
"Kamu beneran mau resign dari sini, La?" tanya Rahman. Ia masih berusaha membujuk Ella untyk tetap mempertimbangkan keputusannya. Tapi yang ditanyanya hanya diam membisu.
"Aku masih akan membereskan kerjaanku sampai pukul 4 sore nanti!"
"Kumohon, tetaplah disini. Setidaknya hingga aku berhasil menguatkan grafik penjualan dan tidak mengadakan pengurangan karyawan!"
"Itu bukan urusanku! Bukan kapasitasku juga! Aku permisi kembali ketempat kerjaku!"
Rahman hanya bisa menatap punggung gadis yang semakin sering ia rindui itu.
Nasi telah menjadi bubur. Penyesalannya kini hanyalah menambah luka dihati Ella pastinya. Ia sejujurnya mengerti sekali, perasaan gadis itu. Ia tak terlalu berharap banyak. Tapi kalau bisa, ia ingin melakukan yang terbaik buat Ella. Bahkan bila nyawa sekalipun taruhannya.
"Kak Fi!"
"Hm?"
"Aku minta catatan rekapitulasi penjualan bulan Maret dan April." kata Simbar, salah satu karyawan yang berada dilapangan.
Hari ini semua karyawan yang dilapangan ditarik mundur. Untuk merapikan berkas-berkas nota penjualan yang tercecer dibulan yang lalu-lalu.
"Ini mas!"
Ella menatap wajah pria berusia 35 tahunan itu. Wajahnya terlihat lusuh sekali.
"Kudengar boss akan mengadakan pengurangan karyawan ya kak?"
__ADS_1
"Entah! Semoga kabar burung itu salah, mas!"
"Hhhh... Istriku mau lahiran dua bulan lagi! Pinjamanku juga dipending sejak bulan lalu, entah bisa cair entah tidak! Anak pertamaku susu botol! Pusing kepala ini memikirkan selanjutnya!"
Ella hanya menghela nafas. Ikut prihatin. Tapi tak mampu berbuat apa-apa.
Dirinya juga galau. Tapi hati tak bisa dibohongi, walaupun ia peduli kepada teman-temannya seperjuangan dalam mencari receh halal demi sesuap nasi. Ia terlanjur membenci Rahman. Bahkan mungkin sampai ia mati.
Ini hari terakhir ia bekerja. Entah apakah tepat atau tidak tepat keputusannya. Ella telah meyakini tekadnya bulat-bulat.
"Fidellia! Ikut saya!"
"Ah, i iya pak!"
Wajahnya kembali pias, pria yang kini adalah boss barunya itu memanggilnya kedalam ruangan.
"Tidak bisa! Maaf! Permisi!"
"Ella please!... Kumohon padamu, ini untuk kebaikan banyak orang yang bergantung diperusahaan ini!"
Ella cuek saja. Berlalu tanpa menggubris permintaan Rahman yang putus asa.
"Meynar!"
"Ya kak Fi?"
__ADS_1
"Ikut yuk,..ada yang mau aku bicarakan sama kamu!"
Meynar menurut. Ella menatar Ella gerak cepat setengah harian itu. Hampir semuanya. Meski tak bisa berharap banyak, Meynar menyerap semua yang dia ajarkan. Tapi setidaknya, beban moral dipundaknya sedikit berkurang.
"Ini adalah hari terakhirku disini. Aku minta maaf pada kalian semua ya! Selama kita bekerjasama sebagai sesama karyawan, pasti banyak kata-kataku yang kasar, menyakiti kalian semua! Maaf ya kawan-kawan semua!"
"Kenapa Fi? Kamu resign mendadak sekali?"
"Apa suami kak Fi melarang kakak bekerja?"
"Kak,.. nanti siapa yang akan menghandle semuanya kalau kak Fi ga kerja lagi?"
Suara-suara berkicauan dari karyawan yang lain. Semua kaget dan nyaris tak bisa terima perkataan Fidellia.
"Maaf, aku ada masalah pribadi yang tidak bisa kuutarakan pada kalian! Sebagai rasa terima kasihku pada teman-teman, aku ingin traktir kalian semuanya makan diresto jepang Hokben diseberang kantor setelah jam kerja berakhir!"
Suara gaduh kembali terdengar. Senang tapi sedih. Begitulah komentar semuanya. Sedang Rahman hanya bisa mengintip dari balik pintu ruang kerjanya. Mematung sendirian merenungi nasib buruknya yang kembali bertubi-tubi.
Ingin ia keluar, izin ikut bersama mereka semua. Tapi pasti Ella marah karena ia mengacaukannya.
Andaikan saja ia mampu melunakkan hati Ella yang keras seperti batu. Ternyata masih tak bisa.
💕BERSAMBUNG💕
**Mohon maaf, baru bisa up🙏Author baru pulang liburan Lebaran bersama keluarga dari pulau Antah Berantah😅✌yang susah signal😊😁...
Alhamdulillah, mulai besok bisa stabil up lagi inshaaAllah 2-3 episode per hari🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang budiman🙏🙏🙏salam sehat dan semangat😍😘💕**