
"Memang BB sikembar Teuku Rafa-L dan Teuku Rafi-L keduanya kurang dari 2 kilo. Masing-masing 1,7 kilo dan 1,8 kilogram saja. Tapi syukur alhamdulillah kondisi keduanya sangat kuat. Hanya karena mereka lahir prematur, jadi otomatis mereka harus kami tempatkan diruang inkubator dulu ya pak! Tapi kalau pak Ramzy ingin mengadzaninya lebih dulu, silakan keruang steril dulu baru bisa masuk ruang inkubator ya!?" dokter Bryan keluar dengan wajah sumringah.
Ia senang proses kelahiran dua baby L berhasil dengan selamat meskipun diawal dia cukup gugup karena usia kandungan maminya yang baru mau 7 bulan.
"Agnes?" sapa dokter Bryan pada Agnes. Membuat gadis yang merangkul rapat bahu mamanya Ella itu menatapnya seksama.
"Kak Bryan?"
"Hahaha syukurlah, hampir malu saya kalau kamu tiba-tiba lupa dan tak mengenali lagi saya! Apa kabar semuanya di yayasan?"
"Saya selalu mengenal kakak pastinya! Orang baik yang selalu memberi kami banyak kebahagiaan! Alhamdulillah baik kak! Terima kasih banyak untuk semuanya !"
"Hehehe... bukan saya, itu orangtua saya. Saya tak pernah melakukan kebaikan itu! Maaf ya, saya sekarang tak lagi berkunjung kesana. Soalnya pak Robert setiap bulan yang menghandlenya. Jadi kami tak enak jika masih harus kesana juga!"
"Ah iya, saya juga dengar dari bunda Utami. Terima kasih banyak buat keluarga kakak! Tolong sampaikan beribu-ribu kata terimakasih saya untuk beliau berdua!"
"Baik inshaaAllah saya sampaikan nanti! Mari, saya permisi!"
"Ya kak eh dokter Bryan!" Semua tersenyum melihat kearah Agnes. Terlebih Mira yang tersenyum iseng.
"Uhuk, uhuk! Sepertinya.... taman bunga sedang bermekaran nih dihati Agnes! Hehehe...!"
"Kak Mira bisa aja, hehehe....!"
....
__ADS_1
Setelah hampir satu jam lamanya Ella melakukan C-Section didalam ruang bedah. Dan masih dalam pengawasan ahli medis dalam masa pasca operasi diruang observasi selama 2 jam, akhirnya Ella dipindahkan keruang rawat inap khusus.
Ia masih belum bisa dijenguk selain oleh Ramzy suaminya sendiri. Membuat kedua orangtua mereka berdua, Mira, Rahman dan Agnes hanya titip salam saja pada Ramzy untuk Ella. Mereka semua pamitan pulang lebih dahulu. Dan akan kembali lagi nanti setelah Ella sudah lebih baik dan bisa dijenguk.
"Sayaaaaang, kamu hebat yang!" Ramzy menciumi pipi istrinya yang masih terlihat lelah namun penuh rona kebahagiaan.
Ella masih agak nge blank karena faktor obat bius. Matanya terlihat mengantuk tapi masih antusias untuk menceritakan pengalamannya masuk ruang bedah kepada suaminya.
Karena kasusnya yang luar biasa, maksudnya melakukan operasi caesar dengan tindakan darurat membuat dokter Bryan tidak mengizinkan Ramzy masuk menemani Ella operasi.
Alhasil Ramzy hanya bisa menciumi istrinya dengan permohonan maaf pada Ella setelahnya.
"Maaf ya yang! Aku tak bisa menemanimu didalam! Maaf! Kamu istri dan ibu yang super hebat! Keren, my wonder women!"
"Terimakasih ya mas, kamu pasti panik kesana-kemari cari donor darah. Kamu suami yang sangat kuandalkan! Tolong sampaikan terimakasihku yang besar sama Mira dan Agnes ya?"
"Hihihi... papiiiii..., udah adzanin twins L belum?"
"Hei, hei, hei.... aku protes dulu nih! Kenapa aku yang papinya malah tahu nama anakku twins L dari dokter Bryan? Ayo, jawab ayo! Kenapa aku sendiri ga tau nama anak-anakku!"
"Hahaha...maaf, papi ganteng! Jangan marah! Semuanya khan diluar rencana!"
"Ga mau, aku ngambek!" Ramzy pura-pura marah dengan wajah ia telungkupkan kedada istrinya yang sedang menahan tawa.
"Papi jangan gitu... Aduuuh, sakit terasa perut mami nih karena nahan tawa! Hehehe..."
"Maaf sayang! Aku hanya merajuk untuk menyenangkan hatimu aja! Maaf, sakit bekas jahitannya ya?"
"Ho'oooh... sakit nih piiii!"
__ADS_1
"O mana mana sini yang sakitnya mani sayang? Eh, mami udah liat twins ganteng kita belum? Mau aku kasih lihat fotonya ga?"
"Mana, mana? Lihat piii!"
"Nih, ganteng khan?"
"Oalaaaa.... hik hik hiks...ganteng-ganteng piiii! Persis aku ya pi?"
"Apaan? Ini aku banget lho semuanya! Tuh, hidungku, bibirku.... numplek semua itu disitu! Mami cuma kebagian imutnya. Hehehe... muacht!"
Ella menangis terharu. Betapa kebahagiaannya telah menyempurnakan hidupnya. Lengkap sudah ia sebagai seorang perempuan. Cinta dan kasih sayang, kini ia miliki begitu besar dan luar biasa.
"Hik hik hiks...!"
"Kenapa sayang? Jangan sedih yang, nanti twins kita ikutan sedih sayang! Cup cup cup... sini, sini...! Sini papi peluk, sayang!"
"Makasih yaaang! Hiks, makasih untuk semua kebahagiaan ini dalam hidupku!" Ella mencium pipi suaminya. Kini Ramzylah yang terharu.
"Kamu yang! Kamu dan twins L adalah kebahagiaanku. Kalian anugerah terindahku sayang! Terimakasih ya Allah, hik hikhiks...!"
"Kita ini kenapa nangis gini yang huuu hiks hiks!"
"Aku pria cengeng ya... maaf yang hiks!"
"Hahhaha...aduuuh sakit ya Allah! Bukan cengeng, tapi lembut dan perasa!"
Ramzy dan Ella menangis dan tertawa berangkulan. Meski sesekali Ella meringis menahan tangis. Mereka seperti punya dunia yang berbeda. Dunia penuh cinta dan warna.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1