
Rara melepaskan pelukannya, Luna masih berdiri dihadapan mereka menunggu penjelasan. Kaki kanannya menghentak naik turun.
"Ada apa sweety?" Rey menatap istri tercintanya dengan heran.
Melihat Rey yang seakan tak merasa bersalah, Luna hanya diam saja dan melirik sinis lalu pergi dari tempatnya berdiri. Rey dan Rara saling tatap dengan bingung.
Brak...
Terdengar suara Luna membanting pintu. Rey terkejut dan langsung mengikuti Luna masuk ke dalam kamar.
"Apa kau marah?" tanya Rey sambil memeluk dari belakang Luna yang sedang berdiri didekat pintu.
Luna menolak pelukan Rey, ia membalik badannya dengan wajah malas.
"Kenapa kau marah?" tanya Rey dengan heran.
Luna tetap diam, matanya menatap tajam suaminya. Rey menjadi tak mengerti, ia merasa apa yang dilakukannya tidaklah salah. Namun ia paham bahwa Luna sedang marah meskipun ia tak tahu apa sebabnya.
Luna mengambil tasnya, ia ingin keluar dari kamar. Tentu saja Rey tidak akan membiarkan Luna pergi begitu saja.
"Kau mau kemana sweety? Biar aku mengantarmu" Rey memegang lengan Luna dengan lembut.
"Lepaskan aku" kata Luna tanpa menoleh.
Rey menarik tangan Luna dan memeluknya, tak pelak Luna bertambah kesal dan menolaknya.
"Jangan peluk aku seperti kau memeluk wanita lain!" ujar Luna lalu berjalan cepat kearah pintu dan keluar.
Rey terkejut dengan penolakan istrinya, ia menghela nafas panjang. Ia membiarkan Luna pergi, namun ia tak hilang akal. Rey segera menelpon Bobby.
❤️❤️❤️
Luna keluar dari rumah dengan wajah kesal, ia segera meminta kunci mobil kepada Armando dan melajukan mobil keluar dari rumah. Kemarahan terlihat jelas dimatanya, ia memacu mobilnya tanpa arah.
Air mata Luna sedikit menetes, ia menaruh earphone ke telinganya. Luna menelpon Yasmin untuk mengeluarkan segala hal yang ada dihatinya. Luna tahu hanya Yasmin yang dapat mengerti isi hatinya, bukan hanya karena Yasmin adalah sahabatnya. Namun mereka berdua selalu mempunyai pemikiran yang sama tentang suatu hal.
"Ya datanglah Luna, aku sedang di rumah sakit menjaga Samuel" ucap Yasmin diujung telpon.
"Aku tak ingin bertemu suamimu! Itu hanya akan membuat hatiku bertambah kesal" ujar Luna, Yasmin paham situasinya.
"Aku akan menemuimu dikantin rumah sakit nanti, aku juga bosan terus-menerus berada didalam kamar rawat Sam" kata Yasmin membuat janji.
"Baiklah, aku menuju ke sana"
Luna menutup telponnya, ia segera menuju rumah sakit tempat Samuel dirawat.
"Kau mau kemana?" Samuel yang baru terjaga mendengar sayup-sayup percakapan Yasmin.
"Aku ingin ke kantin rumah sakit nanti, Luna ingin menemui ku" jawab Yasmin acuh tak acuh.
__ADS_1
"Dia pasti ingin menjengukku juga kan?" mata Samuel berbinar, rasa besar hatinya muncul seketika.
Yasmin melirik ke arah Samuel kesal.
"Luna sama sekali tak ingin bertemu denganmu!"
"Mana mungkin begitu, Luna hanya membuat alasan agar bisa datang ke rumah sakit dan menemuiku" Samuel terdengar sangat yakin.
"Apa yang membuatmu begitu percaya diri tuan aktor?" kata Yasmin dengan wajah meledek.
"Tentu saja karena aku adalah mantan kekasihnya yang tampan, terkenal dan menawan. Tak ada orang yang bisa menolak pesona seorang Samuel" ujar Samuel bangga.
Tubuh Yasmin bergidik mendengar perkataan suaminya yang sangat besar kepala.
"Itu menurutmu!" seru Yasmin kesal lalu berjalan keluar dari ruangan.
"Heiii.. kau mau kemana?!" teriak Samuel, namun Yasmin sudah menghilang dibalik pintu keluar.
❤️❤️❤️
Yasmin menuju kantin, ia berencana menunggu Luna disana. Dadanya terasa agak sesak ada sedikit gemuruh disana yang membuatnya mengeratkan genggaman sesekali berdecak karena kesal.
Tulalit..
Ponsel Yasmin berdering, nama Luna terpampang dilayar berwarna merah muda itu.
"Ya Luna.."
"Aku sudah ada di kantin rumah sakit, kemarilah. Parkir mobilmu di basemen jangan lupa pakai kacamata hitam agar para wartawan tidak mengenalimu"
"Ya ya ya aku tahu.."
Yasmin menutup ponselnya, ia mengedarkan pandangan ke segala arah. Kantin rumah sakit tampak sepi karena hari mulai sore, hanya ada beberapa orang yang terlambat makan siang disana. Yasmin menghela nafas sejenak, ia memejamkan matanya.
"Aku tak bisa menghapus masa lalunya.." ucap Yasmin, sedikit ia mengingat masa lalu Samuel saat bersama Luna dan saling bergandengan tangan dihadapannya.
Dahulu kemesraan Luna dan Samuel adalah hal yang sangat biasa, bahkan Yasmin seringkali menjadi obat nyamuk disana karena pria-pria yang dekat dengan Yasmin selalu pria yang sibuk dan sering bepergian ke luar negeri. Namun kini semua hal yang ada di masa lalunya menjadi begitu menyedihkan bila diingat kembali.
"Yasmin..."
Luna membuyarkan lamunan Yasmin.
"Kau tidur?" tanya Luna saat melihat Yasmin sedang memejamkan matanya.
Yasmin terhenyak, seketika ia menegakkan badannya yang sedari tadi ia sandarkan dikursi.
"Ehh... tidak.. aku hanya sedikit mengantuk" jawab Yasmin lalu memaksakan senyumannya.
Luna duduk kursi yang ada diseberang Yasmin duduk, Luna menghela nafas agak kasar.
__ADS_1
"Hei... ada apa?" tanya Yasmin sambil memperhatikan wajah sahabatnya itu.
Luna menatap Yasmin dengan kesal.
"Apa kau bisa memaafkan suamimu jika ia berpelukan dengan wanita lain?" tanya Luna sambil menatap Yasmin agar Yasmin terprovokasi dengan amarahnya.
"Jika yang kau maksud suamiku adalah Samuel maka jawabanku adalah TIDAK! Dia mencium dan memeluk banyak wanita saat berakting" jawab Yasmin dengan santai.
Duk..
Luna menendang kaki Yasmin dari bawah meja. Yasmin mengaduh sedikit lalu tertawa kecil.
"Kau bertanya kepada istri dari seorang suami yang memiliki profesi sebagai aktor, melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain adalah hal yang biasa" ucap Yasmin, Luna semakin kesal.
"Rey sama sekali tak paham perasaanku"
Yasmin tergelak.
"Kau cemburu melihat Rey berpelukan dengan Rara? Itu adalah hal yang konyol Luna"
"Tetap saja itu bukan hal yang harus diperlihatkan padaku bukan!" Luna membela dirinya.
"Dengarkan aku Luna, Rara adalah adik Rey. Kau harus paham, bahwa ada saat dimana mereka ingin saling berbagi kasih sa..." kata-kata Yasmin terpotong, Samuel menelponnya.
"Sebentar, Sam menelponku"
Yasmin menggeser posisi duduknya sedikit.
"Maaf Luna aku harus menemui Sam sebentar. Bisa kau menungguku sebentar?"
Luna mengangguk dengan malas.
"Aku tak akan lama.." Yasmin memegang tangan Luna dan tersenyum untuk meyakinkan sahabatnya itu.
Yasmin segera menemui Samuel.
"Bagian mana yang sakit Sam?" tanya Yasmin langsung menghampiri suaminya saat sudah sampai dikamar rawat Samuel.
"Disini.." Samuel menunjuk bagian lututnya, Yasmin menaruh ponselnya di meja dekat ranjang Samuel.
Tak lama seorang perawat datang, Dokter meminta Yasmin menemuinya.
"Baiklah.."
Yasmin keluar untuk menemui dokter, perawat memeriksa keadaan Samuel. Setelah perawat keluar, ponsel Yasmin berbunyi. Sebuah pesan masuk.
'Apa kau masih lama?'
Pesan tersebut dari Luna. Samuel membuka pesan itu, timbullah niat buruk dihati Samuel.
__ADS_1
'Sepertinya Samuel tak bisa aku tinggalkan, datanglah ke kamar rawat Sam. Dia sudah tidur jadi tidak akan mengganggu kita....'