PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
KETAHUAN


__ADS_3

"Ih? Belum siap-siap berangkat kerja?" Ramzy terkejut melihat Ella yang tengah asyik menata meja makan. Masih dengan pakaian tidurnya.


Harum aroma nasi goreng buatannya membuat mata bening Ramzy membulat senang.


"Kamu masakin aku?" tanyanya lagi dengan senyum sumringah. Ia telah berpakaian rapi hendak ke kantor. Menarik kursi makan lalu duduk dihadapan Ella.


Ella hanya senyum melihat tingkah imut Ramzy dengan tangan kanan kiri memegang sendok dan garpu yang diambilnya dari wadahnya.


"Makasih ya!" katanya pada Ella dan dijawab anggukan Ella. Dalam hati Ella turut bahagia melihat binar mata Ramzy yang tampak kegirangan.


"Enak banget!!!!" ucapnya dengan mulut penuh nasi goreng. Hampir saja saking antusiasnya ia memuncratkan nasi yang ada didalamnya. Membuat Ella segera memberinya segelas air putih.


"Aku mau kerumah mama!" kata Ella pelan tapi jelas.


"Eh? Sekarang?... Ga kerja emang?"


"Aku resign. Mulai hari ini aku pengangguran!"


"Hah? Kenapa? Bukannya kamu senang kerja disana? Apa ada masalah?" Ramzy membombardirnya dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Ga papa. Cuma pengen istirahat aja dulu beberapa bulan ini! Lagipula aku khan dapet uang belanja tiap bulan yang ditransfer suamiku ke rekeningku!"


"Uhuk, uhuk!!!" Ramzy terbatuk. Ia gugup mendengar ucapan Ella yang sangat berbeda dari biasanya. Dan yang mengucapkan kalimat itu hanya tersenyum puas karena berhasil menggoda Ramzy yang merah merona wajahnya.


"Besok aja ke mamanya! Besok sabtu, aku ikut! Kita bisa seharian lepas kangen sama mama papa! Ya? Janji ya, jangan tinggalin aku!"


"Apaan sih? Orang rumah mama papa juga ga sampe hitungan berjam-jam deh!"


"Iyaaa...tapi aku mau bareng! Awas, kalo duluan!"


"Ish ngancem pula!"


"Hahaha... sebentar!" Ramzy masuk kembali dengan bungkusan paperbag.

__ADS_1


Tas brended limited edition. Ramzy benar-benar membelikannya barang mahal.


"Sayang ini, terlalu mahal.... Ga berani pake ah, takut rusak!" kata Ella ketika menerima hadiah pemberian Ramzy.


"Besok pakai! Ga mau tau, harus dipakai!" tukas Ramzy membuat Ella memanyunkan bibirnya.



"Aku kerja dulu ya!? Jaga rumah baik-baik ya!"


Ella tertawa kecil. Aneh rasanya mendengar Ramzy berkata demikian. Biasanya mereka berangkat kerja, masing-masing tanpa babibu lagi. Kini ia terlihat lebih hangat dan manis dimata Ella. Membuat Ella menghembuskan nafasnya gegana.


"Hati-hati dijalan, jangan ngebut!"


"Siap nona es batu balokan!"


"Eh?... Kumat maning!"


"Hahaha....!!! Bye Ella! Titip kasih makan kalkunku ya?"


"Plis lah, semalam aku lupa kasih makanannya!"


"Ya. Karena kamu sibuk mabuk! Salahmu sendiri!"


"Maaf! Janji ga akan gitu lagi!"


"Huh!!! Ya udah sana berangkat, tar kesiangan!" Ramzy tersenyum seraya melambaikan tangannya. Membuka gerbang rumah dengan remote ditangannya. Sementara Ella juga membalas lambaian tangan Ramzy dengan senyuman pula.


"Nona sama tuan romantis bangeeeet!!!"


"Mbak Ciciii...! Sini masuk!"


"Maaf, dari kemaren saya bolak-balik kesini mau ngembaliin wadah nona Ella. Tapi rumahnya sepi selalu!" kata Cici antusias.

__ADS_1


"Iya. Saya khan kerja juga mbak! Hari ini ga kerja nih! Yuk masuk yuk! Ada nasi goreng, udah sarapan belum?"


"Waaah, nona memang istri yang baik! Bikin sarapan buat suami tercinta, pasti tuan makin sayang ya!? Beda sama tuanku yang jomblo padahal umurnya udah 32 tahun."


"Husss...ga boleh ghibahin boss sendiri! Tar kena SP lho! Bisa-bisa dipecat nanti. Hehehe...."


Cici tertawa malu. Masuk kedalam rumah megah tetangganya yang cantik itu.


"Nona pacaran berapa lama sama tuan?"


"Hm? Berapa lama ya? Aku lupa mbak! Ya udah, aku ambilin nasi gorengnya. Tapi nasi gorengku sederhana, karena ga ada bahan-bahan tambahan lainnya. Belum belanja!"


"Ga usah nona, saya sudah makan nasi uduk diwarung nasinya bu Romlah yang diluar perumahan ini tadi. Saya juga buru-buru, masih belum beberes kamar tuan saya! Pamit ya nona!"


"Oh iya deh kalo gitu! Hehehe...!"


Cici kembali pulang kerumah tuannya setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada Ella.Kembali kerumah Rahman. Karena tadi tuannya itu berpesan, agar Cici mengganti spreinya yang sudah seminggu belum ia angkat.


Wangi dedaunan cemara dalam ruangan kamar Rahman. Cici memang jarang diberi mandat merapikan kamar tuannya itu kecuali seminggu sekali. Itupun hanya mengganti sprei saja. Karena Rahman tak pernah ingin area privasinya dilihat-lihat.


Cici terkejut. Menatap sebuah foto dibawah bantal tuannya.



"Ini khan... nona Ella? Tetangga sebelah???"


Mata Cici tak berkedip menatap wajah cantik difoto itu. Ia mengucek matanya. Sangsi pada apa yang tertangkap pandangannya.


"Iya. Ini nona Ella!!!!" pekiknya lagi. Kali ini penuh keyakinan.


Foto itu ada dibawah bantal tuannya. Pertanda kalau foto itu begitu spesial bagi tuan besarnya.


"Apaaa....tuan ada rasa ya, sama nona Ella?"

__ADS_1


Ia menerka-nerka. Kemungkinan besar tuannya tidak mengetahui jika wanita yang difoto ini adalah tetangga barunya. Andaikan tuannya tahu, pasti tidak mungkin ia diam saja tanpa ada tindakan.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2