Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Mengidam


__ADS_3

Yasmin keluar dari galerinya, hari sudah mulai malam. Melisa menunggu Yasmin di mobil, Yasmin masuk ke mobil dengan hati-hati.


"Apakah ada tempat lain yang ingin nona kunjungi?" tanya Melisa sebelum melajukan mobil.


Yasmin memegangi perutnya rasanya agak pegal karena hari ini ia harus banyak berdiri untuk melayani koleganya.


"Antarkan aku ke klinik, perutku terasa keram" kata Yasmin sambil meringis.


Melisa mengangguk dan mengantarkan Yasmin ke sebuah klinik persalinan terbaik di kota itu. Dokter memeriksa Yasmin dan memberikan resep untuknya.


"Sebaiknya nyonya mengurangi berdiri dan berjalan saat ini" pesan dokter, Yasmin mengangguk paham.


Setelah selesai Yasmin keluar dari ruangan dokter dan memberikan resepnya kepada Melisa.


"Eemm aku sangat ingin makan buah cherry" gumam Yasmin sambil memegang perutnya.


Disisi lain, Samuel disibukan dengan pemotretan drama terbarunya. Memang Samuel sedang naik daun pasca dirinya menjadi objek pencitraan sang mantan yang ditinggal menikah kekasihnya.


"Terima kasih atas kerja samanya Sam. Besok kita akan pemotretan lagi sesi berikutnya" ujar kameraman sambil menepuk bahu Samuel, Samuel hanya mengangguk dengan angkuh lalu duduk dikursi yang telah disiapkan khusus untuknya.


Samuel memainkan ponselnya, ia melihat-lihat gambar yang ada didalam media sosialnya.


"Ehm cherry, sepertinya enak. Sebelum pulang antarkan aku membeli buah cherry" kata Samuel kepada asistennya, Gio asisten Samuel mengangguk.


Saat perjalanan pulang, Samuel melihat sebuah toko yang menjual berbagai macam pernak pernik lucu. Matanya menangkap sebuah boneka beruang yang memegang buah cherry ditangannya.


Kenapa tiba-tiba aku ingin membelinya? Hahaha pasti aku bercanda..


Pikir Samuel dalam hati, ia mengalihkan pandangannya dari boneka tersebut.


"Berhenti disini.." ujar Samuel tiba-tiba, ia keluar dari mobil dan berjalan cepat ke arah toko pernak pernik itu.


Gio terkejut dan langsung mematikan mesin mobil lalu mengikuti langkah Samuel. Pemilik toko sangat senang melihat Samuel, ia mengambil foto selfie bersama Samuel.


"Apakah anda ingin membeli sesuatu?" tanya wanita muda pemilik toko pada Samuel, Samuel hanya diam namun matanya tertuju pada boneka beruang dengan cherry ditangannya itu.


"Anda menginginkannya?" tanya wanita itu lagi, Samuel mengangguk matanya tidak berpaling dari boneka itu.


Wanita pemilik toko mengambilkan boneka itu untuk Samuel dan memberikannya. Tanpa disadari Samuel tersenyum senang.


"Terima kasih banyak" ucap Samuel dengan ramah, itu adalah hal yang sangat tak biasa bahkan Gio sampai bingung melihat tingkah Samuel yang ramah itu.

__ADS_1


Samuel mengitari toko, matanya suka melihat semua pernak pernik yang memiliki cherry didesignnya. Pemilik toko dengan senang memberikan semua yang Samuel inginkan dengan cuma-cuma namun Samuel harus bersedia difoto dan foto itu dipajang di tokonya.


"Apakah aku tak perlu membayar semua ini?" tanya Samuel takjub.


"Tidak perlu, dengan kedatanganmu aku yakin akan banyak pelanggan yang datang. Aku akan memperbanyak aksesoris dengan bentuk cherry" ucap penjaga toko, Samuel tersenyum lalu keluar dari toko itu.


Samuel membawa sendiri dua buat paper bag yang diberikan pemilik toko, Gio heran melihatnya. Samuel masuk ke dalam mobil dan Gio juga masuk lalu melajukan mobilnya.


"Apa yang aku lakukan?" pikir Samuel, ia menatap pernak pernik yang ada didalam paper bag itu.


Boneka beruang yang mencuri perhatian itu diambilnya dari dalam paper bag, Samuel memperhatikannya dengan seksama.


"Tidak ada yang menarik dengan boneka ini, lalu kenapa aku tadi sangat menginginkannya?"


Samuel seperti tak bisa mengendalikan pikirannya.


"Berhenti di supermarket terdekat" ujar Samuel kepada Gio.


"Baik Sam" jawab Gio.


Setelah sampai di supermarket, Samuel menggunakan kacamata hitam dan masker berwarna hitam. Ia takut menggemparkan para pengunjung supermarket dengan kedatangannya. Ia bergegas menuju tempat buah-buahan.


Samuel berkeliling tempat buah, matanya mencari buah cherry disetiap sudut super market itu. Matanya menangkap buah cherry yang ada di salah satu lemari pendingin berdekatan dengan strawberry. Samuel berjalan cepat ke arah buah cherry, namun ada seorang wanita yang sudah mengambil buah cherry itu terlebih dahulu.


"Aaah... sayang sekali. Padahal aku menginginkannya" ucap Samuel yang berusaha mencari perhatian dengan membuka kacamatanya.


Wanita itu menoleh ke arah Samuel dan melihat Samuel dengan kesal. Ternyata wanita itu adalah Yasmin, ia seorang diri karena Melisa dimintanya menunggu di mobil.


"Bila kau menginginkannya beli lah ditempat lain!" ujar Yasmin kesal.


Samuel gelagapan melihat Yasmin dihadapannya. Samuel menatap Yasmin dari atas ke bawah, belum ada yang berubah dari bentuk tubuh Yasmin.


"Apakah kau benar-benar hamil?" bisik Samuel.


Yasmin melotot ke arah Samuel.


"Apa pedulimu?! Kau tak berhak bertanya begitu padaku!"


Samuel menjadi salah tingkah digertak oleh Yasmin, ia melihat sekitar dan memakai kembali kacamatanya. Samuel tidak mau ada orang yang tahu ia diomeli oleh Yasmin. Yasmin berjalan meninggalkan Samuel, namun Samuel menarik tangan Yasmin.


"Apa maumu?" seru Yasmin, Samuel meletakkan jari telunjuknya di bibir Yasmin.

__ADS_1


"Jangan berteriak, kau membuat semua orang melihat ke arah kita" ujar Samuel dengan suara pelan.


"Lepaskan aku atau aku benar-benar akan memukulmu!" Yasmin mulai geram.


"Berikan sedikit saja cherry itu padaku, dan aku akan memberikan sesuatu berbentuk cherry padamu" Samuel memohon, Yasmin menatap Samuel dengan heran.


Yasmin berjalan ke arah kasir dan Samuel menunggu diluar.


"Ini..." Yasmin memberikan dua buah cherry pada Samuel, Samuel menerima dengan senang.


"Dan ini sebagai ganti buah cherry yang kau berikan" Samuel memberikan boneka beruang yang memegang cherry pada Yasmin.


Entah mengapa wajah Yasmin terlihat snagat senang. Ia menerima boneka itu dan langsung meninggalkan Samuel.


"Tunggu! Ini..." Samuel memberikan dua buah paper bag berisi pernak pernik cherry pada Yasmin.


"Apakah ini sebuah sogokan?" tanya Yasmin curiga.


"Tidak, itu pemberian penggemarku. Aku tak biasa menyimpan barang-barang seperti itu" kata Samuel dengan angkuh, Yasmin melirik Samuel dengan kesal namun ia menerima paper bag pemberian Samuel.


Mereka pun berpisah tanpa menoleh satu sama lain. Yasmin membuka paper bag pemberian Samuel saat sudah sampai di apartemennya.


"Ya Tuhan ini semua sangat lucu" Yasmin mengeluarkan semua isi paper bag di atas meja.


Melisa melihat Yasmin dengan tatapan gembira karena Yasmin sangat ceria saat menatap benda-benda berbentuk cherry itu.


"Ini nona buah cherry anda" Melisa menaruh buah cherry yang dibeli Yasmin diatas meja.


"Terima kasih Mel" kata Yasmin tanpa menoleh, ia sibuk memilah-milah barang yang ada dihadapannya.


"Lihat ini, sangat lucu kan?" kata Yasmin sambil menunjukan sebuah gantungan ponsel yang sudah dia pasang diponselnya kepada Melisa, Melisa hanya mengangguk.


"Ini adalah pemberian dari ayah bayiku"


Wajah Melisa berubah menjadi heran, sepertinya Yasmin terbawa suasana mengatakannya.


"Ayah?" Melisa memastikan apa yang dikatakan Yasmin.


Yasmin gugup karena ia mengatakan hal yang tak perlu.


"Maafkan aku, aku lupa bahwa ayah dari bayiku sudah mati"

__ADS_1


__ADS_2