Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Ketegasan


__ADS_3

Armando berdiri dihadapan mami, mami duduk di sofa tunggal sambil menatapnya dari bawah sampai ke atas. Luna dan Rara duduk di sofa panjang, Rara mengaitkan tangannya dilengan Luna dengan perasaan was-was.


"Hemm.. jadi kau menyukai putriku?" tanya mami, ia meminum tehnya dengan elegan lalu menatap Armando dengan tatapan mengintimidasi.


"Iya nyonya" Armando menjawab dengan yakin, ia memandang lurus kedepan karena sangat tidak sopan jika ia menatap nyonya besar.


Luna agak terkejut mendengar ketegasan Armando, ia mengulum senyumnya sambil memegang tangan Rara yang melingkar dilengannya.


"Kau tahu kalau aku sangat menyayangi Rara dan tak akan ku biarkan seorang pun menyakitinya?" ujar mami, ia, menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Ya nyonya, saya tahu" Sekali lagi Armando menjawab dengan tegas.


Mami mengangguk-angguk, ia sedikit kagum dengan keberanian Armando.


"Kau tahu resikonya bila kau membuat Rara menangis?" kali ini suara mami sedikit mengancam.


Armando tak bergeming, ia mengangguk. Sepertinya Armando sudah siap dengan segala hal yang akan terjadi bila ia menjalin hubungan dengan Rara.


"Baiklah jika kau tahu dan menyanggupi segala resikonya. Rara.." mami memanggil Rara yang sejak tadi masih terpana dengan semua jawaban Armando.


"Rara.." mami memanggil Rara sekali lagi.


Rara masih terdiam, ia menatap Armando penuh cinta. Luna tersenyum dan menyenggol tangan Rara.


"Eh... iya mi" Rara menjawab dengan agak gugup.


"Jaga sikapmu, jangan cepat luluh dengan pria" ucap mami sambil melirik pada Rara.


Rara menunduk sambil mencuri pandang pada Armando, ia sedikit malu karena mami tahu ia sangat menyukai pria yang sedang diintrogasi itu.


"Oh ya.. jelaskan padaku sejak kapan kau menyukai Rara? Aku harus tahu alasanmu!" mami bertanya lagi.


Armando menjelaskan persis seperti apa yang ia katakan pada Rey tadi pagi. Mami bertambah kagum pada Armando namun ia tak mau segera mempercayai Armando seperti ia mempercayai Rey.

__ADS_1


"Aku menyetujui hubungan kalian, tapi ingat Armando! Jaga dan lindungi Rara, jangan melakukan hal yang melanggar norma!" ancam mami lagi.


Armando menatap ke arah Rara, Rara membalas tatapan Armando dengan haru.


"Saya tidak akan melakukan hal yang membuatnya menjadi sedih dan menyesal karena bersama saya nyonya. Percayakan semua kepada saya" tukas Armando, kali ini ia memberanikan diri sedikit melihat ke arah mami.


Mami tersenyum, ia berdiri dan menepuk bahu Armando lalu masuk ke kamarnya. Luna langsung memeluk Rara, Rara membalas pelukkan Luna namun tatapannya ke arah Armando.


♥️♥️♥️


Malam itu Yasmin dan Samuel sudah tiba dirumah mami, Yasmin sedang berbincang dengan mami dimeja makan. Samuel bermain bersama Sheryl dikamar.


"Apa yang terjadi mi? Ada masalah apa dengan rencana pernikahan James dan Anne?" tanya Yasmin penasaran.


"Mami baru tahu mereka memiliki keinginan pindah dari negara ini, papi sangat marah dan diam saja sampai saat ini" ujar mami dengan wajah resah.


Yasmin menggigit bibirnya, ia sudah tahu rencana itu. Mami terlihat sangat khawatir, papi masih dikamar sepertinya ia berusaha menenangkan diri.


"Bagaimana menurutmu Yasmin? Mami takut papi murka pada James dan melarang Anne menikah dengannya" kata mami sambil memegang tangan Yasmin.


Tak lama Anne dan James datang, Anne langsung memeluk Yasmin. Wajah James terlihat berpikir, namun berbeda dengan saat melamar Anne. Ada ketegasan dari wajah itu.


Mami mengajak James duduk, Anne mengganti pakaiannya ditemani oleh Yasmin.


"Kak, aku sangat khawatir" ungkap Anne saat sudah berada dikamar.


"Bagaimana bisa mami dan papi tahu tentang rencana itu?" tanya Yasmin heran.


"Aku sedang menelpon James, lalu tak sengaja membicarakan rencana itu. Aku tak tahu mami akan masuk ke kamar membawa susu untukku. Mami memecahkan gelas dan membuat papi ikut datang ke kamarku. Mami meminta penjelasan padaku dan aku mencoba menjelaskannya perlahan, papi tak mengatakan apapun dan tidak bicara denganku sampai sekarang"


"Ya aku juga melihatnya, saat aku datang papi sangat senang melihat Sheryl namun tatapan matanya terlihat sangat sedih" ujar Yasmin.


Anne duduk disebelah Yasmin, ia memeluk Yasmin sambil menahan tangisnya.

__ADS_1


"Tenanglah, aku akan membantumu untuk bicara pada papi. Aku juga tak mau melihat papi sedih"


Anne mengangguk, ia melepaskan pelukkannya.


"Ayo kita keluar, James pasti sudah bertemu dengan papi saat ini" ujar Yasmin.


Yasmin dan Anne keluar dari kamar, James terlihat duduk dengan tegak sambil bertukar pandang dengan papi. Aliran listrik sangat terasa oleh orang yang memperhatikan mereka.


"Pi.." mami mulai bicara.


Papi mengangkat satu tangannya, memberikan tanda agar mami tidak ikut campur. Anne yang baru saja memasuki ruang tamu bersama Yasmin tak bisa berbuat apa-apa, ia duduk di sofa panjang bersama Yasmin. Sesekali ia menoleh ke arah James dan papinya.


"Saya minta maaf tuan!" ucap James tegas, ia bersuara lantang agar tak perlu mengulang kata-katanya.


Papi hanya diam dengan tatapan yang tak berubah.


"Tidak ada maksud dari hati saya untuk memisahkan tuan dari Anne, tapi saya benar-benar mencintainya"


Mami menatap papi, ia tahu kesungguhan James walaupun hati mami juga tak setuju jika Anne pergi dari negara ini setelah menikah.


"Pi.." Anne ikut bicara, papi melirik Anne dengan sinis.


Anne mengurungkan niatnya untuk ikut dalam pembicaraan.


"Tuan.. bila memang tuan tidak setuju dengan rencana kami maka semua itu masih bisa dibicarakan dan kita cari solusinya bersama" James menawarkan kesepakatan, ia ingin tetap menikah dengan Anne.


Papi tak bergeming, ia masih diam seribu bahasa.


"Maafkan aku papi, aku tak berniat ikut campur. Namun ada baiknya papi mengatakan hal yang menurut papi tidak mengenakkan agar semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Jujur saja sejak awal aku mengetahui masalah ini, aku dan Sam juga tidak setuju" ungkap Yasmin membuat tatapan sinis papi berpindah kepadanya.


Yasmin gelagapan, ia menunduk. Anne memegang tangan Yasmin, mereka saling menguatkan. Samuel benar-benar tidak ingin tahu masalah Anne, ia tetap dikamar bersama Sheryl.


"Tuan.. saya mohon jangan pisahkan saya dengan Anne. Hubungan kami serius dan saya juga bersungguh-sungguh ingin menikah dengannya. Namun kesehatan ayah saya saat ini kurang baik, itulah dasar mengapa saya juga Anne berencana pindah dari negara ini" James mengeluarkan alasan kembali.

__ADS_1


Papi menghela nafas panjang, masih ada kekesalan dalam wajahnya. Baik mami, Anne dan Yasmin sudah tak berani untuk bicara. Tiba-tiba papi membuka mulutnya..


"Jangan banyak bicara, tunjukan kekuatanmu dengan adu panco denganku!"


__ADS_2