Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Duel Sebenarnya


__ADS_3

"Duel?" Erika heran.


"Ya.. tuan Sam tak terima aku memeluk nona Yasmin secara tidak sengaja. Dia mengajakku berduel" Bobby tersenyum usil.


"Duel berkelahi maksudmu?" Erika kurang setuju, ia tak suka Bobby memukul orang lain.


"Entahlah, dia tak mengatakan apapun. Namun sepertinya menarik" kata Bobby sembari tertawa kecil.


"Kau tak perlu berkelahi dengannya, bisa saja kau duel yang lainnya kan. Misalnya melakukan yang aneh seperti di televisi-televisi tanpa harus saling memukul" Erika memberikan ide.


"Itu ide yang tak buruk, tapi aku kurang bisa melakukan sesuatu yang aneh" ujar Bobby sambil berpikir.


"Kau tidak boleh menentukan duel yang hanya menguntungkan dirimu sendiri. Aku akan melakukan sesuatu untuk duel ini" Erika bersemangat.


"Tapi bila dipikir-pikir apa untungnya aku melakukan duel ini?" ujar Bobby heran.


"Tak apa Honey, setidaknya jangan tolak tantangan tuan Sam. Dia sangat mencintai kak Yasmin, dia pasti ingin terlihat keren dimatanya" Erika bisa membaca pikiran b***h Samuel.


"Aku yakin dia tak bisa tidur saat ini memikirkan duel denganku Hahaha" Bobby tertawa puas.


♥️♥️♥️


Pagi itu Bobby menelpon Samuel, memberitahunya lokasi duel yang sudah ia tentukan. Samuel menelan ludahnya pelan mendengar tempat yang Bobby tentukan, sebuah gudang tempat ia pernah menyulik Erika dan diculik Bobby.


"Apa tempat itu benar-benar membawa kesialan untukku?" kata Samuel sambil bergidik ngeri.


Yasmin penasaran dengan Samuel yang berdiri didepan pintu sambil menatap layar ponselnya nanar.


"Siapa yang menelpon?" tanya Yasmin.


"Bobby.." jawab Samuel lirih.


"Hahahaha... apa katanya? Apa dia menerima tantanganmu?" Yasmin sangat bersemangat.


"Bukan hanya menerima tapi dia sudah menentukan tempatnya" Samuel merana saat mengatakannya.


Yasmin mengangguk-angguk sambil menepuk-nepuk bahu Samuel.


"Berjuanglah Sam, aku akan menontonmu dengan sorak-sorai yang paling meriah" Yasmin tertawa.


Samuel mengusap wajahnya kasar, ia tak mungkin mundur.


"Sudahlah bila kau memang tak ingin berduel dengan Bobby, ini... telpon dia dan bilang kau menyerah" Yasmin menyerahkan ponselnya kepada Samuel.


Samuel menatap ponsel itu, ia menimbang-nimbang dengan hati-hati. Samuel tak ingin salah mengambil keputusan, namun saat Samuel menatap Yasmin.

__ADS_1


"Tidak... aku akan tetap berduel dengannya. Demi harga diriku dan pembuktian rasa cintaku padamu" Samuel menjadi menggebu-gebu.


"Jangan menyesali keputusanmu ini Sam" ujar Yasmin menarik kembali ponselnya dan menaruhnya di meja.


Sementara itu, Erika dan Luna sedang mempersiapkan sesuatu. Bobby hanya diberitahu tempat pelaksanaan tanpa tahu apa yang akan dilakukan disana. Bobby menunggu Erika di ruang tamu apartemen Luna bersama Rey.


"Ini akan menjadi menarik, kau benar-benar akan melakukannya?" tanya Rey masih agak ragu.


"Ya.. karena Erika yang memintanya. Dia ingin aku membantu tuan Sam mendapatkan perhatian dari nona Yasmin" ucap Bobby santai.


"Kau akan pura-pura kalah?" Rey terkejut.


"Tentu saja tidak.. bila dia mengalahkan ku dengan mudah itu akan membuatku terlihat lemah. Aku tetap akan berusaha untuk menang, ya walaupun aku selalu menang darinya Hahahha" Bobby terkekeh.


"Tapi.. apa kau tahu apa yang nona muda dan Erika rencanakan didalam sana?" tanya Bobby berbisik penasaran.


Rey menggeleng.


"Tidak baik kau mencontek soal duluan Bobby. Aku sudah berjanji merahasiakannya sampai pertandingan besok, kau harus bersiap apapun itu"


"Kau benar-benar tak bisa diajak kerja sama Rey" gerutu Bobby kesal.


Keesokan paginya, Samuel bersama Yasmin tiba dilokasi yang sudah ditentukan. Bobby dan Rey sudah berada disana terlebih dahulu, Bobby hanya menggunakan kaos polos dan celana panjang biasa. Sedangkan Samuel menggunakan kaos tanpa lengan untuk memperlihatkan otot-ototnya.


Yasmin membalasnya dengan rona bahagia. Samuel melihat sebal ke arah Rey.


"Jangan bertingkah seperti itu, atau aku juga akan mengajaknya duel" kata Samuel dengan angkuh.


"Kau sendiri berlagak seperti jagoan, padahal tidak bisa tidur semalaman" ejek Yasmin sambil berjalan mendahului Samuel ke arah Bobby dan Rey.


"Hei.. tunggu aku.." Samuel segera berjalan cepat menyeimbangkan langkah Yasmin, Yasmin melirik Samuel sambil tersenyum kecil.


Samuel berlagak berani didepan Bobby ia memamerkan ototnya membuat Yasmin memandang sebal ke arahnya.


"Bagaimana persiapannya?" tanya Yasmin penasaran.


"Kau masuklah, ada Erika, Luna dan Anne didalam" ujar Rey, Yasmin langsung berjalan masuk dengan santai.


"Apa kau sudah siap tuan Sam?" tanya Bobby sambil tersenyum usil.


"Em.. ten.. tentu saja aku siap, sangat siap" Samuel menjawab sambil menutupi rasa takutnya.


Anne keluar dari ruangan yang sengaja ditutup itu, dan membisikkan sesuatu pada Rey. Rey mengangguk, lalu Anne masuk kembali ke dalam.


"Ayo kita masuk" ajak Rey.

__ADS_1


Bobby dan Samuel mengikuti Rey dengan langkah yakin. Didalam ada dua buah meja panjang yang saling berhadapan. Samuel memandang heran kepada kedua meja itu.


Apa aku dan Bobby akan berdiri di meja itu dan saling dorong?


Pikiran Samuel tak dapat menerkanya.


"Silahkan duduk di sebelah kanan Sam, dan kau Bobby di sebelah kiri" ucap Luna yang berada diantara meja itu.


Yasmin dan Anne ada dibelakang kursi Samuel, sedangkan Erika dan Rey dibelakang kursi Bobby.


Prok prok..


Luna menepuk tangannya dua kali. Dua orang pria masuk membawa sebuah baskom besar yang terbuat dari alumunium. Bobby dan Samuel sangat penasaran dengan isi dari baskom yang tertutup itu.


Kedua pria itu menaruh baskom masing-masing dimeja Bobby dan Samuel.


"Duel apa ini?" tanya Samuel pada akhirnya kepada Bobby.


Bobby menggeleng dan mengangkat kedua bahunya, ia juga tidak tahu.


"Baik.. silahkan dibuka.." ujar Luna membari arahan, kedua pria yang menaruh baskom itu membuka penutupnya.


Bobby dan Samuel tercengang. Baskom itu berisi segunung kacang yang sudah dibuka dari kulitnya. Lalu ada satu orang pria yang datang membawa dua buah baskom kosong yang diletakan disebelah baskom berisi kacang.


"Apa yang harus aku lakukan dengan kacang ini?" tanya Bobby bingung, sama bingungnya dengan Samuel yang masih menerka-nerka apa maksud semua ini.


Luna mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


"Taraaaa..."


Dua pasang sumpit, membuat Bobby dan Samuel langsung bisa menerka apa yang harus mereka lakukan.


"Siapa yang lebih cepat memindahkan kacang-kacang ini sampai habis ke wadah kosong sebelahnya, dia yang akan menang" ucap Luna, ia menyerahkan sumpit itu pada dua pria yang membawa baskom.


Bobby dan Samuel menerima sumpit itu lalu saling memandang. Mereka melihat ke arah tumpukan kacang lalu melihat sumpit yang mereka pegang bergantian.


"Apakah ini serius?" tanya Samuel sambil meyakinkan dirinya.


Luna mengangguk dengan pasti, terdengar suara tawa puas Yasmin dibelakang Samuel.


"Baik.. apa kalian sudah siap?" tanya Luna selaku pengadil.


Samuel dan Bobby menggangguk bersamaan.


"Satu.. dua.. tiga... mulai...!!!"

__ADS_1


__ADS_2