Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Tak Berkutik


__ADS_3

Luna merasa sangat merindukan Rey, malam itu ia melakukan panggilan video. Perbedaan waktu antar negara selama 3 jam lebih cepat negara tempat Luna berada.


"Sweety.."


"Hubby, aku merindukanmuuuu" ucap Luna sambil memanyunkan bibirnya seperti minta dicium.


"Ya aku juga merindukanmu, bagaimana pekerjaan mu disana?"


"Berjalan dengan baik, besok masih ada satu jadwal meeting dengan klien ku disini setelah itu aku akan langsung kembali ke sana"


"Aku tak sabar menunggumu pulang"


"Bagaimana dengan terapi mu? Apakah sudah ada perkembangan lagi?"


"Aku sudah bisa menggerakkan dua jariku, namun masih sangat sulit rasanya"


"Sabarlah hubby, sebentar lagi semuanya akan kembali normal"


"Aku juga berharap begitu"


"Aku mendengar dari pengawalku bahwa mami datang ke apartemen, apakah mami membuat masalah?"


Wajah Rey mendadak gugup, ia takut berbohong namun lebih menakutkan lagi jika ia jujur.


"Haii nona, maaf mengganggumu dan tuan Rey. Tapi aku baru saja selesai memasak untuk tuan Rey" Tiba-tiba Bobby ikut muncul dilayar bersama Rey.


Bobby yang paham situasi Rey berusaha mengalihkan suasana.


"Jagalah Rey dengan baik, pastikan makanan yang kau masak itu bisa dimakan oleh suamiku. Ingat itu Bobby!" ujar Luna agak ketus.


"Hehehe siap nona, kau tak perlu khawatir. Aku menjaganya seperti baby sitter menjaga seorang bayi"


Rey memandang sebal kepada Bobby.


"Apa katamu? Bayi? Pulang saja sana" ucap Rey kesal, Bobby tertawa terbahak-bahak.


Luna tersenyum melihat persahabatan mereka.


"Ya sudah aku mau istirahat hubby, sampai bertemu besok"


"Bye"


Luna menutup telponnya, Rey memukul lengan Bobby dengan kesal. Bobby bisa menghindar dengan cepat dan tertawa lepas.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Pagi itu ada yang menekan bel apartemen Luna, Bobby yang baru terbangun membuka pintu dengan malas.


"Dimana Rey?" Mami langsung menerobos masuk, Bobby mengucek matanya memastikan ia tidak salah melihat.


"Tuan Rey ada di kamar nyonya" jawab Bobby gugup, semalam ia dan Rey begadang.


Bobby belum sempat membersihkan sisa kulit kacang yang ada di meja ruang tamu.


"Sepertinya kau habis berpesta semalam" sindir mami, Bobby segera mengambil tempat sampah dan membersihkan meja.


Mami mengetuk pintu kamar, Rey membuka pintu. Ia sudah mandi dan ganti pakaian.


"Apakah kau sudah tahu mami akan datang?" tanya mami heran.


Rey terkejut dan menggeleng, pagi ini ia seperti diberikan petunjuk untuk bangun pagi dan mandi.


"Bagaimana bisa kau sudah mandi dan rapih sedangkan perawat mu itu baru bangun tidur?" Mami melirik Bobby yang baru keluar dari kamar mandi untuk membasuh wajahnya, Bobby menoleh ke mami dan memberikan senyuman yang manis.


"Ada apa mami datang pagi ini?" tanya Rey, ia ingin mengalihkan perhatian mami dari Bobby.


"Ayo kita ke tempat Yasmin untuk mengukur badanmu, mami mau semuanya sempurna. Saat Luna datang Yasmin harus sudah mulai membuat gaun dan jas pengantinnya"


Rey mengerutkan alisnya, mudah sekali mami berubah pikiran dan memutuskan sesuatu.


"Cepatlah, aku sudah berjanji pada Yasmin untuk datang pagi ini" seru mami.


"Biarkan aku pergi bersama Bobby mi, kita akan bertemu di galeri Nona Yasmin"


"Jangan memanggilnya nona, dia adalah sahabat Luna kau sepadan dengannya sekarang!" bentak mami.


"Baik mi" Rey terdiam.


Bobby menahan tawa melihat wajah Rey yang pucat habis dibentak mami.


"Bobby cepat, kau sangat lambat seperti wanita yang sedang berdandan" Bobby juga terkena semprotan mami pagi itu.


"Siap nyonya" Bobby mengganti pakaiannya cepat.


Mami segera keluar dari apartemen menuju tempat mobilnya diparkirkan. Rey dan Bobby pun berjalan dibelakang mami. Mereka melaju dengan mobil yang berbeda.


"Selamat datang nyonya"


Pegawai Yasmin menyambut kedatangan mereka, tak lama Yasmin keluar dari ruangannya dan ikut menyambut mami. Matanya melirik sinis kepada Bobby.


"Terima kasih Tante Lauren sudah mengajakku dalam persiapan resepsi pernikahan Rey dan Luna" ucap Yasmin, ia berusaha terlihat ceria dan tak ada masalah dengan Rey maupun Bobby.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, hari ini Tante datang dengan Rey agar kau bisa mengukurnya" ucap mami sambil memegang lengan Rey.


Yasmin tersenyum senang, dia bisa mengambil kesempatan untuk menyentuh Rey.


"Maaf nyonya, biar saya yang mengukur tubuh tuan Rey. Nona Luna pasti tidak suka bila suaminya disentuh wanita lain" ujar Bobby membuat wajah Yasmin berubah menjadi cemberut.


"Ya kata-katamu ada benarnya. Apa kau bisa melakukannya?" tanya mami tak percaya.


Bobby menggaruk kepalanya dan menggeleng, ia melihat salah seorang pegawai Yasmin yang pria.


"Bagaimana bila pria itu yang mengukurnya?" Bobby menunjuk pria yang bergaya feminim.


Yasmin menghentakkan kakinya karena kesal. Mami tidak menyadari kekesalan Yasmin tersebut, ia memanggil pria feminim itu.


"Siapa namanya Yasmin?"


"Namanya Jinny Tante" ucap Yasmin menahan rasa kesalnya


"Apakah dia bisa mengukur Rey?"


"Tentu saja bisa, tapi biarkan aku yang melakukannya. Aku ingin turun tangan langsung dalam pembuatan pakaian pengantin Luna dan Rey" Yasmin tersenyum semanis mungkin untuk meyakinkan mami.


"Baiklah, kau boleh mengukurnya asal jangan menyentuhnya" mami menjawab sambil berjalan ke sebuah ruangan yang ditunjukan oleh Yasmin.


"Iya Tante, aku berjanji tidak akan menyentuhnya" ucap Yasmin agak kesal.


Yasmin mulai mengukur Rey, Bobby membantunya karena Rey belum bisa menggerakkan tangan kirinya dengan baik. Bila Yasmin mulai ingin menyentuh Rey, Bobby dengan sigap menangkap tangan Yasmin dan menggeleng.


Tanpa ada kesempatan apapun untuk menyentuh Rey, Yasmin menyelesaikan pengukuran badan Rey. Ia menghela napas panjang.


"Baiklah sekarang ukur aku, aku juga ingin mengenakan gaun yang cantik untuk pernikahan putriku"


Yasmin memaksakan senyumannya dan mengukur mami. Setelah selesai semuanya, Rey dan Bobby pamit duluan.


"Aku percaya padamu Yasmin, jangan membuatku kecewa dengan design yang buruk. Hasil karyamu akan menjadi sorotan pada hari pernikahan Luna nanti" ucap mami, Yasmin mengangguk pasti.


"Baiklah, aku harus kembali. Bila sudah selesai kau bisa menghubungi Luna dan Rey untuk mencoba pakaian mereka"


Yasmin mengangguk lagi dan tersenyum, tangan kirinya berada di bawah mejanya meremas kertas dengan kesal.


Sementara itu, Rey meminta Bobby mengantarnya ke sebuah toko bunga. Ia membeli banyak bunga Lily putih, Bobby melihatnya dengan heran.


"Apa kau akan memberikan bunga itu untuk nona?"


"Ya kau benar, bantulah aku membawanya" Ujar Rey, ia meminta penjual bunga untuk menyerahkan bunga-bunga itu kepada Bobby.

__ADS_1


"Kenapa kau memberikan bunga Lily? Bunga mawar merah adalah tanda cinta" ucap Bobby sambil memegang sekuntum bunga mawar.


"Bunga mawar adalah bunga yang indah namun itu sudah sangat biasa. Aku ingin memberikan sebuah hal yang istimewa untuk wanita teristimewa dihidupku"


__ADS_2