Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Menjaga Gengsi


__ADS_3

Samuel terkejut dengan apa yang Yasmin ucapkan, ia meminta Yasmin mengangkat kepalanya.


"Apa kau sedang sakit Yasmin?" Samuel mulai khawatir, ia memegang dahi Yasmin.


Yasmin menggeleng.


"Aku baik-baik saja bila kau terus ada di sampingku" ucap Yasmin dengan air mata yang terus menetes.


Samuel mengusap butiran air mata Yasmin lalu memeluknya.


"Memangnya aku mau kemana?" Samuel bertanya dengan nada meledek.


"Lisa bilang banyak yang menginginkanmu dan bisa saja suatu saat kau pergi meninggalkan aku karena sikapku selalu buruk padamu" ungkap Yasmin.


Samuel melepaskan pelukkannya.


"Lisa bilang apa?" Wajah Samuel berubah heran, ia ingin Yasmin mengulang ucapannya tadi.


"Dia bilang bila aku sudah mulai bosan denganmu, dia mau menerimamu" kata Yasmin lagi.


Seketika Samuel terkekeh, kini Yasmin yang menjadi heran. Ia mengusap air matanya dan menunggu penjelasan Samuel.


"Tapi Lisa tak mungkin melakukannya" kata Samuel dengan wajah yakin.


"Dia mengatakannya dengan jelas padaku tadi, dia mengatakan hal-hal yang membuatku merasa sangat buruk. Dan kau selalu membuatku terlihat baik dimata orang lain, itu membuatku senang dan sedih diwaktu yang sama" ungkap Yasmin lagi.


Samuel menatap Yasmin dan memegang kedua pipinya.


"Apa aku belum bilang padamu bahwa Lisa adalah istri Gio?" ujar Samuel sambil menahan tawa.


"Istri Gio? Manager mu?" Yasmin tersentak.


Samuel mengangguk, ia mengalihkan pandangannya dan tertawa lagi.


"Apa kau merencanakan semua ini dengannya?!" Yasmin terdengar kesal.


Samuel menggeleng.


"Aku tak tahu apa-apa tentang ini.. Oh.. ya ya ya aku sekarang paham. Pantas saja Gio tidak mau menemani kita menemui pak Yang, ternyata dia dan istrinya bersengkokol lalu merencanakan semua ini" Samuel terkekeh.


Yasmin cemberut, ia masuk ke dalam perangkap manager Samuel dan istrinya.


"Tapi.. aku senang kau akhirnya mengakui perasaanmu" Samuel terlihat bahagia.


"Aku mencintaimu Yasmiiin....!!!" Samuel berteriak dan menjadi pusat perhatian di sana.


Yasmin menutup wajahnya karena malu, lalu ia mengintip sedikit dan tersenyum.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Yasmin menelpon Luna.


"Ada apa Yasmin?" ujar Luna sambil menaruh Avior di boxnya.


"Apa kau sibuk siang ini Luna?" tanya Yasmin.


"Kesibukan ku hanya menjaga Avior dan Alioth, apa kau ingin datang ke sini?"


"Ya aku sedang perjalanan ke rumah mamimu, Rey tidak ada kan?"


"Tidak.. dia sedang ke hotel. Aku memintanya untuk membantu Jiraiya untuk mengelolanya agar aku tak perlu ke hotel untuk mengurusi pekerjaan"


"Baik.. Tunggu aku, sebentar lagi aku sampai"


Yasmin menutup telponnya, Luna kembali sibuk dengan kedua putranya.


"Luna.. mami dan Rara akan keluar. Mami juga akan membawa pengawalmu itu, apa kau keberatan?" mami tiba-tiba masuk dan meminta izin membawa serta Armando.


"Tidak apa-apa mi, bawalah Armando. Tapi tunggu sebentar aku akan meminta pengawal lain untuk ke sini" ujar Luna yang selalu ingin siap siaga dengan keselamatan kedua putranya.


Mami mengangguk dan keluar dari kamar si kembar. Luna menelpon Jiraiya dan meminta pengawal datang menggantikan Armando sementara waktu. Setelah pengawal pengganti datang, mami baru berangkat bersama Rara dan Armando. Yasmin pun sudah tiba.


"Tak biasanya kau datang ke sini" ucap Luna sambil melirik usil pada Yasmin.


"Aku merindukanmu dan si kembar. Apa itu salah?" jawab Yasmin dengan nada agak sewot.


"Tidaak.. tentu saja itu tidak salah" Luna menahan senyumnya.


"Ada apa?" Luna heran melihat tingkah Yasmin.


Tiba-tiba Yasmin bersimpuh dikaki Luna.


"Yasmin... apa yang kau lakukan?" Luna berusaha menarik tubuh Yasmin.


"Aku ingin minta maaf padamu Luna" kata Yasmin, ia tak mau bangun.


"Minta maaf untuk apa?" Luna menjadi panik, ia tak enak bila ada pelayan yang melihat Yasmin sedang bersimpuh didepannya seperti itu.


"Aku bersalah padamu, aku sudah seenaknya mengatakan hal yang menyakitimu dan Rey"


Luna bertambah heran.


"Ya ya ya baiklah, aku memaafkanmu apapun itu Yasmin. Sekarang bangunlah" Luna menarik sekuat tenaga tubuh Yasmin yang akhirnya mau duduk kembali disebelahnya.


Yasmin terlihat menangis.


"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba minta maaf sampai bersimpuh seperti itu?" Luna butuh penjelasan.


"A.. aakuu juga minta maaf karena saat ini aku mencintai Samuel" tutur Yasmin agak malu.

__ADS_1


Luna tertawa, ia bahkan tertawa terbahak-bahak. Yasmin menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.


"Sudah cukup! Jangan tertawa lagi!" bentak Yasmin kesal, ia mengusap air matanya dan minum dari cangkir yang disiapkan oleh pelayan.


"Sejak kapan kau merasakannya pada suami tercintamu itu?" tanya Luna dengan nada mengejek.


"Entahlah, dia selalu membuatku kesal dan marah tetapi jika ada yang ingin merebutnya aku menjadi takut. Kemarin aku bertemu dengan wanita yang menyadarkan perasaanku" cerita Yasmin.


"Wanita?" Luna agak tercengang.


"Ya.. wanita bernama Lisa"


"Lisa istri Gio maksudmu?" Luna mengenali wanita itu.


"Kau mengenalnya?" tanya Yasmin, Luna mengangguk.


"Aku mengenalnya saat masih bersama Samuel, Lisa adalah wanita yang baik. Dia sangat mengenal Samuel sama seperti Gio" ungkap Luna membuat Yasmin menjadi malu.


"Bagaimana bisa kau tak tahu istri dari manager suamimu?" sambung Luna heran.


"Em... aku tak pernah ingin tahu apapun tentang Samuel, bahkan aku tidak pernah bicara baik-baik dengan managernya. Aku wanita yang sangat buruk" Yasmin menyesal.


Luna memegang bahu Yasmin.


"Kau hanya terlalu gengsi mengakui cintamu Yasmin" ujar Luna, ia sangat mengenal sahabatnya itu.


"Tidak tidak.. aku hanya selalu berpikir hanya Rey yang ada dihatiku" Kata Yasmin pelan, ia harus mengakui cintanya pada Rey memang begitu besar dulu.


"Dan sekarang?" Luna menatap lekat wajah sahabatnya.


Yasmin menghela nafas dan menggeleng.


"Sam sudah mengisi hari-hari ku yang membosankan dengan keg*laannya, kenarsisannya juga semua hal menyebalkan lainnya. Tapi bila dia pergi aku akan merasa sangat merindukannya" Yasmin menatap Luna dengan tatapan polosnya.


"Itu adalah cinta, hatimu untuk Rey adalah obsesi Yasmin. Cinta adalah bisa menerima semua kekurangan pasanganmu, bukan hanya bisa melihat kelebihannya"


Yasmin hampir tak percaya dengan kata-kata Luna namun itu semua benar adanya.


"Luna sejujurnya aku malu"


"Malu kenapa?"


"Aku malu karena Samuel sangat baik padaku, dia tetap berusaha mencintaiku dengan semua sikap burukku padanya"


"Tak apa-apa Yasmin, anggap saja itu sebagai perjuangan cintanya" kata Luna enteng.


"Tapi aku tak berjuang apapun untuk cintaku"


"Hahaha bukankah menjaga gengsi juga butuh tenaga ekstra?" ledek Luna, Yasmin tertawa.

__ADS_1


Kedua sahabat itu saling melempar senyum, rumah tangga mereka sama-sama sudah penuh dengan cinta. Luna terdiam, ia sedikit menahan tawa.


"Dan lucunya, kau dan aku sama-sama membiarkan suami kita tidur disofa selama kita menjaga gengsi"


__ADS_2