
Rey berusaha kabur dari situasi yang tidak menyenangkan untuknya.
"Bila kau ingin tahu tanyalah langsung pada Bobby" ucap Rey dengan wajah memelas.
"Aku tak akan bertanya padamu jika Bobby memberitahukannya padaku Rey" Erika mulai melotot.
"Mengapa kau berpikir aku akan memberitahumu?" tanya Rey ragu.
"Em... aku juga tak tahu. Tapi aku yakin kau pasti tahu siapa wanita itu"
Rey mengangkat kedua bahunya.
"Ayolah Rey, beritahu aku siapa wanita itu"
"Tidak ada untungnya kau mengetahui siapa wanita itu Erika, fokuslah pada kehamilanmu" pesan Rey sambil memegang bahu Erika.
"Kau menyebalkan!" maki Erika kesal, ia meninggalkan Rey dan kembali ke mejanya dengan wajah cemberut.
Bobby heran melihat Erika.
"Apa yang terjadi darling?"
"Pintu kamar mandinya susah dibuka" ujar Erika ketus, entah darimana kata-katanya itu.
"Benarkah? Aku harus mengeceknya" kata Bobby sambil berdiri.
"Tidak perlu honey, tadi sudah bisa dibuka. Aku yang salah memutarnya" Erika mencegah Bobby karena takut ketahuan berbohong.
"Tapi aku tetap harus mengeceknya darling, jangan sampai ada pengunjung yang terkunci didalam" ucap Bobby.
Erika tidak kehabisan akal.
"Aduh... perutku terasa agak sakit.." Erika merintih, membuat Jiraiya dan Bobby panik.
"Segera bawa Erika ke rumah sakit" perintah Jiraiya.
Erika menjadi ikut panik karena akan dibawa ke rumah sakit.
"A..ku hanya butuh istirahat ayah.." Erika gugup.
"Tidak sayang, kau harus ke rumah sakit. Ayah tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu dan kandunganmu" Jiraiya bersikeras.
Bobby menggendong Erika dan membawanya ke mobil. Jiraiya yang menyetir didepan. Keduany terlihat seperti pengawal posesif untuk Erika.
Bagaimana ini? Kenapa aku jadi dibawa ke rumah sakit sungguhan..
Erika meratapi kebodohannya. Mereka sampai dirumah sakit dan langsung menuju ke dokter obgyn.
"Kandungan nyonya Erika baik-baik saja, keram biasa terjadi. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, cukup istirahat besok nyonya Erika akan segar kembali" ucap dokter, membuat Bobby dan Jiraiya menghela napas lega.
__ADS_1
Dokter memberikan vitamin untuk Erika, Bobby dan Jiraiya tetap saja dalam keadaan siap untuk menjaga Erika.
"Aku tidak apa-apa Honey, ayah.." ujar Erika saat perjalanan pulang.
"Ikuti kata-kata dokter darling, kau harus beristirahat" Bobby mengingatkan.
"Sebaiknya beberapa hari kedepan kau tak perlu ke toko, biar ayah yang mengawasinya selama kau beristirahat" Jiraiya tak kalah dari Bobby.
Erika mendengus kesal, rencananya menjadi bumerang untuknya.
Bagaimana aku bisa tahu siapa wanita itu jika aku dikurung diapartemen..
Gerutu Erika dalam hati, ia memandang kesal bergantian ke arah Jiraiya dan Bobby. Namun ia jugaa bersyukur memiliki ayah dan suami yang sangat menyayanginya.
"Honey, aku bisa berjalan" ucap Erika saat Bobby menggendongnya untuk sampai di unit apartemen.
Hampir semua orang memperhatikannya, membuat Erika menjadi agak malu.
"Jangan mengeluh darling, ini karena ulahmu sendiri. Mulai besok kau tak boleh berbohong mengenai kandunganmu"
Erika tersentak, ia menggigit bibirnya. Erika lupa, suaminya adalah pria yang hebat dan tidak mudah dikelabui.
"Ma.. maaf..." ucap Erika pelan.
Bobby tersenyum, Erika juga membalas senyuman Bobby dengan agak terpaksa. Ia merasa sangat malu.
"Kita sudah sampai, kau istirahat dulu. Aku akan membuatkanmu susu" kata Bobby sambil merebahkan Erika ditempat tidur dan memakaikannya selimut.
"Erika, mulai besok kau tinggal saja dirumah ayah. Disana kau akan dilayani oleh pelayan" ujar Jiraiya.
"Tapi ayah..." Erika ingin sekali menolak.
"Apartemen kurang baik untukmu dan Bobby, sebaiknya saat kau memiliki anak kau tinggal di sebuah rumah bukan apartemen seperti ini" Jiraiya menyambung kata-katanya.
"Apakah Bobby setuju?" Erika mencari alasan lain.
"Ayah sudah membicarakan ini dengan Bobby, dia setuju karena kau lebih terjaga dirumah ayah"
"Benarkah?" Erika terlihat kecewa.
"Apa kau tak mau tinggal bersama ayah?"
Erika seketika menjadi merenung, ia tak menyangka penolakannya akan membuat ayahnya bersedih.
"Bukan begitu ayah, tentu saja aku ingin selalu dekat dengan ayah. Kau adalah milikku yang berharga" ucap Erika, ia duduk dan memeluk ayahnya.
"Jadi kapan kau siap pindah ke rumah ayah?"
"Bisakah ayah memberiku waktu 1 minggu ayah?"
__ADS_1
Jiraiya mengangguk sambil mengelus rambut putrinya dengan lembut.
"Apa aku mengganggu?" Bobby datang dengan segelas susu.
"Tidak honey" Erika menerima gelas susu yang Bobby berikan padanya.
"Minggu depan Erika sudah siap pindah ke rumah ayah" kata Jiraiya dengan wajah senang.
"Mungkin kami akan merepotkan ayah nanti" ucap Bobby pada Jiraiya.
"Tidak.. Ayah senang rumah menjadi ramai. Memang ayah ingin kalian tinggal dirumah saat kalian menikah"
"Terima kasih ayah, maafkan kami karena awal pernikahan kami ingin mencoba mandiri tanpa memikirkan perasaan ayah" Ucap Erika lalu kembali memeluk ayahnya. .
♥️♥️♥️
Malam hari Luna dan Rey baru kembali ke apartemen, Luna meminta Rey membawakan buah-buahan untuk Yasmin. Luna terlihat khawatir saat tahu Yasmin dibawa ke rumah sakit.
"Silahkan masuk nona" sambut Bobby saat Luna berkunjung ke apartemennya.
"Apakah Erika sudah tidur?" tanya Luna sambil berjalan memasuki apartemen Bobby.
"Belum, ia baru akan meminum vitaminnya dikamar" ucap Bobby, ia mengizinkan Luna masuk ke kamarnya.
Luna membuka pintu perlahan, terlihat Erika sedang sibuk dengan ponselnya. Bobby dan Rey menunggu diluar sambil berbincang-bincang.
"Erika.." panggil Luna pelan.
"Kak Luna.. Kau ke sini untuk menjengukku?" Erika tersenyum senang.
"Ya tentu saja, aku sangat khawatir saat suamiku berkata kau dibawa ke rumah sakit. Kau baik-baik saja?" Luna memegang tangan Erika.
"Emm.. sebenarnya aku baik-baik saja kak. Tadi aku berbohong dan menyebabkan ayah dan Bobby menjadi sangat posesif" tukas Erika dengan wajah menyesal.
"Wajar saja mereka menjadi sangat panik. Kau adalah satu-satunya wanita yang harus mereka lindungi. Lain kali jangan berbohong seperti itu lagi" pesan Luna, Erika mengangguk paham.
"Ya karena hal ini, minggu depan aku akan pindah ke rumah ayah. Ayah mau selalu dekat denganku dan aku tak bisa menolaknya"
"Ya memang sudah seharusnya kau dan Bobby menjaga Jiraiya. Dia pasti sangat senang kau mau tinggal bersamanya"
"Saat aku menyetujuinya ayah tersenyum dengan bahagia kak"
"Hemm.. tapi aku heran, apa yang membuatmu berbohong? Aku cukup mengenalmu, bila tak ada sesuatu yang penting maka kau tidak akan melakukan hal itu" Luna penasaran.
"Sebenarnya aku sedang mencari tahu sesuatu kak" Erika berkata dengan suara pelan.
"Mencari tahu apa?" Luna makin penasaran.
"Bobby pernah mengatakan, ia pernah menyatakan cinta dan ditolak oleh seorang wanita. Apa kak Luna tahu siapa wanita itu?"
__ADS_1
"Apa kau sedang mencari tahu tentang Yasmin?"