
Luna melihat kesal kepada Rey.
"Apa isi dalam otakmu itu hanya isi kontrak!"
"Bukan begitu nona, aku hanya takut membuatmu marah dan melanggar kontrak yang sudah aku tanda tangani" ucap Rey polos membuat Luna bertambah kesal.
"Kau masih saja memikirkan kontrak itu setelah apa yang terjadi kemarin?! Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu Rey!"
"Ku mohon jangan marah nona, kau pasti bisa merasakan betapa dalamnya cintaku padamu. Tapi saat ini aku merasa kontrak itu selalu terngiang dikepala ku"
"Aku membayangkan pria yang mencintaiku dan mau melakukan apapun untuk membuktikan cintanya padaku! Tapi kau.... sudahlah! Aku menjadi sangat ragu dengan rasa cintamu padaku!" Luna berjalan cepat ke kamarnya, membanting pintu dan menguncinya.
Rey memandang Luna dengan tatapan sedih.
Apa seharusnya tadi aku langsung menciumnya saja ya?
Pikir Rey menyesali keputusannya. Rey mematikan tv dan merebahkan tubuhnya di sofa.
"Kapan aku bisa tidur sekamar dengan nona Luna?" tanyanya dalam hati, lalu ia terlelap karena lelah.
Pagi ini Rey terbangun karena bunyi alarm ponselnya, ia mengucek matanya pelan dan berjalan ke arah kamar mandi. Hal itu bertepatan dengan Luna yang baru keluar dari kamarnya dengan wajah kusut dan rambut berantakan. Luna memalingkan wajahnya dari Rey, ia terlihat masih marah.
"Apakah nona masih marah?" Rey bertanya dengan nada takut.
Luna hanya melirik sinis kepada Rey, lirikannya itu seakan menjadi jawaban dari pertanyaan Rey. Rey menunduk, Luna berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.
"Apa kau mau aku membuatkanmu sarapan?"
Luna sekali lagi melirik sinis kepada Rey, membuat Rey menjadi bingung harus berbuat apa.
"Bila ada yang kau butuhkan aku ada dikamar mandi, aku akan bersiap untuk berangkat ke restauran"
Rey berlalu masuk ke kamar mandi, Luna tertawa kesal melihat Rey dengan santainya masuk ke kamar mandi.
Dengan kesal Luna menggedor pintu kamar mandi, Rey terkejut. Ia memakai handuk dipinggangnya dan keluar.
"Ada apa nona? Kenapa mengetuk pintu kamar mandi dengan sangat keras? Nanti tanganmu bisa sakit" Rey melihat ke arah tangan Luna lalu mengelus sambil meniupnya.
__ADS_1
Luna menahan senyumnya, ia sangat suka Rey memperlakukannya dengan sangat baik.
"Jangan sentuh tanganku! Aku sedang marah kepadamu" ucap Luna sambil menarik kasar tangannya, Rey memandang sedih ke arah Luna.
"Jangan menatapku seperti itu, kau membuatku terlihat sangat jahat. Sudah kau masuk saja lagi ke kamar mandi, semakin aku melihatmu aku menjadi semakin kesal!" teriak Luna.
Rey masuk kembali ke dalam kamar mandi, Luna merasa mengabaikannya lalu ia menggedor lagi pintu kamar mandi. Rey mengeluarkan tangannya lalu menarik Luna masuk ke dalam kamar mandi.
♥️♥️♥️
Rey keluar dari apartemen dengan wajah sumringah, Bobby menatap aneh kepada Rey.
"Apa terjadi sesuatu yang membuat senyummu itu terlihat menakutkan?" ledek Bobby.
Rey hanya mengangkat kedua alisnya, Bobby tertawa lebar.
"Waah kau sangat beruntung" puji Bobby.
"Kau juga terlihat senang" Rey melakukan balasan kepada Bobby.
Bobby melakukan hal yang sama dengan Rey, ia hanya mengangkat kedua alisnya. Mereka berdua tertawa bersama-sama.
"Ya aku sedang mempersiapkannya" jawab Bobby santai.
"Aku akan menyiapkan hadiah yang besar untukmu"
"Aku akan meminta mobil mewah padamu" ucap Bobby asal.
"Boleh saja asalkan kau yang akan mencicilnya, hahaha"
Mereka berdua berjalan berangkulan menuju motor Bobby.
Rey sudah berangkat bersama Bobby dan Luna baru saja meninggalkan apartemen untuk menuju hotel. Saat sampai di hotel, ada Yasmin sedang duduk menunggu Luna didalam ruangannya. Luna melihat malas ke arah Yasmin.
"Luna maafkan aku" ucap Yasmin sambil berdiri menyambut kedatangan Luna.
Luna menatap sinis kepada Yasmin, ia seperti merendahkan sahabatnya itu yang sudah berbuat hal yang membuat Luna muak.
__ADS_1
"Semudah itu kah kau membuat kesalahan yang sangat fatal lalu meminta maaf kepadaku? Hhh kau itu terlalu rendah Yasmin!"
"Aku mengakui itu adalah kekhilafanku. Ku mohon maafkan aku, jangan membuatku seperti seorang pengemis Luna" ucap Yasmin lirih.
"Kekhilafan katamu???! Kau sudah merencanakan semuanya, bahkan kau memanipulasi hari ulang tahunku untuk mengelabui Rey. Dia pria yang baik dan polos lalu kau memanfaatkannya untuk kepentingan mu sendiri! Itu sangat jahat Yasmin!"
"Iya iya aku tahu aku salah, jadi maafkanlah aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi"
"Apa kau pikir aku akan semudah itu percaya padamu?" Luna menyeringai.
"Setidaknya aku berusaha untuk membuatmu kembali percaya padaku. Luna, persahabatan kita sudah terjalin begitu lama dan aku menyesal karena Rey kita menjadi bertengkar seperti ini"
"Kau bilang karena Rey? Dia tidak melakukan apapun dan kau mau melimpahkan kesalahanmu kepadanya? Kau benar-benar sudah tidak waras!"
"Iya!! Selama ini banyak pria tampan yang ada diantara kita, tapi tak ada satupun yang membuat hubungan kita menjadi serenggang ini. Apakah kau tak pernah berpikir Rey memiliki maksud tertentu kepada kita?"
Luna terlihat berpikir, apa yang dikatakan oleh Yasmin ada benarnya. Mereka berdua memiliki selera pria yang berbeda itulah sebabnya mereka tak pernah memperebutkan satu pria pun sampai bertengkar sehebat saat ini.
"Kau benar, aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu" Luna mulai melunak, Yasmin tersenyum tipis.
"Aku memikirkannya semalaman dan aku mendapatkan kesimpulan bahwa Rey mempunyai rencana yang buruk kepadamu dan aku. Kita tak dapat memungkiri bahwa dia adalah pria miskin yang tidak punya apa-apa" ucap Yasmin lagi.
"Tapi.... " Luna berpikir kembali, ia mengingat saat-saat indahnya bersama Rey tadi pagi.
"Tidak tidak Rey adalah pria yang baik, kau tidak bisa menghasutku Yasmin!" Luna kembali kesal, Yasmin meremas bajunya karena merasa gagal.
"Aku tidak menghasutmu Luna, coba kau ingat-ingat apa saja yang Rey pernah lakukan padamu? Dia hanya menurut tanpa ada perlawanan, bukankah itu sesuatu yang aneh?" Yasmin mencoba meyakinkan Luna lagi.
Luna kembali berpikir, Jiraiya yang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu masuk ke dalam.
"Oh Jiraiya, kenapa tidak mengetuk pintu?" Luna bertanya dengan heran karena tak biasanya Jiraiya mengabaikan sopan santunnya.
"Saya hanya ingin memberitahu nona bahwa tuan Rey saat ini sedang membuat sebuah resep baru untuk restauran kita dan tuan juga mengembalikan uang yang saya transfer ke rekeningnya sebagai bayaran kontrak untuknya" lapor Jiraiya membuat Yasmin menjadi semakin kesal.
"Kau lihat itu Yasmin, Rey adalah pria yang baik. Tidak mungkin dia memiliki pikiran sepicik itu kepadaku, wanita yang dicintainya"
Kata-kata Luna benar-benar menusuk hati Yasmin. Yasmin menghela napas panjang.
__ADS_1
"Baiklah bila itu yang kau yakini, sekarang aku mengingatkanmu akan janjimu yang akan memberikan Rey padaku setelah kontraknya habis denganmu!"