Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Adik Samuel


__ADS_3

Rey dan Bobby saling menatap satu sama lain, mereka tidak mengenal gadis itu. Erika melirik sinis ke arah Bobby.


"Aku Anne adik tiri Kak Samuel, aku melihat kalian saat berkelahi dengannya waktu itu. Kalian hebat" ujar Anne dengan wajah senang.


Rey dan Bobby hanya menganggukkan kepalanya, mereka tidak ingat kalau waktu itu ada gadis manis yang melihat mereka menumpas Samuel dan orang suruhannya. Erika menghela napas dengan kesal dan meninggalkan kerumunan, Rey memberikan kode kepada Bobby untuk mengejarnya.


"Kenapa kau pergi? Gadis itu akan menjadi partner kerjamu dan Rey" ujar Bobby, Erika menoleh kesal kepada Bobby.


"Sepertinya aku melihat aura bahagia dari dirimu, apa kau senang gadis manis itu menyukaimu dan si kacamata?" Bobby tertawa.


"Dia hanya fans, kau tahu aku tampan. Kau harus terbiasa dengan itu" Bobby berkata dengan bangga, Erika bertambah kesal.


"Apa saat ini kekasihku yang cantik sedang cemburu?"


"Cemburu katamu? Cih.. dia tidak sepadan denganku!" Erika meninggalkan Bobby, Bobby tersenyum menatap Erika yang pergi dengan marah.


Jiraiya sudah pergi, Anne ada didapur bersama Rey.


"Aku tidak menyangka selain jago bela diri, kau juga jago memasak" ucap Anne sambil memandang Rey penuh kekaguman.


"Hehehe, aku tidak jago. Nah wanita itu adalah wakil kepala koki disini, kau bisa belajar banyak darinya" ujar Rey saat melihat Erika datang dengan wajah masam.


"Kak Erika, bolehkah aku mencoba memasak salah satu menu disini?" tanya Anne dengan manja.


Erika melirik sinis kepadanya lalu ia memaksakan senyumannya.


"Tentu saja boleh tuan putri" sindirnya sambil berlalu pergi.


Anne melihat bingung dengan sikap Erika.


"Apakah aku berbuat sesuatu hal yang salah padanya?" tanya Anne sedih pada Rey yang juga melihat sikap buruk Erika tadi.


"Tidak, kemarilah. Kita akan memasak bersama"


Anne tersenyum dan menghampiri Rey. Ketika mereka akan mulai memasak, Erika kembali dari kamar mandi.


"Semua koki disini mulai pekerjaannya dengan mencuci piring, lihat disana ada tumpukan piring kan? Cucilah" perintah Erika, disambut anggukan antusias oleh Anne.


Anne menuju tempat cuci piring yang dimaksud oleh Erika. Tiba-tiba Bobby datang dan mengajaknya berbicara, mereka mencuci piring bersama sambil bersenda gurau. Erika melihatnya dengan kesal, ia memotong lobak dengan wajah sangar.


"Ada apa denganmu? Kau terlihat kesal" ujar Rey, menatap Erika lalu melihat Bobby dan Anne yang sedang ngobrol.


"Jangan menggangguku atau aku bisa mengamuk" ujar Erika, ia mengalihkan pandangannya dari Bobby dan Anne.

__ADS_1


Rey hanya tersenyum usil dan fokus pada pekerjaanya. Anne mempelajari resep yang ada di restauran dengan tangkas, karena dia adalah koki profesional pemula yang baru lulus diploma.


"Apa kau tak curiga padanya? Dia adalah adik dari Tuan aktor jahat itu, bisa jadi dia memiliki tujuan buruk disini" ucap Erika pada Rey sambil melihat sebal pada wajah ceria Anne.


Rey memperhatikan ke Anne dengan seksama.


"Dia sama sekali tidak mirip Samuel, bahkaan dia terlihat ramah dan sopan" jawab Rey membuat Erika memandang sebal juga kepadanya.


"Sudahlah darling, jangan berprasangka buruk padanya" Bobby tiba-tiba datang dan memeluk Erika dari belakang.


"Lepaskan aku!!!" Erika menggeliat untuk melepaskan pelukkan Bobby, namun saat Erika berbalik wajah Bobby dan Erika malah terpelatuk.


Anne yang sedang membersihkan sayuran melihat Erika dan Bobby dengan mata berbinar-binar.


"Apakah kalian pasangan kekasih?" tanyanya antusias.


"Ya tentu saja, wanita cantik ini adalah calon istriku. Lihat dijarinya, ini cincin pertunangan kami" kata Bobby sambil menunjukan jari Erika yang melingkar cincin darinya.


"Waaaah aku sangat iriiii, kalian sangat mesra dan serasi" mata Anne dipenuhi kebahagiaan, Erika melihat Anne dengan seksama.


"Aku membuat kejutan cinta saat melamarnya" ujar Bobby dengan bangga.


"Ya Tuhan, kau sangat beruntung kak Erika" Anne menerawang jauh.


"Aku dan Rey adalah pria-pria romantis yang memberikan kejutan istimewa pada pada wanita kami" Bobby melepaskan Erika dan merangkul Rey.


"Rey sudah menikah, istrinya sama dengan wanitaku. Sangat galak" Bobby memelankan suaranya sambil melirik Erika, Erika mencubit perut Bobby.


Bobby mengaduh sambil tertawa, ia merangkul Erika dan mengajaknya menjauh dari Anne.


"Aku pikir kalian adalah pria single" ucap Anne dengan wajah sedikit kecewa.


Rey berpikir sebentar dan memperhatikan Anne.


"Sebenarnya disini ada pria lajang yang tampan, namun ia sudah dipindahkan ke hotel oleh pemilik restauran ini" kata Rey, ia teringat James.


"Namun sepertinya dia terlalu tua untukmu" Rey terkekeh dan melanjutkan memasak.


Anne hanya memperhatikan Rey yang sedang memasak sambil menoleh juga ke Bobby dan Erika yang sedang bertengkar lucu. Ia menghela napas panjang.


"Semoga saja masih tersisa satu pria seperti mereka untukku" doa Anne dalam hati.


Sudah saatnya pulang, semua pegawai bersiap.

__ADS_1


"Hei kau!" Erika memanggil Anne, Anne menoleh lalu tersenyum.


"Kemarilah, aku mau bicara denganmu"


"Baik kak" dengan senyum merekah Anne mendekat, Erika masih melihat curiga padanya.


"Apa benar kau adik dari Tuan Sam?" tanya Erika.


"Ya benar, aku satu mami dengannya" Jawab Anne yakin.


"Bagaimana kau bisa masuk ke sini?"


"Itu karena aku memintanya kepada Tante Lauren"


Erika melirik sinis kepada Anne.


"Bila kau memiliki tujuan buruk pada kami, segeralah pergi!" ucap Erika membuat Anne terkejut.


"Tidak kak, jangan keluarkan aku. Aku mohon, aku hanya ingin mengasah kemampuan memasakku"


"Ada apa ini?" Rey dan Bobby yang habis mengganti pakaian melihat Anne sedang memohon kepada Erika.


"Tidak apa-apa kak, aku akan membuktikan bahwa aku tidak seperti kak Sam" ujar Anne dengan wajah yakin.


"Sudahlah darling, jangan menyudutkannya seperti itu" Bobby merangkul Erika, Erika melepaskan rangkulan Bobby dengan kasar.


"Tuan Sam sangat jahat! Dia pernah menculikku bahkan membuat kacamata hampir meninggalkan nona! Kita harus waspada!" seru Erika, Bobby menutup rapat mulut Erika karena membuat pegawai lain yang akan pulang jadi memperhatikannya.


"Kita bicara nanti" bisik Bobby, sambil menarik Erika keluar.


"Pulanglah, ini sudah malam" ujar Rey seraya melangkah keluar.


Tiba-tiba James datang dan langsung berjalan ke ruangannya.


"Hai pak James, ada apa kau datang?" tanya Rey, James menoleh.


"Aku harus membereskan barang-barangku, siapa dia?" James melihat malas ke arah Anne yang terus memperhatikannya.


"Dia Anne, koki baru disini" jawab Rey.


"Oh.." James menjawab singkat dan masuk ke ruangannya.


"Apakah dia pria single yang Kak Rey katakan tadi siang?" tanya Anne antusias.

__ADS_1


"Ya begitulah"


"Dia sangat keren, aku menyukainya. Bisakah kau menjadi Mak comblang untukku dengannya?"


__ADS_2