Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Pengakuan Luna


__ADS_3

"Yasmin? Maksudmu Kak Yasmin maminya Sheryl?" mata Erika membulat.


Luna mengangguk dengan santai.


"Setahuku Bobby pernah menyukainya dan ditolak dengan kasar waktu itu. Tapi aku tak tahu pasti, apakah ada wanita lain yang pernah Bobby sukai sebelum dan setelahnya" ujar Luna tanpa merasa bersalah, baginya itu bukan suatu hal yang harus ditutupi.


"Itukah sebabnya Bobby menutupinya dariku selama ini? Huft.. ternyata ia menyukai wanita berkelas seperti kak Yasmin.. Huhuhu aku merasa kalah" Erika merengek.


"Kenapa kau harus merasa begitu? Kau menyesal menerima Bobby menjadi suamimu? Lagi pula apa salahnya dengan masa lalu Bobby?" Luna bertanya heran.


"Tidak apa-apa kak, hanya saja aku kesal karena baru mengetahuinya sekarang"


Luna menaikan satu alisnya, ia baru paham ternyata selama ini Bobby menutupinya dari Erika.


"Apa selama ini Bobby tidak memberitahumu? Ah... sepertinya aku salah" Luna menepuk keningnya pelan.


Erika cemberut, ia menggoyangkan kakinya karena kesal.


"Ehem.. Erika, menurutku kau tak perlu marah. Bila menurutmu Yasmin adalah wanita yang hebat maka kau juga sama hebatnya" Luna berusaha menutupi kesalahannya karena sudah memberitahu Erika.


"Uhhh... Kak Yasmin yang terbaik setelahmu, bagaimana bisa aku sepadan dengannya" ucap Erika makin merengek.


Luna menjadi salah tingkah, dia bingung harus melakukan apa.


"Erika.. jangan begitu. Bobby pasti tidak berniat menutupinya, pasti dia punya alasan untuk itu" hibur Luna sambil memaksakan senyumnya.


"Aku tak percaya Bobby benar-benar menyukai kak Yasmin.. aaaaah.. aku benar-benar kesal"


Luna memeluk Erika.


"Cobalah kau bicara dengan Rey, dia pernah merasakan hal yang sama dengan Samuel" Luna memberi saran.


"Mereka memang pasangan yang sangat serasi, keduanya memiliki aura yang kuat untuk membuat semua orang iri" kata Erika dengan nada manja.


"Ya mereka cocok karena sama-sama menyebalkan" Luna terkekeh.


Setelah selesai berbicara dengan Erika, Luna keluar dari kamar dan menuju tempat Bobby dan Rey sedang duduk bersama.


"Apakah Erika sudah tidur?" tanya Rey sambil memegang jemari Luna.


"Ya, dia sepertinya memang butuh istirahat" ucap Luna sambil tersenyum pada Rey.


"Bobby, kenapa kau menyembunyikan masa lalumu dengan Yasmin dari Erika?" tanya Luna penasaran.

__ADS_1


Bobby dan Rey terkejut.


"Bagaimana nona bisa tahu? Apa Erika bertanya sesuatu padamu?" tanya Bobby heran.


"Tentu saja dan aku menjawabnya dengan cepat, aku memberitahunya bahwa Yasmin adalah wanita yang pernah kau cintai dan sudah menolakmu"


Bobby tertawa.


"Terima kasih nona kau sudah memberitahunya" kata Bobby sambil tersenyum senang.


"Apakah itu akan baik-baik saja?" tanya Rey bingung melihat sikap Bobby yang biasa saja.


"Ya itu akan baik-baik saja, aku memang tidak mau memberi tahunya karena aku takut dia berpikir bahwa aku masih memikirkannya" kata Bobby santai.


"Benarkah? Hanya itu alasanmu Bobby?" Luna meyakinkan Bobby.


"Iya nona, lagipula buat apa mencari tahu masa laluku. Itu sudah lewat dan menjadi pembelajaran berharga untukku. Aku bahagia dengan Erika tanpa harus memikirkan hal lainnya" Bobby berkata dengan bangga.


"Aku salut padamu Bobby" Rey menepuk bahu Bobby pelan.


"Aku pria yang keren kan nona? Hahaha wanita yang menolakku akaan menyesal" Bobby tertawa puas.


"Huh dasar besar kepala" tukas Luna sambil tersenyum usil.


"Lepaskan aku.." tolak Erika dengan mata terpejam karena sudah mengantuk.


"Apa kau marah padaku darling?" tanya Bobby sambil tersenyum usil.


Erika membuka matanya lalu menoleh ke Bobby dengan tatapan kesal.


"Kenapa tidak dari dulu kau bilang bahwa wanita yang menolakmu adalah Kak Yasmin?"


"Apakah itu sangat penting bagimu?" Tanya Bobby sambil tetap berusaha memeluk istrinya.


"Ck.. jangan memelukku sebelum kau menjawab pertanyaan ku!" ujar Erika dengan terus menolak pelukkan suaminya.


"Baiklah, katakan padaku. Apa yang membuatmu harus tahu mengenai hal itu?"


"Jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan juga!"


"Ehem.. Aku tak pernah bertanya padamu siapa saja mantan kekasihmu walaupun aku tahu kau pernah menjadi kekasih dari pria bernama Joshua dan Mark" ucap Bobby membuat mata Erika membulat.


"Kau..!! Kau menyelidiki masa laluku?! Ya Tuhan aku tak percaya ini" Erika mendengus kesal.

__ADS_1


"Kau juga menyelidikinya kan? Hahaha jadi kita impas darling" Bobby akhirnya berhasil memeluk Erika, Erika memanyunkan bibirnya dan pasrah Bobby memeluknya.


"Kak Yasmin memang sangat cantik, wajar saja kau menyukainya. Tapi itu membuatku kesal, karena wanita yang pernah kau cintai begitu sempurna" Kata Erika sambil menekan-nekan lengan Bobby yang melingkar di pinggangnya dengan jari telunjuk.


"Kau lebih sempurna darling. Kau cantik, baik, pandai memasak dan satu hal yang paling penting adalah kau menerimaku dengan tangan terbuka"


"Apa kau mengatakannya agar aku tidak marah lagi?" Bobby menggeleng.


"Jika kau tak marah pun aku akan tetap merasakan hal yang sama, terlebih lagi kau akan melahirkan anak kita" Bobby mengelus perut Erika lembut, membuat Erika mengulum senyumnya.


"Kau sangat ahli membuat hatiku berdetak dengan kencang honey" Erika membalikan badannya, ia membalas pelukan Bobby.


"Jantungku bisa berhenti bila kau marah padaku darling" Bobby menautkan bibirnya pada Erika, mereka bertautan cukup lama sampai Erika melepaskannya terlebih dahulu.


"Apa kau sudah mengantuk?" tanya Bobby sambil menatap wajah cantik istrinya.


Erika menggeleng.


"Aku merasa malu padamu, kau tahu tentang masa laluku namun tak sedikit pun kau marah padaku. Tapi aku? Baru tahu sedikit tentang masa lalumu langsung marah tanpa meminta penjelasan apapun" Erika memainkan kerah baju Bobby.


"Itu tak masalah darling. Cintaku padamu seluas angkasa dan sedalam lautan, kalau kau marah maka aku memiliki kewajiban untuk meredam amarahmu itu" ucap Bobby ingin mencium Erika lagi, namun Erika menahan Bobby.


"Sudah cukup, bila kita meneruskannya kau akan meminta yang lebih" Erika kembali membelakangi Bobby dan menarik selimutnya.


♥️♥️♥️


Rey dan Luna sudah kembali ke apartemennya, Luna duduk di sofa dan Rey duduk dibawahnya sambil merentangkan kakinya yang pegal karena bekerja seharian tanpa Bobby.


Luna menyentuh tengkuk Rey dengan lembut.


"Aku sangat suka menyentuhnya, bahkan waktu itu aku sempat ingin menggigitnya" ucap Luna lalu ia mencium tengkuk Rey.


" Benarkah, kapan kau melakukannya?" tanya Rey penasaran.


"Emmm..aku tak tahu pasti. Tapi apa kau ingat waktu itu kau tertidur dan aku berada didepanmu saat matamu terbuka?" Luna mulai bercerita


"Ya aku ingat, semua hal tentangmu aku selalu ingat" ucap Rey.


"Sebenarnya saat itu, kau menyentuh tengkukmu lalu aku berjalan pelan kedepanmu yang sedang tertidur pulas. Kau mengigau sedang menyelamatku dan disaat yang sama kau juga mengigau aku sedang memarahimu" Luna terkekeh mengingatnya.


"Bukankah saat itu kau mengatakan padaku bahwa aku mendengkur dengan keras?" Rey menjadi heran.


"Hihihi sebenarnya itu aku berbohong untuk menutupi perasaanku. Dan waktu itu pun aku juga berbohong tentang sakit yang sedang aku alami"

__ADS_1


__ADS_2