
Terima kasih ya Allaaaah, terima kasih Man! Kamu sangat berjasa dalam hidupku!" Ramzy memeluk Rahman dengan wajah penuh airmata setelah suster perawat keluar dan memberitahukan kalau operasi berjalan lancar.
Ramzy memeluk kedua orangtuanya yang sudah terlihat sepuh karena menderita penyakit. Tapi ia bersyukur, papa mamanya yang kebetulan ada di Indonesia datang segera memberinya support semangat.
Ia juga menghambur kepelukan papa Ella dan mamanya yang tertawa bahagia. Bangga karena putra-putri mereka telah berhasil dalam karier dan sukses berumah tangga hingga mempersembahkan kepada mereka dua cucu putra sekaligus.
"Selamat ya Zy!" ucap Rahman ikut bahagia.
"Makasih banyak ya!? Mira, makasih banyak-banyak sekali! Agnes juga, banyak terima kasih ya untuk kalian berdua! Kalian penyelamatku dan Ella!" Ramzy tertawa lebar tak henti bersyukur mengucapkan terima kasih pada sahabat-sahabatnya itu.
Papa Ella dan mama Ella yang melihat jelas wajah Agnes terlihat kaget pucat pias.
Bagaimana tidak,... Wajah Agnes bagai pinang dibelah dua dengan wajah mendiang putrinya, Adel.
"Kamu,... apakah putrinya Suminah?" tanya mama Ella setelah perlahan berjalan mendekati Agnes.
Agnes menatap tak percaya. Ada orang yang mengenal ibunya. Ia mengangguk.
"Pah! Putrinya Inah!" tegas mamanya Ella pucat pasi kearah suaminya.
__ADS_1
Papa Ella langsung menuntun dua perempuan beda generasi itu kearah yang agak jauh dari kerumunan mereka.
Langsung memeluk tubuh keduanya dengan tangisan tak bersuara.
"Kamu putriku!" bisiknya ditelinga Agnes diantara isaknya.
Agnes menatap wajah papanya Ella. Tak percaya pada pendengarannya.
Sementara mama Ella juga memeluknya erat. Pertanda apa ini? Siapakah dia diantara dua pasutri ini? anak simpanannya kah? atau... apa? tak jelas baginya.
Airmata Agnes turun perlahan. Menerawang kembali masa kecilnya yang pedih menyakitkan.
Dan sekarang, keluarga Ella, istri dari atasannya mengakuinya sebagai anak. Dan mereka mengenal nama ibunya. Jadi, siapa yang berbohong disini? Apakah ibu kandungnya sendiri yang telah mengarang cerita palsu dengan mengatakan kalau ayahnya telah meninggal dunia?
Tapi, mengapa papanya bu Ella begitu beraninya mengakui aku anaknya didepan istrinya? Dan juga mama bu Ella justru yang menanyakan kebenaran tentang nama ibuku? Hhhh..... Apa ini? Lalu siapakah aku sebenarnya?
Agnes mundur dengan wajah berlinang. Tangannya ia goyang-goyangkan. Kepalanya juga ia gelengkan. Tak percaya pada perkataan keduanya.
"Saya yatim piatu! Ayah saya meninggal sewaktu saya masih dalam kandungan dan ibu saya meninggal ketika saya berumur 4 tahun. Sepertinya, ibu bapak salah orang!"
__ADS_1
"Ini papamu, Nak! Pak Teguh Suwandi!" kata mama Ella menunjuk suaminya dengan linangan airmata.
"Kamu anak kak Suminah! Ibumu juga istri dari pak Teguh. Meski istri kedua, tapi ibumu dinikahi secara sah hukum dan agama dengan restu, izin dan tandatangan saya, Nak! Beliau ayah biologismu, Nak! Akui sayang!""
Seperti melihat bidadari syurga yang turun dari langit, seorang wanita matang berkata dengan suara lembutnya yang begitu tenang. Pecah seketika tangisan Agnes di aula ruang tunggu klinik rumah bersalin itu.
Ia berlari menghambur kepelukan mamanya Ella. Menangis hingga merosot tubuhnya menyentuh perut dan paha wanita yang sangat mulia dipandangannya.
"Ibu saya adalah seorang pelakor?" tanya Agnes dengan sesegukan dan linangan airmata.
"Bukan. Tak ada wanita yang ingin jadi pelakor, Nak! Jangan ucapkan kata itu!" tutur mama Ella lembut. Tangannya mengelus-elus punggung Agnes meski airmatanya juga jatuh, tapi bibirnya tak lepas mengumbar senyuman. Senyum tulus kebahagiaan.
Keharuan dan tangis mereka sontak membuat kumpulan keluarga Ramzy, Mira dan juga Rahman yang ada diseberangnya menatap mereka dengan hati bertanya-tanya.
"Sudah, sudah! Bangun, Nak! Nanti kita ceritakan semuanya dirumah mama dan papa! Banyak cerita diantara kita. Dan kakakmu Ella juga tidak tahu cerita ini! Jadi sebaiknya kita rahasiakan dulu dari dia ya? Khawatir goncang jiwanya atas kabar ini!"
Agnes masih dipelukan mamanya Ella. Sedang papanya terus menepuk-nepuk pundak snak gadisnya itu. Bahagia akhirnya ia berhasil menemukannya dengan jalan cerita yang tak terduga.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1