PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
COBAAN LAGI


__ADS_3

Plak.


Pak Robert menampar Agnes keras.


"Apa susahnya sih, mencari perhatian si Ramzy itu? Dia pasti bisa kamu hancurkan dengan pesonamu yang sangat mirip mantan tunangannya dulu itu? Haish!"


Agnes menunduk. Dua airmatanya jatuh disudut pipinya.


"Ingat! Waktumu hanya sebulan. Jika kamu tak berhasil menghancurkan hidup pengusaha ingusan yang selalu menggagalkan tender besar pak Sam, maka jangan salahkan aku, kalau beliau menggusur panti asuhan tempatmu tinggal. Dan adik-adik pantimu akan kejalanan mengemis dan menggembel!"


"Jangan pak! Tolong, jangan lakukan itu! Saya masih berusaha mencari jalan untuk mendekati pak Ramzy pak!"


"Hasut juga pertemanannya dengan CEO baru didivisi eksport import itu! Sejak ada dia,...si Ramzy semakin kuat saja! Kamu harus bisa bermain peran, Agnes! Atau beasiswa kuliahmu yang tinggal setahun lagi itu dicabut!"


"Ya. Ya saya akan gerak cepat pak! Tapi mohon sabar! Saya bukan orang yang biasa merusak hubungan orang. Apalagi menjadi perempuan perusak rumah tangga!"


"Bodoh! Kau tak harus bergenit-genit Agnes! Cukup kau bolak-balik didepan si Ramzy! Buat dia belingsatan melihat wajahmu yang sangat mirip Adel! Dia itu sangat mencintai tunangannya yang sudah meninggal itu, sampai akhirnya naik ranjang menikahi kakak Adel. Tahu? Dan kisah cinta serta kehidupan rumah tangganya sudah menjadi rahasia umum di perusahaan itu. Kau cukup berseliweran saja. Biar dia yang bereaksi padamu! Bodoh!"


Agnes hanya bisa menyimak ucapan pak Robert. Dia adalah suami baru dari pemilik yayasan Panti Asuhan Semerbak Bunga, bunda Utami. Sejak menikah lagi dengan pria setengah baya yang haus harta dan tahta itu, bunda memang kurang perhatian lagi pada yayasan yang sejak muda dulu ia kelola.


Hhh.... Agnes kembali kekamarnya.

__ADS_1


Pukul 11 malam. Wajah-wajah mungil polos adik-adik angkatnya begitu menggemaskan diranjang-ranjang tidur mereka.


Kembali airmatanya menetes. Membayangkan betapa kejamnya hidup dijalanan. Merasakan panasnya terik dan pedihnya hidup tanpa orangtua serta tempat tinggal. Agnes menggelengkan kepalanya.


Tidak. Mereka tidak boleh merasakan kepahitan dan kekejaman jalanan ibukota. Tidak! Jangan ya Allah!


Agnes masuk kedalam selimutnya yang dingin karena belum ia gunakan. Hatinya ia kuatkan. Berharap semoga esok ada kesempatan ia mendekat pada pak Ramzy.


Sejujurnya ia shock juga tadi pagi ketika Ramzy memarahinya yang tidak sopan masuk ruangannya tanpa konfirmasi sekretarisnya dan tidak ketuk pintu juga.


Ramzy bukan pria yang mudah untuk ditaklukkan. Dan Agnes melihat sendiri bagaimana reaksi bossnya itu padanya meski wajahnya mirip mantan tunangannya yang sangat ia cintai dulu.


....


"Pagi!"


Agnes menelan salivanya. Sangat sulit mendapatkan simpati boss tampannya itu. Bagaimana bisa ia masuk kedalam hati dan kehidupan boss Ramzy semudah yang pak Robert bilang semalam. Hhh...


"Bapak ingin naik lebih dulu?" tanyanya berusaha sopan dengan suara lembut.


"Kenapa? Kau fikir aku sepicik itu hingga tak mau selift dengan karyawanku sendiri?"

__ADS_1


Ramzy naik lift bersama dengan Agnes. Entah mengapa 2 hari ini ia selalu papasan dengan Agnes yang berwajah mirip Adel. Bahkan selalu dalam keadaan sepi tanpa ada karyawan lain yang bareng naik bersama mereka.


Padahal Ramzy biasa naik dengan beberapa karyawan lainnya dalam satu lift.


Papanya memang sengaja tidak membuat lift khusus CEO agar ada kesetaraan antara boss dan karyawan. Dan boss bisa melihat sendiri keseharian para karyawannya dengan naik atau turun bersama ketika jam kantor mulai ataupun usai.


Agnes diam membisu. Begitu juga Ramzy.


Sebenarnya dada Ramzy berdebar. Bukan karena jatuh cinta pada Agnes. Tapi ia tak mampu menahan rasa mengenang lagi kisah asmaranya bersama Adelia.


Meski Ella adalah pelabuhan terakhirnya yang begitu indah. Tapi tak bisa ia pungkiri, Adelia adalah gadis pertama yang membuka hati dan fikirannya tentang cinta.


Tiba-tiba Ramzy menarik Agnes. Memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama.


"Kamu operasi plastik? Biar bisa semirip Adel? Iyakah?" tanyanya ketus seraya menarik kerah baju Agnes dengan agak kasar.


"Astaghfirullah! Pak Ramzy?" Agnes memekik beristigfar. Membuat Ramzy ikut kaget terkejut dengan tindakan kasarnya pada Agnes.


Lalu tiba-tiba pintu lift terbuka dilantai 2. Dimana ada beberapa pasang mata tengah menatap mereka yang terlihat janggal karena Ramzy melepas kerah baju Agnes dengan cepatnya tapi terlihat oleh mereka.


Uffhhh.....

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2