Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Ditangkap


__ADS_3

Bobby melepaskan genggamannya, ia menyenderkan punggungnya di tembok sambil menatap Erika.


"Apakah kau benar-benar menyukainya?" Erika terlihat gugup.


"Mana mungkin aku menyukainya!" Ucap Erika namun ia tak berani menatap Bobby.


Bobby tertawa, ia menangkap gelagat aneh Erika yang berusaha menutupi rasa gugupnya.


"Aku tidak bisa memberitahukanmu banyak hal, yang pasti Rey memiliki wanita yang sangat dicintai dan dilindunginya" Ucap Bobby sambil tersenyum.


Erika menunduk, ia terlihat sedih.


"Sudahlah jangan bersedih, aku akan mentraktirmu makan mie yang enak" Bobby menyambar tangan Erika dan mengajaknya berlari lagi.


Air mata Erika sedikit menetes tapi karna hembusan angin malam air matanya cepat mengering. Bobby tiba-tiba saja berhenti, Erika menabrak dada Bobby.


"Tak perlu menangis, aku akan menghapus semua rasa sedihmu" Bobby memeluk Erika, Erika diam saja.


Semua perasaan campur aduk ada diantara Bobby dan Erika, keduanya patah hati disaat yang sama namun dengan orang yang berbeda.


"Bisakah kita makan mie sekarang?" ucap Erika membuat Bobby tersadar dan melepaskan pelukannya.


Bobby tersenyum malu, ia kembali menggenggam tangan Erika berlari menembus keheningan malam.


"Nah kita sampai" ucap Bobby dengan agak terengah-engah.


Erika melihat sebuah kedai mie kecil dipinggir jalan yang dijajakan dengan food truck.


"Disini?" tanya Erika heran, Bobby tertawa lebar.


"Apa kau membayangkan aku akan membawamu ke restauran mewah hanya untuk makan mie?" goda Bobby, Erika hanya memandang sebal ke arah Bobby lalu duduk disalah satu kursi yang disediakan disana.


"Mie apa yang kau inginkan?" tanya Bobby, Erika seperti berpikir.


"Aku akan makan mie yang berbeda denganmu" jawab Erika santai.


"Kenapa?"


"Karna aku ingin mencicipi rasa yang berbeda"


Bobby tertawa, ia menuju ke foodtruck dan memesan mie. Bobby membeli dua buah minuman dingin untuknya dan Erika, lalu berjalan menghampiri Erika.


"Apa kau sering ke sini?" tanya Erika sambil menerima minuman yang diberikan Bobby.


"Ya bisa dikatakan begitu, disini tempat yang menyenangkan dan biasanya aku datang sendiri" ucap Bobby sambil duduk dan meminum minuman yang dibelinya.


"Sendiri? Bukankah kau dan kacamata tinggal bersama? Kalian juga terlihat sangat dekat satu sama lain"


"Uhuukk..." Bobby tersedak minumannya, ia terkejut Erika mengingatkannya tentang Rey yang mengaku selama ini tinggal bersamanya.


"Hehehe aku tak pernah mengajaknya ke sini. Aku kesini saat Rey sedang bekerja" Bobby mencari alasan, Erika masih menatap curiga kepadanya.

__ADS_1


"Makanannya datang" Bobby menunjuk pelayan yang membawa dua mangkok mie untuk mereka.


Bobby dan Erika antusias melihat mie dalam porsi besar yang disediakan kedai itu.


"Selamat makan"


Erika menggunakan garpu mengambil mie dan meniup mie yang masih panas itu, lalu memasukannya ke mulut.


"Ya Tuhaaan ini enaaak" ucap Erika senang.


"Kau seorang koki dan memuji masakan orang lain. Hahaha itu sangat lucu" Bobby meledek Erika, Erika hanya tersenyum kecut lalu melanjutkan kembali makannya.


"Apa mie yang kau makan juga enak?" Bobby mengangguk sambil memakan mie dimangkoknya.


Erika mengambil mie milik Bobby hendak mencicipinya. Ia mengambil mie dan mengirup mie itu sedikit demi sedikit, ternyata mie itu tersambung dengan mie yang di makan oleh Bobby dan akhirnya bibir mereka bertemu.


Upsss...


Erika langsung menarik wajahnya yang memerah. Bobby hanya garuk-garuk kepala sambil tersipu malu.


"Maaf aku tak sengaja" ucap Bobby agak gugup.


♥️♥️♥️


Pagi itu suasana didapur sangat sepi, Erika sudah sampai di restauran. Ia menyiapkan bahan-bahan makanan yang sekiranya akan digunakan untuk memasak, ia juga merebus air sebagai persiapan membuat sup wajib yang disediakan restauran itu.


"Selamat pagi" Rey datang bersama Bobby, Erika terlihat salah tingkah.


"Aku akan mengganti pakaianku dan ke depan untuk menyapu restauran" ucap Bobby lalu menaruh tasnya dan berganti baju yang dipakainya dengan seragam.


Rey melihat ada gelagat yang aneh dari keduanya. Ia menaruh tasnya dan memakai apron, lalu berjalan mendekati Erika.


"Apa kau sakit?" tanya Rey khawatir karna Erika tiba-tiba menjadi pendiam, ia memegang kening Erika memeriksa suhu tubuhnya.


"Bukankah yang sakit itu kekasihmu!?" Erika menepak tangan Rey dan berbicara ketus.


Rey tertawa.


"Apa yang Bobby katakan padamu?" tanya Rey sambil menahan tawanya.


"Kau buru-buru pulang karna kekasihmu sakit" Rey mengangguk-angguk, ia tahu maksud Bobby.


"Ya itu benar" jawab Rey enteng, ia membantu Erika memotong sayuran.


Rey masih penasaran dengan sikap Bobby yang tidak menyapa Erika pagi itu. Ia menyimpan rasa penasarannya karna James dan teman-teman yang lain sudah mulai datang.


Suasana sibuk di restauran siang itu, banyak orang yang makan siang bersama koleganya karna memang di restauran memiliki ruang khusus meeting yang besar dan kecil.


"Huaaaah, hari ini sungguh melelahkan" ujar Bobby sambil merenggangkan badannya saat restauran sudah tutup. Ia mengobrol dengan Rey di dekat meja kasir.


"Aku bersyukur banyak pengunjung yang datang dan suka dengan makanan disini" Rey juga antusias.

__ADS_1


Tiba-tiba Erika keluar dari dapur, Bobby membalik tubuhnya dan berniat untuk pergi. Rey dengan sigap menarik kerah belakang Bobby.


"Kau mau kemana? Ini ratumu baru datang dan kau malah ingin pergi" goda Rey, Erika pun berniat masuk kembali ke dapur.


Rey menangkap tangan Erika dan menariknya. Perilaku Erika dan Bobby membuat Rey bertanya-tanya.


"Apa yang terjadi kenapa kalian terlihat saling menghindar?" tanya Rey heran.


"Apakah sesuatu terjadi setelah aku pulang?" Rey memicingkan matanya menatap Erika dan Bobby bergantian.


Keduanya kelihatan gugup, Erika dan Bobby sama-sama tidak mau saling menatap.


"Apa kalian bertengkar?" tanya Rey.


"Tidak!" Bobby dan Erika menjawab bersamaan.


"Atau kalian sedang perang dingin?" tanya Rey lagi.


"Tidak!" Sekali lagi mereka menjawab bersamaan.


Rey mulai melirik mereka dengan tatapan usil.


"Apa kalian sudah mulai berkencan?"


Erika gugup ia melepaskan genggaman Rey dan kembali ke dapur. Ia mengambil tasnya dan segera pergi.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Rey kepada Bobby.


"Mungkin dia buru-buru" jawab Bobby asal.


"Ayo kita pulang bos" ajak Bobby.


Rey melihat jam tangannya, ia terkejut.


"Ini sudah pukul setengah 11 malam, aku pasti dimarahi oleh nona" Rey segera mengambil tasnya dan mengikuti Bobby keluar.


"Ayo segera nyalakan motornya dan antar aku ke apartemen!!" seru Rey.


"Apakah aku boleh mengebut?" Bobby menyeringai.


"Lakukan apapun yang membuatku segera sampai di apartemen"


"Pegangan yang erat"


Bobby tersenyum senang, ia segera menyalakan motor dan mengendarainya dengan kecepatan penuh. Selain itu Bobby juga meliuk-liuk di jalanan untuk memperlihatkan kelihaiannya mengendarai motor.


Nguing... Nguing...


Mobil polisi mengejar mereka dan memberi peringatan, Bobby menepikan motornya.


"Selamat malam, maaf kalian kami tangkap karna mengendarai motor dengan ugal-ugalan"

__ADS_1


__ADS_2