Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Rasa Penasaran


__ADS_3

Samuel menatap tajam kepada Yasmin, Yasmin berusaha melepaskan dirinya dari Samuel.


"Lepaskan aku Sam" seru Yasmin dengan nada kesal.


Samuel membentangkan tangan Yasmin, ia mendekatkan wajahnya ke Yasmin dengan tatapan menggoda. Yasmin menoleh ke arah lain dan menutup matanya untuk menolak Samuel.


"Ya Tuhan, untuk mencium istriku sendiri aku harus sangat berusaha keras bahkan mendapatkan penolakan secara terang-terangan" ucap Samuel, ia melepaskan tangan Yasmin.


"Jangan pernah lakukan hal itu lagi Samuel!" bentak Yasmin sambil mendorong tubuh Samuel.


Dengan cepat Samuel menangkap lagi tangan Yasmin dan langsung mencium bibir Yasmin dengan mesra. Karena ciuman itu sangat dalam Yasmin jadi mengikuti alur permainan Samuel.


Tok tok tok..


Luna mengetuk pintu, ia dan mami hendak pulang. Yasmin tersentak dan mencoba melepas ciuman Samuel, namun Samuel tetap menahan badan Yasmin agar berada didekatnya. Rasanya ia tak mau mengakhiri tautan itu dan menginginkan yang lebih.


Yasmin menginjak kaki Samuel.


"Aduh..." Samuel merintih sambil memegang kakinya, Yasmin segera membuka pintu.


"Yasmin aku... Ehem.. maaf sepertinya aku mengganggu" ucap Luna saat melihat rambut Yasmin yang acak-acakan.


Yasmin terkejut dan membereskan rambutnya dengan cepat, ia lalu keluar dari kamar.


"Yasmin, maaf kami tak bisa berlama-lama. Luna akan meeting di hotel" kata mami dengan wajah menyesal.


"Tidak apa-apa mami, maafkan aku tak bisa menemani kalian tadi. Aku..."


"Yasmin dan Samuel sedang program adik untuk Sheryl mi" Luna memotong kata-kata Yasmin, Yasmin melotot pada Luna.


"Begitukah? Sheryl masih terlalu kecil untuk punya adik, tapi itu semua terserah pada kalian" mami memberikan Sheryl pada Yasmin.


"Iya mi" Yasmin menjawab sambil memaksakan senyumannya.


Samuel keluar dari kamar, kakinya masih sakit karena Yasmin menginjaknya dengan sekuat tenaga.


"Kenapa dengan kakimu Sam?" tanya mami khawatir karena Samuel berjalan agak pincang.


"Tidak apa-apa mi, hanya tadi Sam terpeleset sedikit di kamar mandi" ucap Samuel sambil melirik Yasmin.


"Kau harus lebih berhati-hati Sam. Yasmin obati suamimu, bila perlu ajak dia ke dokter untuk memastikan kondisinya" pesan mami, Yasmin mengangguk dengan terpaksa.


"Tenang saja mi, hanya terpeleset. Aku bukan diinjak oleh seekor gajah" jawab Samuel membuat mata Yasmin membulat karena kesal.


"Kau bisa saja, mana ada gajah di dalam apartemen" mami memegang lengan Samuel sambil tertawa.

__ADS_1


Luna menahan gelinya, dia sudah sangat paham dengan sifat Yasmin. Ia menduga Yasmin lah yang menginjak kaki Samuel dan dugaannya tak meleset.


♥️♥️♥️


Erika dan Jiraiya mampir ke kedai, mereka ingin melihat perkembangan bisnis yang sedang dijalani oleh Bobby dan Rey.


"Ayah mau kopi?" Ujar Bobby.


Jiraiya mengangguk.


"Berikan aku coklat hangat honey" ucap Erika.


"Baiklah kalian tunggu disini"


Bobby berjalan ke tempat pembuatan kopi, dia cukup ahli membuatnya.


"Lihat itu ayah, Bobby terlihat sangat terampil membuat kopi. Wajahnya bertambah tampan saat fokus seperti itu" puji Erika sambil memperhatikan suaminya.


"Ya kau benar, saat ini dia sudah berubah menjadi seorang pria dewasa. Sangat berbeda dari pria yang aku temukan pertama kali" kata Jiraiya ikut memperhatikan Bobby.


"Ceritakan padaku, bagaimana awal kalian bisa bertemu" ujar Erika, selama ini ia belum pernah menanyakan hal itu pada ayahnya.


"Ayah bertemu dengan Bobby secara tidak sengaja, kami ditemukan oleh takdir kehidupan yang keras. Ia sudah dibuang oleh keluarganya karena sikapnya yang buruk..." Jiraiya memulai ceritanya, Erika memperhatikan dengan seksama.


"...bahkan saat Bobby koma karena tertabrak dan cukup lama pingsan, orang tuanya sudah tidak perduli padanya. Ia menangis menyesali perbuatannya.."


"Bukan hal yang mudah untuk Bobby sampai di titik saat ini" Jiraiya mengakhiri ceritanya.


"Aku tak menyangka Bobby yang suka bertindak seenaknya pernah berada dititik seperti itu" Erika seperti berpikir.


Rey menghampiri Jiraiya dan Erika untuk menyapa.


"Kalian terlihat sangat bagus saat bersama seperti ini" puji Rey, Erika tersenyum sambil menggenggam tangan ayahnya.


"Apa kalian sedang membicarakan Bobby?" ucap Rey sambil melihat ke arah Bobby yang sibuk membuat kopi.


Erika mengangguk.


"Aku ingin tahu bagaimana ayah bisa bertemu dengannya. Aku sudah hampir setahun menjadi istri Bobby tapi tidak tahu mengenai hal itu" kata Erika.


"Bobby sudah menceritakanny dari awal kami bertemu lagi. Ya itu cukup lama, 7 tahun kami terpisah dan bertemu lagi disini" Rey ikut bercerita.


"Ehm.. apakah Bobby pernah memiliki kekasih selain aku?" tanya Erika ragu.


Rey menelan ludahnya pelan, ia takut salah menjawab.

__ADS_1


"Kau pasti tahu sesuatu kan Rey?" Erika menjadi curiga karena Rey seperti menutupi sesuatu.


"Hahaha.. Bisakah kita membicarakan hal lain?" Rey berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Jawab aku.. Karena waktu itu Bobby pernah mengatakan cintanya tak terbalas. Apakah akhirnya dia dan wanita itu menjalin hubungan?" Erika bertambah gencar bertanya.


Ya Tuhan... Bobby cepatlah selesaikan kopi yang kau buat dan tolong aku dari pertanyaan istrimu ini...


Keluh Rey dalam hati, karena ia tahu bila Bobby tidak menceritakannya pada Erika sampai saat ini. Itu artinya Bobby ingin merahasiakannya.


"Emm... kenapa kau ingin mengetahui hal itu Erika?" tanya Rey hati-hati.


"Aku hanya ingin tahu, seperti apa wanita yang pernah menolak suamiku. Pastinya dia wanita yang cantik dan berkelas" ucap Erika yakin.


"Oh.. bisa saja begitu.." Rey menjawab sekenanya, ia takut salah bicara.


"Kalian membicarakan aku?" Bobby datang dengan secangkir kopi dan secangkir besar coklat hangat.


Erika mendengus kesal, ia belum mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya. Namun Bobby tak akan mau memberi tahunya.


"Tidak, duduklah bersama kami Bobby. Ayah sudah lama tidak berbicara ringan denganmu" ucap Jiraiya.


Dengan senang hati Bobby duduk di sebelah Erika. Hal itu menjadi celah untuk Rey menjauh dari meja mereka.


Kenapa Rey pergi? Apakah dia akan merahasiakannya juga seperti Bobby?


Pikir Erika. Erika yakin Rey pasti tahu siapa wanita itu namun dia tak mau memberi tahunya.


"Emm.. Ayah, honey aku ingin ke kamar kecil" ucap Erika saat melihat ayah dan suaminya sedang bersenda gurau.


"Apa kau mau aku antar darling?" Bobby menawarkan diri.


"Oh.. tidak perlu honey, kau temani saja ayah disini. Aku tak akan lama" Erika berusaha mengelak.


"Baiklah.."


Erika berjalan ke arah kamar kecil yang berdekatan dengan pintu masuk pegawai ke dapur.


"Rey..." Erika menarik tangan Rey dengan cepat.


"Ada apa Erika?" tanya Rey heran, karena Erika sampai mengikutinya.


"Ceritakan padaku siapa wanita itu. Aku benar-benar penasaran" kata Erika tanpa basa basi.


"Wanita apa?"

__ADS_1


"Wanita yang pernah menolak Bobby. Katakan padaku siapa wanita itu? Apakah aku mengenalnya?"


__ADS_2