
Rey melihat ke arah paman Ken, ia masih ragu dengan alasan yang diberikan pamannya itu. Tiba-tiba Luna keluar dari kamar karena ia mulai merasa Rey tak ada disampingnya.
"Ada apa ini?" Luna melihat paman Ken dan Mike yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kami sudah mengetahui apa alasan Paman Ken melakukan perbuatan itu" jawab Rey, ia meraih tangan Luna dan mengajaknya duduk disampingnya.
Rey menceritakan segala hal yang terjadi. Luna mengangguk-angguk.
"Borgol mereka dan kurung di kamar yang ada dibelakang, sebelumnya kalian pastikan geledah seluruh tubuh mereka agar tidak kabur. Kita akan selesaikan masalah ini setelah Jiraiya datang" ujar Luna agak kesal karena hal ini membuat bulan madunya dengan Rey jadi berantakan.
Bobby dan Armando langsung melakukan apa yang Luna perintahkan. Rey dapat bernapas lega.
"Aku akan mengirim pesan ke Bibi May bahwa paman menginap disini, aku tak ingin bibi menjadi khawatir"
"Benar hubby, kita harus merahasiakannya dulu dari bibi May" ucap Luna sambil bersandar di dada Rey.
Setelah Rey mengirim pesan kepada Bibi May, Ia mengajak Luna untuk masuk ke kamarnya.
"Aku lega semua masalah hampir selesai, setelah sampai di kota aku akan membuat menyuruh Jiraiya membuat perhitungan dengan tuan George!"ujar Luna geram.
Rey melihat istrinya yang bersemangat malam ini menjadi ingin menggodanya. Rey mencium tengkuk Luna dan mengusap punggungnya dengan lembut. Hal itu membuat Luna merasa geli sekaligus bergairah malam itu.
"Kita akan mulai bulan madu kita sekarang?" bisik Rey ditelinga Luna.
Luna mengangguk malu-malu, malam itu berakhir dengan awal bulan madu keduanya.
♥️♥️♥️
Pagi itu Rey terbangun, ia langsung memakai celana trainingnya dan kaos putih. Ia mencium bahu istrinya yang masih polos dan masih terlelap. Lalu Rey keluar dari kamar, Jiraiya sudah menunggunya dengan beberapa pengawal Luna.
"Tuan.." Sapa Jiraiya sambil membungkukkan badan.
"Apa kau sudah menganalisa permasalahannya?" tanya Rey, ia duduk di kursi ruang tamu dan mempersilahkan Jiraiya duduk dikursi yang ada berseberangan dengannya.
Jiraiya menjelaskan duduk masalah utamanya, Rey melihat kearah kamar tempat pamannya di kurung.
"Baiklah, lakukan yang terbaik untuk pamanku. Lalu apa yang akan kita lakukan pada kotak-kotak botol anggur itu?" tanya Rey.
"Kami yang akan membawanya dan menyerahkan langsung kepada tuan George, aku juga akan membuat perhitungan dengannya" ujar Jiraiya geram, Rey tersenyum.
"Kau sangat tahu apa yang ada dipikiran istriku" kata Rey, Jiraiya tersenyum tipis dan mengangguk.
__ADS_1
"Oia bila kau tak keberatan, ajaklah sepupu pamanku Mike untuk dilatih lebih dalam ditempat pelatihan pengawal yang kau bawahi. Aku yakin ia bisa menjadi pengawal yang hebat" pinta Rey pada Jiraiya.
"Baik tuan saya akan lakukan apa yang tuan minta"
Rey dan Jiraiya juga membicarakan apa yang harus Rey lakukan pada pamannya agar semua hal bisa diselesaikan dengan baik.
"Terima kasih banyak Jiraiya, kau memang sangat bijaksana dalam menyelesaikan masalah" Rey tersenyum senang.
"Aku akan memasak untuk kalian, jangan pergi kemana-mana dulu" ujar Rey melangkah ke dapur.
"Kau pikir kau siapa kacamata? Aku disini untuk menjadi koki" Erika muncul dari dapur menyediakan sarapan untuk semua orang yang ada disana.
Rey merasa lega ada Erika yang membantunya disana.
"Aku senang kau disini Erika, tapi sepertinya pria kurang tidur itu akan merasa bahagia saat tahu kau disini" Rey melirik ke arah Bobby yang terlelap di kursi panjang didepan kamar tempat pamannya dikurung.
"Aku yang meminta ayah untuk tidak membangunkannya" ucap Erika sambil ikut melihat ke arah Bobby.
Armando yang sudah lebih dahulu terjaga datang dan mengatakan pada Rey bahwa ia dan Bobby tidur bergantian.
"Baiklah, kau harus sarapan Armando. Biarkan Bobby istirahat dulu" kata Rey, lalu ia masuk ke kamar membawa sarapan untuk Luna.
"Sweety, bangunlah. Matahari sudah tinggi"
Luna membuka matanya perlahan, ia melihat Rey duduk disebelahnya. Ia menutup tubuhnya dengan selimut sampai ke lehernya.
"Kau membuatkan aku sarapan hubby?" tanya Luna, Rey mengambilkan Luna jubah tidurnya dan membantu Luna memakainya.
"Erika yang membuatnya, Jiraiya membawa Erika ikut serta ke sini" kata Rey sambil menyuapkan roti panggang selai coklat ke mulut Luna.
"Syukurlah, aku sempat memikirkan makanan yang akan disediakan untuk Jiraiya dan para pengawalku yang akan datang pagi ini" Luna tersenyum senang.
Rey dan Luna menghabiskan sarapannya di kamar, setelah itu Luna mengganti pakaian dan keluar bersama Rey.
"Selamat pagi nona" sapa semua orang yang ada disana, suasana menjadi ramai.
"Pagi semuanya, kalian sudah sarapan?"
Semuanya mengangguk dengan semangat.
"Nona, pagi ini saya akan langsung kembali ke kota. Saya akan membawa kembali beberapa pengawal bersama dengan Mike" ujar Jiraiya.
__ADS_1
Luna mengangguk, Rey sudah menceritakannya pada Luna dikamar tadi. Jiraiya dan beberapa pengawal yang dibawanya kembali ke kota, Erika ikut pulang. Bobby masih terlelap saat semuanya kembali.
"Bobby.." panggil Armando.
Bobby bangun dengan agak terkejut, ia melihat pintu kamar sudah dibuka dan dua orang yang dikurung disana sudah tidak ada.
"Kemana mereka?" tanya Bobby panik, ia langsung berdiri dan mencari mereka.
"Mereka sudah dikembalikan ke tempat kemana mereka seharusnya" ujar Armando.
"Syukurlah" Bobby kembali duduk ditempat ia tidur.
"Lihat ini" ujar Armando memperlihatkan isi ponselnya.
Bobby melihat ke arah layar ponsel Armando. Disana ada foto Erika sedang duduk disebelahnya. Bobby langsung melihat ke segala arah untuk mencari Erika.
"Apa yang kau cari?" Rey yang baru keluar dari kamar bisa membaca apa yang dilakukan Bobby.
"Dimana dia?" tanya Bobby masih berusaha menemukan sosok kekasihnya.
"Hahaha kau tidur sangat lelap sampai Erika tak berani membangunkanmu" ledek Rey, ia berjalan ke dapur untuk meletakan gelas susu Luna.
Bobby mengusap wajahnya kasar, ponselnya berbunyi. Ada pesan masuk dari Erika.
Bila kita menikah nanti kau tidur layaknya batu seperti tadi, maka aku akan mengguyur mu dengan segayung air...
Begitu isi pesannya dibubuhi emoticon marah.
"Ya Tuhan, kenapa kalian tidak membangunkan ku" keluh Bobby setelah membaca pesan dari Erika.
"Bahkan nyamuk saja tidak berani menganggumu Bobby" Rey tertawa lepas, ia kembali ke kamarnya.
Luna sudah mandi, namun ia masih bermalas-malasan ditempat tidurnya.
"Apa rencanamu hari ini sweety?"
"Aku tak mempunyai rencana apapun selama bulan madu ini karena aku tak tahu apa saja yang ada disini"
"Bagaimana bila kita ke hutan pinus? Tempatnya sangat bagus, itu salah satu tempat wisata terkenal disini" usul Rey, Luna menggeleng.
"Bukankah bulan madu itu pasangan suami istri hanya menghabiskan waktu dikamar saja?"
__ADS_1