
Persiapan pernikahan dimulai, Erika dan Bobby mengambil cuti bekerja selama satu hari untuk mempersiapkan semuanya. Luna meminta Armando dan salah satu pengawal lainnya membantu Bobby.
"Dimana kau ingin membuat gaun pengantin?" tanya Bobby, ia dan Erika sedang bersiap untuk berangkat.
"Bolehkan aku menggunakan design nona Yasmin? Dia adalah designer terbaik dikota ini dan semua wanita bermimpi menggunakan design darinya" kata Erika bersemangat, namun wajah Bobby penuh keraguan.
Bobby sangat malas bertemu Yasmin. Beberapa kejadian tak enak telah ia lalui dengan Yasmin membuatnya enggan untuk menemui designer terkenal itu.
"Apakah kau benar-benar menginginkannya?"
Erika mengganguk cepat dengan wajah berbinar, Bobby tidak ingin wajah itu menjadi sedih. Akhirnya ia menyetujui permintaan Erika.
"Selamat datang" sapa salah satu pegawai Yasmin.
"Apakah nona Yasmin ada?" tanya Erika dengan nada senang.
Pegawai ini mengangguk, ia meminta Bobby dan Erika untuk duduk dan menunggu. Banyak orang yang datang ke galeri Yasmin pagi itu, rata-rata mereka sedang mempersiapkan pernikahan.
"Nona Yasmin sedang ada tamu, bila berkenan silakan melihat-lihat dulu design yang ada disini. Apakah tuan dan nona ingin membuat gaun pengantin?" tanya pegawai itu.
Dengan wajah malu-malu Yasmin mengangguk, Bobby sangat ingin cepat-cepat pergi dari galeri itu. Pegawai Yasmin mengambilkan sebuah katalog dan memberikannya kepada Erika.
"Lihat ini darling, semua gaun yang dibuat nona Yasmin sangat cantik" puji Erika didalam matanya seperti ada bintang yang menyala.
"Iya honey, pilihlah manapun yang kau suka" ujar Bobby sambil memaksakan senyumannya.
Tak lama Yasmin keluar dari ruangannya bersama tamunya, ia mengantarkan tamunya hingga keluar dari galeri. Yasmin menatap malas pada Bobby.
"Nona Yasmin, perkenalkan aku Erika. Aku ingin membuat gaun pengantin" sapa Erika dengan senyuman terbaiknya.
Yasmin melihat Erika dari ujung kaki sampai kepala lalu ia melirik Bobby.
"Apa dia calon istrimu Bobby?" tanya Yasmin dengan nada penasaran.
Bobby hanya mengangguk dan memberikan senyuman getir kepada Yasmin. Yasmin menghela napas sebal.
"Silakan nona ikuti saya" ajak Yasmin, ia tersenyum tulus kepada Erika.
__ADS_1
Yasmin mengajak Erika dan Bobby masuk ke ruangannya.
"Design seperti apa yang kau mau?" tanya Yasmin sambil mengeluarkan design khusus yang ada dilaci mejanya.
"Ya Tuhan ini lebih bagus dari yang aku lihat diluar tadi" ucap Erika bersemangat.
Yasmin tersenyum senang melihat wajah bahagia Erika. Erika meminta pendapat Bobby, mereka terlihat bahagia. Tiba-tiba air mata Yasmin menetes tiada henti, Erika yang melihat Yasmin terkejut dan memegang tangannya.
"Kenapa nona menangis?" tanya Erika dengan wajah khawatir.
Yasmin menggeleng sambil mengusap air matanya yang terus menetes. Erika bangun dari duduknya dan menenangkan Yasmin, Bobby hanya melirik iba kepada Yasmin. Erika menatap ke arah Bobby seperti menanyakan apa yang terjadi, Bobby hanya mengangkat kedua bahunya.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku selalu terharu melihat pasangan bahagia yang akan menikah" ujar Yasmin, ia tersenyum dengan getir.
Erike kembali duduk di sebelah Bobby, ia masih menatap Yasmin penuh rasa penasaran.
"Maafkan aku nona Erika, pegawaiku akan membantu untuk mengukur tubuhmu"
Yasmin memanggil pegawainya dan memintanya mengajak Erika ke ruang ukur. Bobby hendak keluar dari ruangan Yasmin.
"Terima kasih nona, mohon bantuannya untuk membuatkan gaun yang indah untuknya" kata Bobby.
"Mungkin saat ini kau sedang menertawakan kepedihanku, apalagi bila mengingat aku pernah menolakmu dengan kasar waktu itu" ucap Yasmin sambil menunduk.
"Aku tidak bisa menertawakan kepedihan orang lain, kau adalah wanita yang pernah membuatku tergila-gila. Tidak mungkin aku mengharapkan keburukan untukmu nona" Bobby mengatakannya sambil memalingkan wajah dari Yasmin.
"Ada sedikit penyesalan dalam diriku saat ini telah menolakmu, namun aku bersyukur kau menemukannya"
"Aku sangat beruntung memilikinya, pria sepertiku yang terlalu mementingkan pekerjaan" Bobby tersenyum, kali ini senyumannya terasa menyenangkan.
"Ya kau benar, mungkin ini karma karena aku selalu memperlakukan pria-pria yang menyukaiku dengan buruk. Luna memang kasar namun ia lebih baik dariku soal percintaan. Lihat sekarang disampingnya ada Rey, pria luar biasa yang mencintainya dengan segenap jiwa dan raga" ucap Yasmin miris.
"Kau juga akan mendapatkannya nona, aku melihat kau lebih baik saat ini. Bahkan rasa kesalku padamu sudah hilang begitu saja" kata Bobby, ia menunduk malu.
"Terima kasih Bobby, setidaknya kau tidak membenciku. Aku minta maaf atas perlakuan burukku padamu di masa lalu"
Bobby mengangguk dengan yakin.
__ADS_1
"Bila kau bisa membuat gaun yang bagus untuk Erika, maka aku akan memberikan hadiah yang bagus untukmu" ujar Bobby sambil memikirkan sesuatu.
Yasmin menatap penasaran kepada Bobby, namun Bobby berjalan keluar dari ruangan Yasmin. Erika baru saja keluar dari ruang ukur dan melihat Bobby yang baru keluar dari ruangan Yasmin.
"Aku sangat suka dengan contoh gaun yang ada disini darling, aku boleh mencoba semuanya tadi dan gaunya sangat nyaman digunakan. Bolehkah aku bertemu dengan nona Yasmin lagi?" tanya Erika kepada Bobby, Bobby mengangguk setuju dan berjalan menuju luar.
Erika masuk ke ruangan Yasmin, terlihat Yasmin sedang termenung disana.
"nona Yasmin, terima kasih kau sudah bersedia membuatkan gaun pengantin untukku. Gaun itu adalah impian semua wanita yang ada dikota ini" puji Erika membuat Yasmin tersenyum sambil menatap wajah Erika dengan seksama.
"Terima kasih kembali Erika, eemm boleh kan aku memanggilmu Erika saja?" tanya Yasmin dengan lembut, Erika mengangguk antusias.
"Aku akan membuat gaunmu mulai sekarang agar hari minggu nanti kau bisa memakainya saat pemberkatan" kata Yasmin sambil mencatat sesuatu di bukunya.
"Emmm,, apakah kau berkenan datang ke pernikahanku sebagai pendamping pengantinku?" tanya Erika ragu.
Yasmin tersenyum gembira, ia mengangguk dengan cepat. Erika mendekat Yasmin dan memeluknya.
"Terima kasih nona, terima kasih" kata Erika senang.
Erika keluar dari galeri Yasmin dengan wajah bahagia. Ia masuk ke mobil dan mencium pipi Bobby.
"Aku sangat bahagia hari ini dan itu semua karena mu. Aku mencintaimu Bobby" ucap Erika sambil tertawa kecil, Bobby menggenggam jemari Erika dan menciumnya.
Bobby melajukan mobilnya menuju toko kue, mereka akan memesan kue tart pengantin untuk pernikahan mereka. Erika terus tersenyum. Sesampainya di toko kue, Bobby dan Erika masuk ke dalam dan memesan kue yang mereka inginkan.
"Apa kau suka dengan bentuk dan rasanya?" tanya Bobby, Erika mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah kami memesan yang ini, tolong diantarkan ke alamat ini" Bobby menulis alamat hotel Luna karena ia akan menggunakan ballroom yang sama dengan Luna saat pernikahan nanti.
Erika melihat seorang anak kecil diseberang jalan dan anak itu tidak bersama ibunya, saat itu lalu lintas cukup ramai. Erika keluar dari toko kue, namun anak kecil itu hendak menyeberang jalan. Erika segera berlari untuk menyelamatkan anak itu, namun...
Braakkk...
Mendengar ada kecelakaan Bobby langsung keluar dari toko kue.
"Erikaaa....!!!"
__ADS_1