Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Pernikahan Anne


__ADS_3

Hari pernikahan Anne dan James tinggal satu hari lagi. Anne terlihat gusar malam itu, ia berjalan kesana kemari didalam kamarnya.


Tok.. tok.. tok..


Ada yang mengetuk pintu kamarnya dengan lembut, Anne membuka pintu dan terlihat senyuman maminya diluar sambil membawa nampan berisi susu hangat.


"Ayo masuk mi..." ajak Anne dengan antusias.


Anne mengambil nampan dari tangan mami dan meminta mami duduk di ranjangnya. Setelah meletakkan nampan di meja dekat tempat tidur, Anne langsung merebahkan tubuhnya dan menaruh kepalanya dipangkuan maminya.


"Apa kau tak bisa tidur sayang?" mami Anne mengusap rambut panjang putrinya.


Anne mengangguk, tersirat gugup dimatanya.


"Minumlah susu hangat, agar kau bisa tidur dengan nyenyak malam ini" saran mami.


Anne menggeleng, ia membenamkan wajahnya dipangkuan mami.


"Aku takut jika tertidur.." kata Anne sedikit merengek.


"Kenapa? Apa kau terlalu memikirkan James?" tanya mami dengan suara yang bisa menenangkan hati Anne.


"Tidak mi..." Anne mengangkat kepalanya dan kini ia duduk berhadapan dengan maminya.


"Lalu kenapa?" tanya mami heran.


"Aku takut besok aku bangun terlambat dan tidak bisa menghadiri pemberkatan dan pesta pernikahanku" kali ini Anne merengek agak keras.


Mami mengulum bibirnya menahan tawa, putri kecilnya memang sangat polos.


"Hal itu tidak akan terjadi sayang" kata mami mengelus lembut lengan Anne.


"Bagaimana jika hal itu terjadi dan James menikah dengan wanita lain? Huuuu aku tak mau mi..." Anne menangis.


Mami mengusap air mata putrinya.


"Mami akan disini untuk membangunkanmu" kata mami.


"Mami mau tidur di kamarku malam ini?" Seketika wajah Anne berubah senang.


Mami mengangguk dengan yakin sambil tersenyum.


"Terima kasih mi..." Anne memeluk maminya.


"Bukan hanya mami, papi juga akan tidur disini bersamamu" kata mami membuat Anne tertawa.


"Apa mami serius?" tanyanya penuh suka cita.


Mami mengangguk.


"Sebentar lagi papi akan datang ke sini, saat ini papi masih berbicara dengan kakakmu dibawah" ujar mami menjelaskan.

__ADS_1


"Syukurlah.. Aku merasa agak tenang sekarang. Terima kasih mami..."


♥️♥️♥️


Lonceng di gereja berbunyi dengan lantang, pertanda ada sebuah upacara sakral hari itu. Anne sudah berada disebuah ruangan dengan beberapa pegawai Yasmin yang membantunya berias dan menggunakan gaun pernikahan.


"Kau sangat cantik Anne.." puji Yasmin yang memasuki ruangan itu bersama Sheryl.


"Terima kasih kak" Anne menggenggam jemari kakak iparnya.


"Tanganmu dingin sekali" kata Yasmin sambil tertawa kecil.


"Aku sangat gugup, aku sampai takut tak bisa tersenyum" ungkap Anne dengan wajah gusar.


"Kau pasti bisa, kalian saling mencintai. Senyuman itu akan mengembang secar natural. Aku saja yang menikah tanpa cinta waktu itu bisa tersenyum" Yasmin terbahak membuat Anne tersenyum kecut.


"Tenang saja Anne, semuanya akan baik-baik saja" ujar Yasmin enteng.


Luna dan Rara masuk bersamaan keruangan Anne. Anne pun sudah selesai dengan gaun pengantin dan riasannya.


"Kau benar-benar cantik..." puji Luna.


Rara langsung memeluk Anne dan mengucapkan selamat padanya.


"Segeralah menyusul Rara.." kata Anne.


"Semoga.." jawab Rara sambil berbisik.


Rara mengangguk malu-malu.


"Tentu saja Armando ikut, dan dia menemani Rara sebagai kekasihnya bukan pengawalnya" ujar Yasmin dengan nada usil.


Luna ikut tertawa karena wajah Rara menjadi merah padam.


"Sudah jangan menggodanya terus, setelah pernikahan ini aku masih harus mengurus pernikahan lainnya" ujar Luna.


Yasmin mengangguk-angguk.


"Sebuah pernikahan termegah di kota ini" imbuh Yasmin.


"Dengan pengantin yang sangat serasi" tambah Rara senang.


Lalu mereka semua tertawa bersama, bahkan Anne yang sedang gugup langsung terbawa suasana riang itu.


"Maaf aku datang agak terlambat, Bintang agak rewel sejak semalam.." Erika memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.


"Hampir saja kau melewatkan sesi foto bersama" ujar Yasmin.


"Untunglah masih sempat Erika" Luna menyambutnya dengan hangat.


"Wah.. kalian sudah mulai terlihat sangat cocok menjadi saudara" ledek Yasmin disertai dengan gelak tawa.

__ADS_1


"Sayang sekali kau sudah tak punya siapapun yang bisa dijadikan saudara olehku" balas Luna.


"Akupun tak mau bersaudara dengan wanita kejam dan sombong sepertimu" kata Yasmin lagi.


"Kau lebih sombong dariku" balas Luna lagi.


"Setidaknya aku tak pernah menyuruh Sam tidur diruang tamu" jawab Yasmin sambil menjulurkan lidahnya.


Luna hampir memukul lengan Yasmin, namun Erika melerai mereka.


"Sudah.. sudah... kenapa kalian jadi bertengkar?"


Luna dan Yasmin saling tatap dan tertawa.


"Kita tidak berubah sejak dulu.." kata Yasmin dan Luna bersamaan.


Ya.. mereka sudah bersahabat sejak masih duduk disekolah dasar. Keduanya sudah paham karakter masing-masing dan sering bertengkar satu sama lain.


Sesi foto dimulai, mereka silih berganti posisi untuk dekat dengan sang pengantin wanita hingga tiba waktunya pemberkatan.


"Aku mulai gugup lagi.." Anne meremas jemari Rara.


"Aduh.. Tenanglah Anne.." ucap Rara sambil menahan sakit.


Papi Anne datang menjemputnya agar bisa berjalan bersama menuju altar. Semua sahabat Anne menuju tempat duduk mereka masing-masing. Saat berjalan menuju ruang pernikahan, Anne mengaitkan tangannya dilengan sang papi.


"Papi.. aku sangat menyayangi papi.. terima kasih untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah papi berikan untukku" ucap Anne sambil tersenyum sendu menatap papinya.


Papi hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah Anne dan diam sampai di pintu menuju altar. Setelah pengantin wanita dipersilahkan untuk masuk, Anne berjalan beriringan dengan papi.


"Papi.. kau menginjak gaunku.."bisik Anne, namun papi yang memang terlihat lebih gugup dari Anne seolah tak mendengar dan..


Brukkk...


Anne dan Papi jatuh didepan para hadirin yang datang, semua ornag terkejut dibuatnya. James yang melihat calon istrinya jatuh dengan sigap berlari dan membantu Anne berdiri. Papi yang terlihat malu juga segera berdiri dan membantu Anne.


"Kembalilah kesana..!" bisik papi pada James dengan nada agak ketus.


James menjadi agak linglung, namun ia mengikuti kata-kata papi Anne dan kembali ke tempatnya untuk menunggu Anne yang diantar oleh papi menuju tempatnya berdiri.


Perlahan namun pasti, papi dan Anne berhasil berjalan kembali menuju altar. Papi memberikan tangan Anne pada James dan menepuk punggung tangan James dua kali sebagai tanda kepercayaan yang ia berikan pada James.


Pemberkatan dimulai, pernikahan yang suci dan hikmat yang menjadi saksi Anne dan James menjadi pasangan suami istri.


"Saat aku menikah nanti, ayah tidak ada untuk menuntunku menuju altar" kata Rara setelah mengucapkan selamat pada Anne dan James.


"Ada kakakmu yang akan menuntunku menuju padaku nanti" ujar Armando sambil tersenyum, wajah Rara memerah mendengarnya.


Tiba-tiba ada suara ribut dari dekat pengantin. Yasmin pingsan dengan wajah yang sangat pucat. Samuel langsung menggendongnya dan membawa istrinya ke rumah sakit terdekat.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? Dia baik-baik saja tadi pagi dan tiba-tiba pingsan siang ini" ucap Samuel dengan nada sangat khawatir.

__ADS_1


"Tenang tuan, hal ini biasa terjadi pada seorang ibu hamil"


__ADS_2