
Malam itu Rey dan Luna akan melaksanakan resepsi pernikahan. Rey merasa gugup karena teman-temannya di restauran akan tahu bahwa selama ini dia adalah suami dari bosnya.
"Jangan khawatir hubby, semuanya akan baik-baik saja" Luna menenangkan Rey, ia mencium kedua mata suaminya lembut.
"Apakah aku terlihat begitu gugup?" tanya Rey memastikan, Luna mengangguk lalu tertawa.
Bibi Mau masuk ke dalam ruangan Luna dan Rey menyiapkan diri.
"Kau terlihat sangat tampan, ya Tuhan.." Bibi May meneteskan air mata, Rey memeluknya.
"Terima kasih selama ini kau selalu menjagaku bi" kata Rey sambil mengusap punggung Bibinya, Bibi May melepaskan pelukkan Rey dan mengusap air matanya.
"Itu sudah tugasku, dan saat ini Bibi bahagia bisa melihatmu menikah" ucap Bibi May sambil merapihkan kerah baju Rey, air matanya kembali mengalir karena haru.
Lody dan Syafa ikut masuk ke dalam, Syafa begitu cantik dengan balutan gaun berwarna putih dengan lengan pendek dan bagian bawah selutut. Lody pun tampan dengan setelan jas, Luna gemas melihat mereka berdua. Keduanya membawa keranjang kecil berisi bunga.
"Kemarilah, kita berfoto" panggil Luna, ia memegang Lody dan Syafa lalu melakukan selfie.
"Sya terlihat cantik seperti kakak princess" kata Syafa dengan wajah bersinar.
"Wah wah wah ramai sekali disini. Siapa putri cantik dan pangeran tampan ini?" Yasmin masuk ke ruangan dan melihat Syafa juga Lody.
Mata Syafa kembali berbinar melihat Yasmin.
"Apakah Kak Princess berteman dengan pricess lainnya?" ujar Syafa sambil terus menatap Yasmin, Yasmin berjongkok didepan Syafa dan mencolek hidungnya.
"Siapa namamu princess kecil?" tanya Yasmin.
"Namaku Syafa, dan itu kakakku Lody" jawab Syafa dengan suara imutnya.
Seperti biasa Lody bersembunyi dibalik tubuh ibunya.
"Mereka adalah sepupuku, dan ini Bibiku" ujar Rey memperkenalkan anggota keluarganya.
"Perkenalkan aku Yasmin, sahabat Luna" Yasmin mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Bibi May.
Bibi May tersenyum kepada Yasmin, Lody masih bersembunyi dibalik kaki ibunya.
__ADS_1
"Kenapa pangeran tampan tidak mau berjabat tangan denganku?" ucap Yasmin dengan wajah kecewa, Bibi May menarik tangan Lody lembut dan memintanya berjabat tangan dengan Yasmin.
"Wah kau sama tampannya dengan Rey, aku akan menunggumu sampai besar" goda Yasmin membuat wajah Lody memerah.
Seorang panitia WO datang menghampiri Rey dan Luna, ia mengatakan acara akan segera dimulai. Semua orang keluar dari ruangan itu, tinggalah Rey dan Luna berdua.
"Hari ini akan menjadi sejarah baru untuk kita hubby" ucap Luna, ia berdiri perlahan dan menyentuh punggung Rey dengan lembut lalu ia menempelkan wajahnya di punggung suaminya itu.
Rey melirik ke arah Luna yang menyender di punggungny dengan tatapan hangat.
"Semua akan menjadi saksi kau milikku nona muda ku"
Rey membalikkan tubuhnya dan memeluk mesra Luna, lalu ia mencium kening istrinya dengan lembut. Luna tersenyum, Rey membantu Luna berjalan perlahan-lahan menuju ballroom.
Banyak wajah terkejut melihat Rey dan Luna bersanding siang itu, Anne melihat dengan takjub Rey dan Luna.
"Aku tak menyangka jika suami kak Luna adalah Kak Rey" katanya, Erika yang berada disebelahnya tertawa kecil melihat ekspresi Anne.
"Apa benar kak Luna itu galak sepertimu kak Erika?" tanya Anne polos membuat Bobby yang berjaga didekat mereka mengangguk cepat, Erika melirik sinis kepada Bobby.
"Aku tidak galak, aku hanya tegas" jawab Erika dengan cueknya, Anne hanya mengangguk-angguk.
Terlihat Samuel hadir dengan mata sembab, sepertinya dia menangis semalaman.
"Itu kakakmu seperti habis menangis" ucap Erika sambil melihat ke arah Samuel.
"Kau benar kak, semalam pulang syuting kak Sam berdiam diri dikamar. Mami yang memaksanya datang ke sini, dia harus hadir untuk menjaga popularitasnya. Dia akan menjadi selebriti yang mendapat sanjungan karena hadir di pernikahan mantan kekasihnya dengan senyuman" jawab Anne membuat Erika tertawa lepas.
"Dia melakukan apapun demi popularitasnya" Erika terkekeh, disambut anggukan dari Anne yakin.
Beberapa teman mami Luna berbisik-bisik mengenai asal usul Rey, mereka mengatakan Rey hanya pria miskin yang beruntung. Namun mami dengan sigap memberikan sambutan dalam pernikahan itu dan mengatakan betapa hebatnya Rey.
"... untuk apa memiliki menantu pria yang kaya dan tampan namun tak memiliki kemampuan untuk menjaga jiwa dan raga putri kita yang selama ini kita jaga dengan sepenuh hati" mami mengakhiri sambutannya, Rey menghampiri mami dan memeluknya erat.
Mami tersenyum dan mencium pipi Rey, menandakan ia menerima Rey seutuhnya. Semua orang terpana dengan sambutan mami dan bisik-bisik buruk dari teman-teman mami seketika menghilang.
Rona bahagia terpancar di wajah semua orang disana. Yasmin sudah tak sanggup lagi berada disana, ia keluar dari hotel. Dilihatnya Samuel sedang melayani beberapa wartawan yang mewawancarainya.
__ADS_1
"Dasar pria pecinta popularitas" maki Yasmin dalam hati, ia masuk ke mobilnya dan menuju ke sebuah bar tempat ia dan Luna suka minum dulu.
Yasmin duduk di depan meja bartender, ia memesan bir dalam gelas besar.
"Aku pikir hanya aku yang butuh minum saat ini" Samuel tiba-tiba sudah duduk disebelahnya.
Yasmin menoleh ke arah Samuel dengan wajah malas.
"Mau apa kau disini?" tanya Yasmin dengan nada kesal.
Samuel memberi kode kepada Bartender kalau ia memesan minuman yang sama dengan Yasmin.
"Hahhahaa, aku sama seperti mu. Aku frustasi melihat wanita yang kuinginkan bersanding dengan pria lain" ujar Samuel tertawa miris.
"Bukankah tadi kau tertawa segar didepan para wartawan itu" Yasmin mencibir Samuel dengan menjeblehkan bibirnya.
"Itu hanya bagian dari sandiwaraku, saat ini popularitas ku sangat penting. Dan ini momen berharga yang tak bisa aku sia-siakan" Samuel meminum bir yang baru saja di berikan kepadanya.
Yasmin melihat miris kepada Samuel dan ikut meneguk birnya.
"Eemm ini sangat menenangkan ku!" seru Yasmin sambil tertawa kecil, ia menertawakan kekalahannya.
"Apa kau sudah menyerah saat ini?" tanya Samuel, ia terus meneguk birnya.
"Yaaaah begitulah, aku tak punya alasan untuk memperjuangkan cintaku pada Rey. Ia terlihat sangat bahagia dengan Luna. Bagaimana denganmu?" Yasmin balik bertanya dengan senyuman pahit.
"Aku? Ya aku tak ingin berbuat hal-hal bodoh lagi dan dibuat tak berkutik oleh pengawal si***n itu lagi. Sekarang aku akan menikmati kepopuleran ku karena pernikahan ini" ujar Samuel sambil mengangkat gelasnya kepada Yasmin.
"Hahaha bagus kalau begitu, kita harus rayakan semua ini. Ambilkan dua gelas besar bir lagi!!" Seru Yasmin sambil bertepuk tangan.
Yasmin dan Samuel mabuk berat, supir Samuel mengantarkan Yasmin ke apartemennya. Samuel yang mabuk mengantar Yasmin sampai ke apartemennya dengan berjalan sempoyongan. Keduanya bernyanyi riang menuju apartemen Yasmin.
"Aku sudah sampai" ucap Yasmin dengan nada mabuknya.
"Ya benar, dan aku sekarang harus kemana?" Samuel bertanya karena ia linglung.
Tiba-tiba saja wajah Samuel terlihat seperti Rey.
__ADS_1
"Rey... Menginaplah disini malam ini"