
"Benarkah?" Rey langsung melihat ke sekeliling dapur.
Masih terlihat sepi dan Rey tidak memiliki petunjuk apapun karena selama ini ia hanya bekerja seperti biasa tanpa memiliki waktu untuk mencurigai satu orang pun disana.
"Kau tidak perlu khawatir, aku disini. Aku akan segera menangkap orang itu" Bobby tersenyum menyeringai.
"Siapa yang akan kau tangkap?" Erika mengagetkan Bobby dan Rey.
"Menangkap cintamu darling" jawab Bobby sambil mengikuti langkah Erika yang akan menaruh tasnya.
Rey menggelengkan kepalanya sambil melihat Erika dan Bobby yang sedang asik bercanda mesra.
"Kondisi kan wajahmu itu, jangan sampai air liurmu menetes di makanan yang kau buat" James datang mengagetkan Rey.
"Pak James, kau sudah datang" Rey gugup melihat James memergokinya memperhatikan Erika dan Bobby.
"Bukankah kau sudah memiliki kekasih? Tak perlu iri dengan pasangan itu" ujar James lagi, lalu ia masuk ke ruangannya dengan santai.
Rey hanya bisa mengangguk malu, lalu Rey berjalan ke arah tempat penyimpanan makanan untuk mengambil beberapa bahan makanan utama yang akan diolah.
"Aku akan membantumu membawa ini" Erika ada dibelakang Rey dan mengambil beberapa sayuran yang ada ditangan Rey.
"Terima kasih" Rey mengikuti langkah Erika ke dapur untuk menyiangi sayuran itu.
♥️♥️♥️
Mami melangkah masuk ke dalam ruangan Luna, ia datang bersama para pengawalnya dan Samuel. Wajah Samuel terlihat pucat.
"Luna! Kau benar-benar keterlaluan!" Bentak mami saat memasuki ruangan Luna.
Luna melihat malas ke maminya, apalagi ada Samuel di belakangnya.
"Ada apa mi.....???? Duduklah dulu, bukankah mami baru pulang dari luar negeri" Luna memaksakan senyumnya.
Mami duduk didepan meja Luna bersama Samuel.
"Pria miskin itu beserta pengawalmu pasti sudah mengancam Samuel! Dia menolak untuk melaporkan mereka ke polisi!"
"Mami terlalu berpikir buruk tentang suamiku" ucap Luna santai, ia melirik kesal ke Samuel.
"Pria itu memang buruk dan dia adalah seburuk-buruk pria yang kau dapatkan! Untuk apa menikahi pria miskin sepertinya bila ada pria baik dan tampan seperti Samuel"
__ADS_1
"Rey tidak mungkin mengancam Sam, mi. Aku bersamanya sepanjang malam dan dia tidak melakukan apapun" Luna membela Rey.
"Apa?! Jangan katakan padaku kau sudah tidur dengan pria itu!" mata mami memerah karena sangat marah.
"Dia suamiku, kami menikah dengan dasar hukum yang benar dan paman Smith yang menjadi pendampingku saat itu"
"Kau benar-benar sudah gila, Luna!!!"
"Mi bukalah matamu! Aku sudah tidak mencintai Samuel, aku bahagia dengan Rey!"
"Kau sudah ditipu oleh kepura-puraannya Luna! Mami ini ibumu, mami tahu yang terbaik untukmu. Dengan posisimu saat ini banyak pria miskin diluar sana yang ingin memilikimu agar dapat menikmati hartamu!"
"Rey tidak seperti itu mi, satu-satunya pria yang ingin memanfaatkan ku adalah dia!!" Luna menunjuk Samuel.
"Samuel adalah pria yang baik, dia tidak akan pernah bermaksud meninggalkanmu dengan alasan apapun!"
"Tapi Samuel sudah mengkhianati ku mi....!" suara Luna terdengar lirih.
"Itu tidak benar Luna, itu semua adalah rekayasa pengawalmu yang bernama Bobby. Dia menjebakku" Samuel akhirnya membuka suara dan membela dirinya.
"Diam kau pria pengecut! Berhentilah menghasut mami dan enyahlah dari kehidupanku!!" bentak Luna.
"Otakmu benar-benar sudah dicuci oleh pria miskin itu Luna! Bahkan kau sudah berani melawan mami"
"Sudahlah, mami akan membuat perhitungan dengan pria miskin itu segera! Dan kau bersiaplah menceraikannya dan menikah dengan Samuel"
Mami berdiri hendak berjalan keluar dari ruangan Luna. Luna menghampiri mami dan memeluknya.
"Maafkan aku mi, tapi aku mencintai Rey dan ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya. Aku harap mami bisa memahami itu" Bisik Luna, lalu ia melepaskan pelukannya dan kembali duduk ditempatnya sambil menyeka air matanya.
Mami melihat ke arah Luna dengan tatapan sendu, namun Luna sudah sibuk melihat berkas-berkas yang ada dimejanya.
"Ayo, Sam kita pulang" perintah mami.
Saat keluar dari ruangan Luna, mami dan Samuel berpapasan dengan Rey yang datang membawa makanan untuk Luna, Rey diantarkan ke ruangan Luna oleh Jiraiya.
"Ini dia sumber masalahnya. Cepat mi, suruh dia menceraikan Luna" Ucap Samuel sambil berlindung di belakang mami, matanya melihat ke sekitar Rey sambil memastikan tidak ada Bobby disekitarnya.
Rey membungkukkan badannya memberi hormat kepada mami. Mami hanya menatap sinis kepada Rey lalu berjalan keluar hotel tanpa berkata apapun.
"Nona tuan Rey sudah datang" kata Jiraiya.
__ADS_1
"Hubby kau sudah datang, ayo kita makan siang bersama" Luna bangun dari duduknya dan menghampiri Rey, Jiraiya menahan senyumnya mendengar panggilan dari Luna untuk Rey.
Luna memegang pinggang Rey dengan kedua tangannya, walaupun ragu Rey mencium kening Luna didepan Jiraiya.
"Bila tidak ada yang dapat saya lakukan lagi, saya akan keluar nona" ucap Jiraiya yang merasa tidak nyaman disana.
"Tunggu, ini makan siang untukmu"
Rey menyerahkan sebuah kotak makan siang untuk Jiraiya, dengan senang hati Jiraiya menerima makan siang yang dibawa oleh Rey lalu keluar dari ruangan Luna dengan senyum yang merekah.
"Apa yang kau masak, wanginya sangat enak" Luna mengajak Rey duduk di sofa yang ada diruangannya.
Rey mengeluarkan makan siang yang dibawanya dari restauran, Bobby yang membantunya untuk dapat dengan mudah keluar untuk makan siang.
"Suapi aku" pinta Luna sambil membuka mulutnya.
Rey tersenyum dan mengabulkan permintaan Luna.
"Ini sangat enak, apalagi aku memakannya bersamamu"
"Ini adalah resep baru yang diajarkan oleh pak James. Aku sangat senang dia mengajarkan banyak hal padaku di restauran"
"Ya James adalah koki terbaik yang aku dapatkan, walaupun harus berdebat dengan mami untuk mendapatkannya" kata Luna sambil tertawa kecil.
"Mengapa begitu nona?" tanya Rey heran.
"Kau tahu Bob? Koki di hotel ini?" Rey mengangguk dengan pasti. (baca bab 5 ya)
"James adalah anaknya" ucap Luna santai.
"Tetapi mereka sangat tidak mirip nona"
"Hahahaha tentu saja mereka tidak mirip, Bob adalah pria tua yang sudah gendut sedangkan James? Ia masih muda. Mami sangat ingin James meneruskan karir ayahnya di hotel ini"
Rey mengangguk-angguk paham.
"Namun pada akhirnya James lebih memilih untuk bekerja di restauran ku karena ia tak mau berada dibawah bayang-bayang ayahnya terus-menerus"
"Pak James adalah pria yang keren dan memiliki tanggung jawab yang besar"
"Dan kau tahu, aku memiliki sebuah rahasia tentang James" ucap Luna sambil tertawa usil.
__ADS_1
"Owh ya? Apa itu?"
"James adalah mantan seorang mata-mata yang gagal dalam suatu misi dan akhirnya ia menyerah lalu mengikuti jejak ayahnya"