
Pembaca yang aku sayangi, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya ku, boleh banget kasih kritik dan saran di kolom komentar ya biar aku tambah semangat UP 🥰🥰🥰
Setelah tiga hari, Jiraiya sudah diperbolehkan pulang, Bobby menjemputnya atas perintah Luna. Ia duduk dikursi supir dan Erika duduk bersama ayahnya dibelakang, suasana terasa sangat canggung.
"Mulai hari ini kau tinggalah bersama ayah" kata Jiraiya sambil memegang tangan Erika, Erika melihat ke arah tangan ayahnya lalu menatap ayahnya sambil tersenyum.
"Terima kasih ayah"
"Bila kau menikah dengan Bobby juga ayah ingin kalian tinggal di rumah ayah saja, kau tidak keberatan kan Bobby?"
Mata Erika terbelalak, ia menunggu respon dari Bobby. Bobby terdiam dan berpikir.
Sepertinya tuan Jiraiya tidak tahu bila aku dan Erika sudah tidak bersama lagi..
Ia bergumam dalam hati.
"Baik tuan" jawab Bobby singkat pada akhirnya, Erika menghela napas panjang.
Suasana hening seketika, Jiraiya merasa ada yang tidak beres dengan hubungan keduanya. Mereka tidak saling melempar senyuman dan candaan. Namun Jiraiya memilih diam karena dia tidak mau terlalu ikut campur hubungan anaknya.
♥️♥️♥️
Hari yang ditunggu datang, Luna dan Rey menjalankan rencana mereka. Bobby dan Erika diberitahukan bahwa mereka akan berkumpul langsung didepan taman hiburan sedangkan yang lain berkumpul direstauran.
"Hari ini kita akan ke water park, karena perubahan destinasi kita ini maka sebelumnya aku akan mengajak kalian untuk membeli pakaian renang" ujar Luna membuka acara.
"Kalian semua silakan naik ke dalam bis" James memberi instruksi dan mengabsen para pegawai yang datang, beberapa membawa anggota keluarganya untuk ikut.
Mereka memulai perjalanan menuju waterpark. Sementara itu Bobby melihat teman-temannya yang akan berangkat menggunakan bis dari restauran di kejauhan, sepertinya Luna lupa kalau Bobby bukanlah orang yang mudah dikelabui.
"Apa rencanamu nona?" gumam Bobby, ia tetap mengikuti perintah Luna untuk pergi ke taman hiburan.
Bobby sampai di taman hiburan, matanya terbelalak melihat Erika yang cantik mengenakan celana pendek blue jeans dengan kaos lengan panjang berwarna pink dengan gambar pelangi. Rambutnya di kuncir berbentuk ekor kuda dengan poni menjuntai dan menggunakan sedikit riasan.
"Apa yang lakukan disini?" tanya Bobby sambil mengalihkan pandangannya dari Erika yang memang terlihat berbeda.
"Aah.. kau.. Aku menunggu yang lainnya disini. Sudah pukul 8 dan mereka belum ada yang berkumpul" jawab Erika sambil melihat ke arah jam tangannya dengan wajah polos.
"Mereka tidak akan datang ke sini, ayo kita masuk saja" ujar Bobby sambil berjalan masuk ke taman hiburan.
__ADS_1
Erika melihat heran ke arah Bobby, namun ia mengikuti langkahnya. Bobby membeli tiket masuk dan memberikan satu lembar untuk Erika.
"Kenapa mereka tidak datang?" Erika masih belum paham apa yang terjadi.
"Mereka mengubah lokasi liburannya ke water park, sedangkan aku dan kau akan liburan disini berdua. Ini adalah rencana sempurna yang nona siapkan untuk kita" Bobby tersenyum miris, ia menundukkan wajahnya.
"Nona Luna yang melakukan semua ini?" Erika terkejut wajahnya memerah.
"Jujur saja aku sudah tidak bisa bersamamu lagi nona Erika, kita berada di dunia yang sangat jauh berbeda saat ini" ucap Bobby, ia menoleh ke arah Erika dan memaksakan senyumannya.
Erika terdiam, ia menunduk menahan sesak di dadanya.
"Jika memang ini adalah momen terakhir kita bisaa bersama-sama, izinkan aku membuat kenangan bahagia denganmu" Erika mengulurkan tangannya meminta Bobby menggenggamnya.
Bobby menutup wajah dengan satu tangan sambil tangan lainnya meraih tangan Erika lalu mereka berjalan memasuki taman hiburan.
"Ayo kita naik wahanaa itu!" seru Erika menunjuk roller coaster.
Erika menarik tangan Bobby untuk mengikutinya, Bobby pasrah mengikuti setiap langkah Erika.
"Apakah kau keberatan bila aku ingin masuk ke istana Hello Kitty?" tanya Erika penuh harap, Bobby menggaruk kepalanya ragu lalu ia mengangguk dengan terpaksa.
"Say cheese!!!" Erika mengambil foto selfie bersama Bobby.
Bobby melihat Erika dengan wajah sedih, banyak penyesalan terselip disana. Ia sangat malu pada Erika.
"Aku lapar, ayo kita makan siang" ajak Erika, ia memilih salah satu restauran hamburger cepat saji dan memesan dua buah cheese burger dengan extra keju.
Bobby melihat ke arah luar restauran ini sambil termenung, ia tak tahu apakah yang dilakukannya ini benar atau salah.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Erika sambil membawa nampan berisi hamburger, kentang goreng dan minuman soda.
"Tidak ada" jawab Bobby, ia meluruskan duduknya menghadap Erika.
"Hari ini cukup menyenangkan, aku senang berada disini bersama denganmu" ucap Erika sambil tersenyum lalu menoleh ke arah lain, ia takut air matanya menetes karena terlalu bahagia namun ia sadar hanya untuk sementara.
"Bagus lah kalau begitu" Bobby menjawab singkat sambil memakan kentang goreng.
"Bagaimana kalau setelah ini kita naik kuda-kudaan?" ucap Erika sambil memaksakan senyumnya.
__ADS_1
Ada saus diujung bibirnya, Bobby memberitahu Erika dengan menyentuh sisi buburnya sendiri. Erika terkejut mencoba membersihkan saus itu namun tidak berhasil karena ia panik. Bobby menghela napasnya, lalu dengan jarinya ia mengelap saus itu dari bibir Erika.
"Terima kasih" ucap Erika lirih sambil menunduk.
Aku harus bisa bertahan, ini adalah kesempatan terakhirku!!!!
Semangatnya dalam hati. Ia menaikan wajahnya dan tersenyum kepada Bobby.
"Selesaikan makan siangmu, setelah ini masih banyak wahana yang ingin aku naiki" ucap Erika bersemangat lagi.
Bobby hanya tersenyum melihat semangat Erika, ia menyuap hamburgernya dengan lahap.
"Mungkin lain kali kita bisa makan pizza" ucap Bobby, ia tersadar mengatakan hal yang tidak perlu.
Bobby memalingkan wajahnya dari Erika, ia kelepasan mengatakan hal yang ingin dilakukannya.
"Oke, aku juga suka pizza" Erika menanggapi kata-kata Bobby dengan senyuman.
Bobby berdiri dari duduknya dan keluar terlebih dahulu, Erika segera menghabiskan makanannya dan mengejar Bobby sambil membawa dua minuman sodanya.
"Ini punyamu" Erika memberikan satu cup minuman soda kepada Bobby.
Bobby menerimanya dan berjalan beriringan dengan Erika sambil minum. Tak ada kata-kata yang terucap dari mulut keduanya.
"Terima kasih untuk hari ini" Kata Erika saat mereka berdua sudah berada di luar taman hiburan.
"Ya sama-sama" ucap Bobby singkat, ia membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Erika.
Erika masih ingin mengatakan sesuatu kepada Bobby, ia berlari mengejar Bobby namun ia terjatuh dan kakinya terkilir.
"Apa kau baik-baik saja?" Bobby terlihat khawatir, ia melihat ke arah kaki Erika yang memerah.
Erika hanya menggeleng sambil meringis kesakitan. Bobby langsung menggendong Erika dipunggungnya. Saat Bobby akan memasukan Erika ke mobil...
Braak..
Erika menutup kembali pintu mobil itu, ia menolak masuk.
"Aku ingin kau berjalan kaki dan mengantarkan aku ke rumah ayah"
__ADS_1