PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
MAKAN BERSAMA YANG CANGGUNG


__ADS_3

""Ada masalah apa sih?" Mira yang mulai kepo bertanya pelan pada suaminya yang duduk anteng disebelahnya.


Rahman hanya tersenyum menatap Ramzy.


"Udah pesan?" Rahman seolah berusaha mengalihkan perhatian membuat Mira jengkel dan mencubit lengannya.


"Aduh? Ayang, jangan cubit-cubit dimuka umum! Adegan 17 tahun keatas itu!" godanya pada Mira.


"Iiiiih, kakaaaak!" Mira merajuk. Terlihat seperti bocah usia 6 tahun yang manja. Membuat Ramzy tertawa terbahak-bahak melihat drama pasutri dihadapannya itu.


"Puas sekali tawamu, Zy!" sungut Rahman pada Ramzy. Agnes hanya senyum kikuk. Bingung ia diantara para CEO tampan yang dikiranya arogan dan selalu jaim itu.


Dua orang waiters datang membawa baki penuh makanan. Mereka sibuk menyajikan dimeja persegi panjang dihadapan pelanggannya.


"Silahkan pak, bu! Selamat menikmati!"


"Terima kasih ya!"


Agnes terpukau melihat senyuman Ramzy. Beneran sangat manis dan ini adalah pertama kalinya ia melihat Ramzy yang berbeda dari biasanya.


Tiba-tiba hape Ramzy bergetar.


"Ya sayang, sini... masuk aja! Aku udah didalam!"


Mira melongo melihat Ramzy berbicara dengan seseorang dihandphonenya.


"Kak Ella!" Lagi-lagi Mira memekik. Ella berjalan memasuki ruangan resto yang memang tak terlalu banyak pengunjungnya.


Ramzy berjalan menghampiri istrinya. Menuntun Ella dengan perhatian menuju meja teman-temannya.

__ADS_1


"Halo semuanya! Apa kabar?" sapa Ella dengan sopan. Mira langsung panik. Teringat peristiwa terakhir makan siangnya bersama Ella. Yang membuat Ella marah dan meninggalkannya.


"Kak Ella, aku minta maaf untuk yang tempo hari!" Ella tak menjawab. Justru ia menghampiri Mira dan cipika cipiki padanya.


"Sttt... Jangan dibahas yang itu! Hehehe...!" bisiknya pada Mira. Membuat istri Rahman itu tersenyum lega.


"Katanya kak Ella dirawat dirumah sakit gara-gara aku? Maaf!"


"Ga pa pa Mira, aku cuma kecapean aja waktu itu! Hehehe..." Ramzy menarik kursi untuk istri tercintanya. Membuat Mira berbisik pada Rahman.


"Tuuuh,... jadi suami itu harus gentle kayak kak Ramzy, kak!"


"Haisssh.... kamu ini, dek!" jawab Rahman dengan tersenyum kecut.


Lain lagi dengan Agnes yang semakin kaku diantara mereka. Wajahnya terlihat pucat.


Jangan-jangan, pak Ramzy sengaja mengajak istrinya kesini untuk menginterogasi aku karena peristiwa kemarin itu!


"Agnes ya?" sapa Ella ramah.


"I iya, bu! Saya Agnes Maharani. Karyawan magang diperusahaan pak Ramzy dan pak Rahman." Makin lemas lutut Agnes.


Begini ya, kalo orang kaya dan orang berpendidikan bicara. Hiks... Sangat ramah dan begitu anggun mempesona. Apalagi wajah cantiknya meskipun tengah hamil besar. Tambah mempesona! Pantas saja, pak Ramzy sampai naik ranjang menikahi kakak dari tunangannya ini. Cantik!


"Kamu sangat mirip dengan adik saya!" suara Ella pelan tapi menggetarkan semua orang. Termasuk Mira.


"Agnes mirip adik kak Ella?" tanya Mira.


"Iya, Mir! Mirip banget sama Adel! Apalagi kalo lagi gugup dan ziper kayak gini ini. Hihihi.... Ya Allaaaah! Koq bisa ya, kamu semirip Adel?"

__ADS_1


Rahman hanya fokus pada piring makanannya. Sementara Ramzy tertawa kecil menimpali gurauan istrinya.


"Adel? Adelia adiknya kak Ella kemana emangnya kak?" tanya Mira lagi.


"Mira belum tau kisah kak Ella dari Rahman ya? Ya ampun, Man! Kamu ini tertutup banget sih sama istrimu yang energinya super begini?"


"Emang kak, ngeselin kak Rahman itu! Ga seperti kak Ramzy yang pengertian banget ya!?"


Ella tersenyum. Wajahnya menatap sumringah Ramzy suaminya. Sementara Ramzy memegang jemarinya lembut.


Suasana yang membuat Mira kesal dan iri dengan keromantisan mereka berdua. Sedangkan Agnes semakin gugup juga menyerah kalah, tak kan mampu ia menghancurkan kehidupan bossnya yang begitu mesra.


"Makan Nes, jangan gugup dihadapan kami! Maaf ya, kalau kedatanganku jadi mengganggu obrolan ringan kalian!" Ella merasa tak enak hati. Setelah kedatangannya suasana terlihat agak canggung. Apalagi Ramzy yang begitu over protektif kepadanya dalam memilih makanan.


"Ah, terima kasih bu! Saya gugup beneran ini diantara para pemilik perusahaan tempat saya bekerja!" jawab Agnes membuat Mira tertawa.


"Biasa aja kale Nes! Khan kita juga sama manusia. Bukan monster pemakan orang!"


"Uhuk uhuk uhuk...!" Rahman tersedak.


Mira menyodorkan gelas berisi air putih pada suaminya.


"Pelan-pelan, kak!"


"Makasih!"


"Kata sayangnya mana?" tegur Mira kembali kesal melihat respon Rahman yang datar.


"Mira please! Jangan memancing sayang!" gumam Rahman dengan senyum tipis tapi wajahnya merah padam. Dia bersyukur Ramzy dan Ella tidak memperhatikannya. Sehingga semua cuek dan fokus pada makannya.

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2