
Adel bergegas keruang ganti. Berkali-kali menoleh kanan kiri, memastikan boss songongnya itu tidak mengikutinya. Ia kunci pintu panel ruang ganti dan mengganti seragamnya dengan tergesa-gesa.
Airmatanya terus menetes. Ia memang termasuk gadis cengeng. Cepat mengeluarkan butiran bening bila hatinya sedang sedih apalagi perasaannya kini tercabik-cabik.
Pukul 8 malam kurang. Ia keluar dari gedung perkantoran. Sembab matanya menyusuri jalan raya menuju halte bis terdekat.
Suasana sudah mulai sepi. Untungnya cuaca malam cukup cerah dihiasi bintang. Hingga langit disinari bulan purnama ditemani taburan bintang berkelip. Walau hati Adel tengah hancur karena perbuatan boss barunya yang tengil.
Tak ingin ia mengingat kejadian tadi. Entah dipecat entah tidak, Adel tak ingin memikirkan itu. Biar besok saja ia masuk kerja sambil memberikan surat pengunduran diri.
Halte bis juga sepi. Membuat Adel bisa bebas menaikkan kedua kakinya ketembok tempat duduk tunggu. Sebenarnya sih tidak boleh. Tapi Adel ingin melakukannya malam ini.
Mendekap kedua lututnya sambil merapatkan dagunya disitu. Hangat hatinya sedikit nyaman.
"Adelia?"
Seseorang menyebut namanya. Membuat Adel mendongak.
Lampu penerangan di halte bis itu cukup membuatnya memicingkan mata karena silau cahayanya.
"Aku Rahman!"
"Bang Rahman?"
"Malem banget pulangnya? Kebagian ship malem ya?"
"Ga bang! Lembur dihari pertama kerja." Curhat Adel merasa nyaman meski baru tadi sore kenal.
"Ckckck.... kasian! Hehehe semangat, Del!"
__ADS_1
"Makasih, bang! Abang sendiri, lembur juga ya?"tanya Adelia.
"Memang jam kerjaku habis pukul 8 Del! Khan tokoku buka pukul 11 siang."
"Oh. Toko apa bang?"
"Toko jaket kulit disamping toko ATK. Mana nomor what'App Adel? hehehe .... kalo jodoh ga kemana ya?!?"
Adel mengerucutkan bibirnya. Agak sedikit kesal mendengar perkataan Rahman meskipun hanya candaan. Mengingat ia baru saja dilecehkan atasan songongnya tadi.
Ada bajaj tiba-tiba lewat. Dan syukurnya bajaj itu kosong penumpang.
"Bang! Adel pamit ya, pulang duluan! Capek banget nih....."
"Nomor wa mana?"
"Besok-besok, deh! Kita pasti ketemu lagi koq! Hehehe piiiiiissss!!!" Adel mengacungkan dua jari telunjuk dan tengahnya tanda maaf pada Rahman.
"Dasar!! Hehehe...."
"Bye bang! Makasih untuk pengertiannya."
Adel melihat Rahman tertawa kecut sambil melambaikan tangannya.
Sejujurnya Adelia sudah terbiasa mendapati perlakuan para pria yang tertarik padanya. Bukan bermaksud sombong, tapi Adel lebih suka jaga jarak khawatir justru melukai hati mereka.
Adel lebih suka persahabatan saja. Takut menyakiti kakak tercintanya jika ia berlaku dewasa mencari cinta. Adel tak ingin mendahului apalagi melangkahi kakak kesayangannya Fidelia. Pamali kalau kata mamanya.
Meski mama sering mengingatkan Ella untuk segera membuka hati mencari jodoh, tapi kakak nya itu terlihat adem ayem saja dengan kesendiriannya.
__ADS_1
Urusan perasaan dan cinta, Ella memang sangat tertutup sekali. Tak pernah ia dengar celetukan apalagi curhatan kakaknya soal lain jenis. Sampai-sampai mamanya pernah mengutarakan kekhawatirannya pada Adel kalau-kalau kak Fidelia/Ella tidak suka laki-laki.
Adel segera meralat keresahan mamanya kalau ia pernah men-gap kakaknya itu tengah video callan dengan seorang cowok beberapa bulan lalu dikamarnya.
Meski sebenarnya Adel tak yakin karena percakapannya terdengar biasa, tapi ia tak ingin mamanya risau berkepanjangan. Apalagi menyangka kakaknya yang bukan-bukan.
Adel lebih berfikir positif saja.
"Malam banget pulangnya Del!"
"Iya ma! Dimasa percobaan Adel diwajibin lembur!" jawab Adel setelah mencium punggung tangan mamanya.
Ia bisa merasakan kekhawatiran dari pertanyaan mama.
"Kak Ella juga belum pulang, Del! Padahal hari ini katanya mau pulang sore. Tapi udah jam 9 kurang belum pulang!"
"Ada janji ketemuan seseorang kali ma..." jawab Adel membuat mamanya mendelik kesenangan.
"Aamiin!"
"Adel masuk kamar dulu ya ma!"
"Iya. Makanan udah siap dimeja makan Del! Mama mau kekamar lagi ya, pijitin pundak papa yang katanya kram!"
Deg....
Jantung Adel berdegub kencang mendengar perkataan mama. Wajah tampan boss tengilnya melintas dimemori ingatannya, perihal perintah pijit pundak.
Hadeeeuh......
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•