Armando tersenyum tipis, Rara suka melihat senyuman mahal itu.


"Kau akan ke ruangan kak Luna?" tanya Rara, Armando menggeleng.


"Saya ingin ke ruangan istri Bobby, Bobby ingin saya menemuinya" ucap Armando.


Rara memalingkan wajahnya sebentar dan tersenyum senang lalu kembali menoleh ke Armando.


"Kalau begitu kebetulan, aku juga ingin menjenguk kak Erika" ucap Rara memasang wajah senyum sewajarnya.


Kali ini giliran Armando tersenyum tipis nyaris tak terlihat oleh Rara, ia tetap menyembunyikan rasa senangnya.

__ADS_1


"Bagaimana bila kita ke sana bersama? Aku belum tahu ruangan kak Erika" ucap Rara sedikit memohon.


Armando mengangguk setuju dan berjalan mendahului Rara, Rara berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Armando. Sesekali ia melirik ke Armando yang memiliki wajah tampan.


♥️♥️♥️


Mami senang sekali, ia langsung mencuci tangannya dan menggendong Avior. Alioth sudah tertidur dan tenang ditempat tidurnya.


"Ya Tuhan ini seperti mimpi, cucuku sangat tampan. Semoga saja keduanya memiliki sifat seperti papanya" ucap mami tanpa rasa bersalah sambil melirik ke arah Luna.


Luna masih tak memiliki mood bertengkar dengan mami, untuk mengendalikan dirinya agar tak menangis saja Luna sangat sulit.


"Aku ingin mereka memiliki ketegasan seperti mamanya" ujar Rey yang sedang merangkul Luna untuk memberinya kekuatan.


Luna tak henti menggenggam jemari suaminya.


"Rey.. bisa aku minta tolong padamu?" ujar Yasmin yang dari tadi sibuk membantu Luna.


"Apa itu?" tanya Rey heran.


"Belikan beberapa barang untuk Luna dan bayi-bayinya. Ini catatannya" Yasmin memberikan secarik kertas pada Rey.


Rey mengangguk, ia ingin bisa membantu kesulitan Luna walaupun hanya sedikit. Rey langsung keluar dari ruangan namun ia bertemu Jiraiya.


"Apa ada yang bisa saya lakukan untuk tuan?" tanya Jiraiya.


"Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri. Aku harus tahu apa saja kebutuhan bayi dan istriku" ucap Rey sambil tersenyum lalu ia segera berjalan meninggalkan Jiraiya yang masih memperhatikannya.


Rey sampai disebuah mini market yang terletak tak jauh dari rumah sakit. Ia melihat catatan yang diberikan Yasmin. Mata Rey terbelalak ada tulisan 'pem****t panjang 40cm', ia kurang paham dengan tulisan itu.


"Maaf, apakah saya bisa mendapat bantuan dengan tulisan ini?" tanya Rey kepada salah satu pramuniaga wanita di minimarket itu.


Dengan sigap pramuniaga itu memberitahukan letak barang yang Rey tanya. Pramuniaga itu juga menjelaskan beberapa merk yang memiliki panjang seperti yang tertulis di catatan. Rey mengedipkan matanya berkali-kali melihat barang yang ada didepan matanya.


"Yang mana yang terbaik?" tanya Rey polos.


Pramuniaga itu menjelaskan kembali, Rey mengangguk-angguk. Akhirnya ia membeli semua merk agar Luna bisa memilihnya sendiri nanti. Rey juga membeli diapers, susu menyusui dan beberapa barang lainnya.


"Terima kasih" ucap Rey.

__ADS_1


Tak disangka ternyata barang belanjaannya sebanyak 3 kantong besar, Rey keluar dari mini market ada Jiraiya yang menunggunya diluar dan membantunya untuk membawa barang belanjaannya.


__ADS_2