Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Keinginan Luna


__ADS_3

Samuel menghentikan langkahnya, ia mengambil kunci mobil dari tangan Gio. Ia berlari ke mobilnya dan melajukan mobilnya, Samuel berusaha menghubungi Yasmin namun tak ada jawaban dari Yasmin yang tertidur selama perjalanan menuju galerinya.


"S**l!!! Dimana dia sekarang!" keluh Samuel, ia hanya tahu apartemen dan galeri Yasmin.


Samuel mengarahkan mobilnya ke apartemen Yasmin dan setelah sampai disana Yasmin dikatakan belum pulang oleh security disana. Dengan tergesa-gesa Samuel kembali ke mobilnya dan ia melaju ke galeri Yasmin.


Yasmin baru saja sampai di galerinya, ia melihat ponselnya. Ada 10 kali panggilan tak terjawab dari Samuel, ia menatap heran ke ponselnya namun ia tetap enggan menghubungi Samuel.


"Bila dia memang membutuhkanku maka ia akan menelponku lagi" pikir Yasmin, ia masuk ke dalam galerinya kemudian menuju ruang kerjanya.


Luna mengirimkan pesan singkat pada Yasmin.


Kau ada dimana? Aku ingin memberikan cherry padamu


Wah terima kasih Luna, aku baru sampai galeriku. Datanglah segera..


Yasmin tersenyum melihat perhatian Luna padanya. Ia kembali sibuk membuat design untuk beberapa koleganya.


Brak...


Pintu ruangan Yasmin dibuka dengan kasar, Samuel datang dengan wajah penuh peluh.


"Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu tuan?" sindir Yasmin kesal.


"Apa ini perbuatanmu?" ujar Samuel sambil memberikan kertas yang ia temukan disaku celananya.


Yasmin hanya melirik kertas itu dan tidak mau menyentuhnya.


"Aku tidak punya waktu untuk melakukan hal itu" jawab Yasmin enteng.


Samuel duduk didepan meja Yasmin sambil mengusap kasar wajahnya.


"Semalam aku dihantui oleh suara bayi dan sekarang ada orang yang memasukan kertas ini disaku celanaku!!" seru Samuel kesal.


Yasmin hanya menghela napas panjang sambil melihat aneh pada Samuel.


"Kenapa kau berpikir aku pelakunya!"


"Emmm.. aku tak punya petunjuk lain. Aku baru saja bertemu denganmu tadi distudio, bisa saja saat itu kau menaruhnya dicelanaku" Samuel memberi alasan yang cukup masuk akal.


"Aku didekatmu saat kau menggunakan celana untuk pemotretan, dan sekarang kau sudah berganti celana yang lain b***h!" maki Yasmin.

__ADS_1


Samuel baru ingat lalu ia menarik napas dalam-dalam.


"Aku frustasi!" kata Samuel.


Ia menceritakan kejadian yang dialaminya dari kemarin sampai hari ini. Yasmin hanya mengangguk-angguk namun ia sebenarnya ia malas menanggapi Samuel.


"Baiklah! Aku sudah memutuskan!" kata Samuel tiba-tiba.


Yasmin menatap Samuel heran.


"Aku akan menikahimu!" kata Samuel lagi, Yasmin terbelalak dan tertawa.


"Kau pikir aku mau menikah denganmu? Ahahaha jangan bermimpi!" ujar Yasmin kesal.


Luna yang datang dan mendengar kata-kata Samuel langsung masuk ke dalam karena pintu tidak ditutup oleh Samuel saat masuk.


"Kau harus menikahinya Yasmin!" ucap Luna langsung menatap Yasmin serius.


"Luna..." Samuel terkejut Luna datang tiba-tiba, ada rasa malu diwajahnya.


"Lebih baik aku mati daripada harus menikah dengan pria pengecut seperti dia!"


"Jangan menentukan masa depanku Luna!!!" teriak Yasmin.


"Kau yang menentukan masa depanmu sendiri! Pikirkan baik-baik Yasmin, bagaimana anakmu melihat teman-temannya bersama ayah dan ibunya sedangkan dia harus meratapi nasib tak memiliki ayah karena keegoisan ibunya!" Luna dan Yasmin jadi bertengkar, Samuel bingung harus melakukan apa.


Yasmin terdiam, ia seperti kesal namun memikirkan apa yang Luna katakan.


"Aku malas berdebat denganmu! Ini..." Luna meletakan cherry yang dibawanya lalu keluar dari ruangan Yasmin, pegawai Yasmin berkerumun di depan ruangan Yasmin dan Luna melototi mereka lalu mereka bubar.


Samuel menutup pintu ruangan Yasmin.


"Ayolah kita menikah saja" kata Samuel lagi.


"Tidak! Sebaiknya kau keluar!" usir Yasmin, Yasmin merasakan keram diperutnya.


"Cepat keluar!!!" usir Yasmin lagi.


Samuel keluar dengan terburu-buru. Ia bertemu Luna diluar.


"Ingat Sam! Kau harus berjuang agar Yasmin mau menikah denganmu dan satu hal lagi yakinkan dirimu untuk benar-benar menerima mereka berdua dalam hidupmu bukan hanya karena kau takut hantu!" ucap Luna lalu masuk ke.mobilnya dan pergi.

__ADS_1


Samuel mendengus kesal, alasannya menikahi Yasmin hanya karena ia tak mau dibayang-bayangi rasa bersalah saja. Tak ada rasa cinta dan kasih sayang dirinya, apalagi bila ia mengingat reputasinya yang akan hancur dengan pernikahan ini.


♥️♥️♥️


Luna berkunjung ke restauran, ia ingin bertemu dengan Rey dan mengajaknya ke rumah sakit untuk mengecek rahimnya. Ini sudah tiga bulan semenjak kuret yang dilakukannya, saat ini ia sudah bisa mulai mempersiapkan diri untuk berbagai pemeriksaan menjelang hamil kembali.


"Aku merasa sangat takut dengan pemeriksaan ini hubby" kata Luna sambil menggenggam erat jemari Rey.


"Tenanglah sweety apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu. Aku mencintaimu" hibur Rey membuat Luna tersenyum.


"Aku juga mencintaimu. Hanya saja ada sedikit kekhawatiran dalam diriku, bagaimana bila aku tak bisa hamil? Atau bagaimana bila rahimku bermasalah? Atau..." Rey mengguncang tangan Luna pelan.


"Kita akan menghadapi ini bersama, Jagan mengkhatirkan apapun" Luna menghela napas sambil menatap Rey dengan penuh haru.


"Aku bersyukur kepada Tuhan kau adalah suamiku" kata Luna, ia meletakan tanga Rey dipipinya.


"Aku lah yang harus bersyukur memiliki istri yang luar biasa sepertimu. Awalnya aku sangat takut bila kau hamil lagi dan merasakan sakit seperti kemarin namun melihat tekadmu yang kuat, aku menjadi sangat beruntung memiliki istri seperti mu"


Tak lama mereka sampai dirumah sakit, Luna berpegangan erat dengan Rey. Ia ingin menghilangkan semua rasa takutnya.


"Selamat sore nyonya Luna, tuan Rey. Silakan duduk" sapa Dokter.


"Selamat sore dok"


"Baik nyonya, hari ini kita akan melakukan pemeriksaan dasar untuk proses kehamilan kembali. Tuan Rey akan diperiksa diruangan lain untuk pemeriksaan suami"


Seorang perawat pria masuk ke ruangan dokter dan mengajak Rey keluar.


"Jangan takut semuanya akan baik-baik saja" Rey menenangkan Luna sebelum keluar dengan perawat pria itu.


Luna mengangguk ragu, ia seperti tak mau melepaskan genggaman tangan Rey. Dokter meminta Luna merebahkan dirinya di ranjang dan memulai pemeriksaan.


"Hem..." ucap dokter sambil mengangguk-angguk.


Luna merasa sangat gugup, ia berkeringat banyak karena takut. Dokter meminta Luna untuk duduk kembali.


"Sepertinya kondisi nyonya saat ini masih kurang baik, jaringan endometrium sedikit lambat mengalami pemulihan. Hal ini membuat proses kehamilan bisa bertambah lama dari waktu yang kami perkirakan" ucap dokter membuat Luna menunduk sedih.


"Apakah ada hal yang bisa dilakukan agar saya bisa segera hamil dok?" tanya Luna dengan suara lirih, dokter menggeleng dan membuka kacamatanya.


"Kemungkinan nyonya bisa hamil paling cepat 1 tahun kedepan"

__ADS_1


__ADS_2