Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Bohong Bersama


__ADS_3

"Ya baiklah mami akan memastikannya sendiri nanti" ujar mami enteng.


Luna tersenyum usil, ia membayangkan Yasmin yang akan berpura-pura bahagia dengan Samuel didepan mami agar tetap terlihat baik.


"Aku akan mengantar mami ke tempat Yasmin bila mami ingin bertemu mereka" ujar Luna, ia sepertinya tak mau melewatkan momen berharga yang akan ditunjukan sahabatnya itu.


"Baik, antar mami besok pagi kesana"


Keesokan harinya, Luna dan mami berkunjung ke tempat Yasmin. Mami membawa beberapa hadiah untuk Sheryl dan Yasmin. Samuel belum berangkat syuting karena jadwal syutingnya agak sore.


"Selamat datang mami..." sambut Samuel sambil memeluk mami.


"Terima kasih Sam.." balas mami senang.


Luna melotot pada Samuel saat akan memeluknya.


"Mana Yasmin?" tanya mami sambil berjalan masuk.


"Ia sedang dikamar bersama Sheryl, sebentar lagi Yasmin akan keluar" ujar Samuel, ia duduk di sofa bersama mami sedangkan Luna masuk ke kamar Yasmin.


Yasmin baru selesai menyusui Sheryl, ia terlihat sedang mempersiapkan dirinya.


"Hai Yasmin.." Sapa Luna, ia duduk disamping box Sheryl dan menggoda bayi mungil itu.


"Apa yang ada dipikiranmu sehingga membawa mamimu ke sini?" Yasmin berkata dengan nada tidak suka.


"Mami penasaran dengan pernikahanmu dengan Samuel. Dia sangat menyayangi Sam. Kau tahu itu, dia ingin memastikan Sam menikah dan bahagia" ucap Luna enteng membuat Yasmin menghela napas panjang.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Berpura-pura baik dan seolah menjadi pasangan suami istri yang bahagia?" ujar Yasmin makin merasa teraniaya.


"Itu semua terserah padamu Yasmin, aku tak memaksamu untuk melakukan itu. Namun mami akan melakukan apapun untuk membuat Sam bahagia" tukas Luna membuat Yasmin harus berpikir dua kali untuk memperlakukan Samuel dengan buruk didepannya.


"Ya Tuhan... " Yasmin menghela napas lagi.


Samuel mengetuk pintu.


"Baby.. mami ingin bertemu denganmu" panggilnya mesra membuat Yasmin memicingkan matanya.


Luna terkekeh tanpa bersuara karena takut mami mendengar.


"Kau dengar itu, dia sudah memulai sandiwaranya. Baby... aaah apa itu.. panggilan yang sangat menggelikan" Yasmin merana, Luna makin senang menggodanya.


"Balaslah panggilan suami tercintamu, jangan biarkan mami menunggu lama" kata Luna dengan nada mengejek.


Yasmin mendengus kesal.

__ADS_1


"Iya baby, aku akan segera keluar" ucap Yasmin dengan suara dibuat selembut mungkin.


Luna makin terkekeh mendengar jawaban Yasmin. Ia seperti sedang menonton sebuah adegan drama rumah tangga. Yasmin keluar sambil menggendong Sheryl, Samuel langsung menghampirinya dan mencium kening Yasmin mesra.


Apa-apaan dia, belum apa-apa dia sudah berani menciumku..


Gerutu Yasmin dalam hati, Ia berusaha tersenyum semanis mungkin kepada mami.


"Yasmin, bagaimana kabarmu?" sapa mami sambil cipika cipiki dengan Yasmin.


"Aku baik mi.." jawab Yasmin, mami menoleh ke arah Sheryl yang sedang tertidur digedongan maminya.


"Sheryl sangat lucu, terakhir mami melihatnya dia masih sangat kecil" ujar mami bahagia, mami meminta untuk menggendong Sheryl.


Yasmin memberikan Sheryl kepada mami lalu duduk disebelah Samuel. Samuel melingkarkan tangannya di pinggang Yasmin, Luna yang melihat wajah Yasmin yang tak nyaman menjadi geli.


"Dugaan mami benar, kalian benar-benar serasi dan hidup dengan bahagia" ucap mami bangga.


"Betul mi, Yasmin sangat mencintaiku. Dia merasa sangat beruntung memiliki suami seperti ku" Samuel membanggakan diri, Yasmin mendengus pelan sambil melirik kesal kepada Samuel.


Luna mengulum bibirnya menahan tawa.


"Kau pasti sangat bahagia Yasmin" ucap mami sambil menoleh ke arah Yasmin, Yasmin hanya tersenyum merana.


"Mami ingin teh hangat.." ucap mami santai sambil bermain dengan Sheryl yang ada digendongannya, Luna disebelah mami ikut memperhatikan Sheryl.


"Kau juga Luna?" tanya Yasmin, Luna mengangguk setuju.


Yasmin berdiri dan hendak berjalan ke dapur. Samuel ikut bangun.


"Aku akan membantumu baby.." kata Samuel, Yasmin menatap geram kepada Samuel.


Samuel pura-pura tak melihat tatapan membunuh istrinya itu, ia santai saja berjalan sambil memegang pinggang Yasmin dengan mesra.


"Mami tak pernah menyangka mereka terlihat baik saat bersama" ucap mami senang, Luna mengangguk-angguk sambil tersenyum menahan rasa geli dalam dirinya.


Yasmin dan Samuel berada didapur, Samuel mengambilkan air panas dari termos.


"Jangan menyentuhku, Sam! Kau tahu aku bisa mencekikmu bila kau melakukannya lagi!" bisik Yasmin mengancam.


"Bagaimana bisa kita terlihat bahagia bila tak menyentuh satu sama lain? Aku tak keberatan kau menyentuhku dibagian manapun yang ada di tubuhku" jawab Samuel santai, Yasmin berdecak kesal.


"Tidak terima kasih, aku tidak berniat sama sekali melakukannya! Dan aku ingatkan sekali lagi jangan menyentuhku, itu sangat menjijikan!"


"Aku tak percaya kau berkata seperti itu, aku sudah beberapa kali memergokimu melihat tubuhku sampai hampir menetes air liur mu. Hahaha" Samuel terkekeh, wajah Yasmin memerah.

__ADS_1


"Itu hal yang tidak disengaja! Lain kali ganti baju ditempat yang tertutup agar aku tak bisa melihatmu!" Yasmin kesal.


Samuel menuangkan air panas ke dalam cangkir yang disiapkan oleh Yasmin, air itu tumpah ke celana Samuel.


"Awww... panas" teriak Samuel, Yasmin menjadi panik.


Luna dan mami terkejut mendengar teriakan Samuel. Mereka segera menghampiri Yasmin dan Samuel yang ada didapur.


"Ada apa Sam?" tanya mami heran.


Mata mami membulat dan langsung membalikan badannya, Luna menahan tawa. Yasmin sedang berjongkok didepan Samuel, ia meniup celana Samuel yang basah terkena air panas.


"Aduuh.. bisa kah kalian tenang sedikit saat melakukannya?" mami bergegas pergi sambil menutup pengelihatan Sheryl yang digendongnya.


"Kalian hebat.." ucap Luna senang sambil memberikan jempolnya lalu mengikuti langkah mami.


Yasmin dan Samuel heran, namun saat Yasmin sadar posisinya ia segera berdiri dengan wajah malu.


"Kita bisa melakukannya dikamar nanti" goda Samuel.


Yasmin mengambil teh yang sudah dibuatnya dan keluar dari dapur dengan perasaan tak menentu.


"Apa kalian sudah selesai?" tanya mami iseng membuat Yasmin bertambah malu.


"Maaf mami, Yasmin sering tak bisa menahan diri" ucap Samuel yang datang dari arah dapur membawa cemilan.


"Kalian masih pengantin baru, itu hal yang wajar" mami memaklumi apa yang terjadi.


"Ehm.. baby.. bisakah kita bicara sebentar di kamar?" ucap Yasmin sambil memaksakan senyumnya.


"Tentu saja baby.. Maaf mami kami tinggal sebentar" ucap Samuel, ia mengikuti langkah Yasmin masuk ke kamar.


Buk...


Yasmin memukul lengan Samuel dengan cukup keras.


"Kau membuatku terlihat seperti wanita yang mesum!" protes Yasmin kesal, ia terus memukul Samuel.


"Hahahaha.. aku hanya ingin kita terlihat lebih natural Yasmin" Samuel tertawa puas, ia senang Yasmin menyentuhmu walaupun dengan pukulan.


"Itu tidak terlihat natural tapi salah paham dan kau bukannya meluruskannya malah membuatnya menjadi terlihat nyata" ucap Yasmin sambil terus memukul Samuel.


Samuel menangkap tangan Yasmin dan merebahkannya di tempat tidur.


"Apa kau ingin hal tadi menjadi kenyataan?"

__ADS_1


__ADS_2