Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Takut Ketahuan


__ADS_3

James seketika menghentikan tangannya yang sibuk memasak yang menoleh ke arah Anne yang daritadi melihatnya.


"Kau itu masih kecil, jangan bercanda hal semacam itu denganku" ucap James sambil menyentil pelan kening Anne.


Anne mengusap kening yang disentil oleh James.


"Aku serius, bisakah kita mencoba berkencan? Setidaknya agar aku dan kau mempunyai pengalaman kencan pertama. Itu pun bila kau setuju" ucap Anne yakin.


"Cukup bermain-main dengan drama percintaan seperti yang ada di televisi. Aku ini orang dewasa yang sudah tidak memikirkan kencan semacam itu" tegas James lalu ia melanjutkan memasak.


"Kalau begitu aku menantangmu! Bila nanti saat kita berkencan kau jatuh cinta padaku, kau harus menikahiku. Namun bila tidak maka aku akan menyerah" ujar Anne dengan suara lantang, Erika dan Bobby menoleh lalu memberikan jempol pada Anne sambil tertawa kecil.


James melihat ke arah Erika lagi.


"Apa mereka yang mengajarimu berbicara seperti itu kepadaku?" tanya James sambil menunjuk ke arah Bobby dan Erika yang sudah pura-pura tidak melihat ke arah mereka.


Anne tersenyum malu lalu menggeleng.


"Itu ideku sendiri tuan" katanya sambil tersipu.


"Baiklah, hanya satu kali ini saja" jawab James tanpa menoleh.


"Yeaaaay...." Erika dan Bobby melakukan toss dengan hebohnya, James melirik kesal kepada mereka berdua.


Anne tersenyum malu dengan jawaban setuju dari James.


Aku akan melakukan yang terbaik...


Gumam Anne dalam hati.


♥️♥️♥️


Selepas dari makan siang, Rey dan Luna berkunjung ke galeri Yasmin. Luna penasaran Yasmin tak terlihat sampai akhir acara. Namun Yasmin tak ada di galerinya.


"Aku harus ke apartemennya" ujar Luna kepada Rey.


Rey mengangguk setuju.


"Mungkin aku hanya bisa mengantarmu sampai depan apartemennya, tidak baik jika aku masuk ke sana bersamamu"


"Terima kasih hubby" Luna memegang kedua pipi Rey dengan gemas.


Mereka sampai di gedung apartemen Yasmin, setelah mengantar Luna sampai didepan pintu apartemen Yasmin Rey kembali ke mobil. Ia menunggu bersama Bobby.


Yasmin membuka pintu apartemennya dengan malas. Ia mengizinkan Luna masuk dan keduany duduk disofa.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Luna khawatir karena Yasmin terlihat kusut.


"Aku tidak apa-apa Luna. Apa yang membawamu kesini? Dimana Rey?" Yasmin balik bertanya.

__ADS_1


"Semalam kau tidak terlihat di acara pernikahanku, bahkan sampai selesai aku tidak melihatmu. Suamiku menunggu di bawah"


Yasmin menghela napas berat.


"Maafkan aku Luna, semalam adalah batas kemampuanku menahan sesak atas kebahagiaan mu dengan pria yang kucintai. Aku harap kau bisa mengerti" ujar Yasmin sambil menatap nanar ke arah Luna.


"Ya aku paham, aku khawatir terjadi sesuatu kepadamu. Makanya aku datang ke sini" ujar Luna sambil melihat ke sekitar apartemen Yasmin, ia melihat sebuah jam tangan tergeletak di karpet bawah sofa.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku Luna, tapi aku baik-baik saja" ujar Yasmin sambil tersenyum.


Luna menunduk dan mengambil jam tangan yang dilihatnya.


"Sepertinya aku mengenal jam tangan ini" kata Luna sambil mengingat-ingat.


Yasmin terbelalak, itu bukan jam tangannya.


"Apa ini milikmu?" tanya Luna sambil menatap Yasmin.


Yasmin mengangguk ragu, namun itu terlihat seperti jam tangan pria.


"Bila ku perhatikan ini seperti jam tangan pria. Kau tak mungkin menggunakan jam tangan pria" Luna melirik iseng kepada Yasmin yang mulai gelagapan.


"Apa semalam ada pria yang datang ke sini?" Luna penasaran.


"Ti... tidak..." Yasmin mengalihkan pandangannya dari Luna, ia berusaha menutupi rasa gugupnya.


"Ya halo" Yasmin memelankan suaranya.


"Jam tanganku tertinggal ditempatmu, itu adalah pemberian Luna. Apakah kau menemukannya?"


Yasmin melirik ke Luna, Luna sedang melihat dengan seksama jam tangan yang dipegangnya.


"Ya ya ada di apartemenku" bisiknya.


"Aku sedang perjalanan ke sana, aku akan mampir sebelum berangkat syuting"


Klep..


Samuel langsung menutup telponnya, Yasmin ternganga.


"Siapa yang menelpon?" tanya Luna, ia sudah meletakan jam tangan di meja.


Sepertinya Luna benar-benar lupa jam tangan milik siapa itu.


"Owwh.. itu.. itu dari kolegaku. Dia ingin datang ke galeri sebentar lagi" ujar Yasmin, ia meletakan tangan yang memegang ponsel di belakang tubuhnya.


"Aku akan mengantarkan mu ke galeri, bersiaplah" ujar Luna santai.


Yasmin makin terpojok, ia berkeringat banyak namun Luna sibuk dengan ponselnya sendiri. Ia sama sekali tak menyadari wajah gugup Yasmin saat ini.

__ADS_1


"Emmm, sebaiknya aku berangkat sendiri Luna. Kau pasti banyak pekerjaan kan, itu akan sangat merepotkan mu" Yasmin mencari-cari alasan.


"Santailah Yasmin, satu minggu ini aku dan Rey mengambil cuti dari pekerjaan. Kalau hari ini aku ingin jalan-jalan saja berdua dengannya, tapi tak masalah kalau hanya mengantarkan mu ke galeri"


"Lebih baik kau jalan-jalan saja dengan Rey. Aku akan menyita waktumu bersamanya" Sekali lagi Yasmin mencoba menghindar.


Luna memicingkan matanya kepada Yasmin.


"Kau sedang berusaha mengusirku ya?" tanya Luna curiga membuat Yasmin menelan ludahnya perlahan, mata Yasmin berkeliling mencari alasan.


"Ma.. mana mungkin seperti itu kan" Yasmin memaksakan tertawanya, namun terdengar sangat aneh buat Luna.


Luna berdiri, ia menyilangkan tangannya didepan.


"Apa yang kau sembunyikan dariku?"


"Ti... tidak ada" Yasmin memalingkan wajahnya dari Luna, Luna berjalan perlahan mendekat kepada Yasmin.


Ponsel Yasmin berbunyi lagi, Yasmin melirik sedikit ke ponselnya.


"Aku akan bersiap-siap. Tunggulah disini"


Yasmin segera berlari ke kamar dan menutup pintunya. Luna menatap aneh kepada Yasmin yang masuk terburu-buru ke dalam kamar, ia menaikan kedua bahunya lalu kembali duduk di sofa.


"Ada apa Sam?" Yasmin bertanya dengan nada kesal.


"Aku sudah sampai di apartemen mu, siapkan jam tanganku. Aku tak ingin berlama-lama disini"


Lagi-lagi Samuel tidak memberikan kesempatan pada Yasmin bicara, ia langsung menutup telponnya dan masuk ke dalam lift.


"Ya Tuhan pria bodoh itu!!!" Gerutu Yasmin kesal.


Yasmin buru-buru mengganti bajunya dan keluar dari kamar. Ia tidak melihat keberadaan Luna di sofa.


"Luna... Luna..." panggil Yasmin, Luna sedang menelpon didapur sambil membuat teh.


Yasmin menghela napas lega.


Ting tong...


Bell apartemen Yasmin berbunyi, Yasmin buru-buru mengambil jam tangan Samuel yang ada di meja dan membuka pintu. Samuel menunggu diluar dengan wajah kesal.


"Ini jam tanganmu, segeralah pergi!"


Yasmin memberikan jam tangan Samuel dan langsung menutup kembali pintu apartemennya. Samuel terlihat bingung, namun ia tidak perduli. Ia memakai jam tangannya sambil berjalan menuju lift.


Saat pintu lift terbuka, ia berpapasan dengan Rey yang hendak menjemput Luna di apartemen Yasmin.


"Samuel? Apa yang kau lakukan disini?"

__ADS_1


__ADS_2