
Ditempat lain, duduk sepasang pria dan wanita yang terlihat sama-sama cinta tapi malu-malu kucing.
Ya. Mereka adalah Ramzy dan Ella. Tempat yang menurut mereka berkesan dan memiliki peran besar dalam menyatukan keduanya. Danau Malaika.
Keduanya duduk berdampingan dengan mata memandang kearah danau yang tenang dan sepi.
"Teriak lagi yuk?" ajak Ramzy pada Ella.
"Biar apa kita teriak?"
"Biar rame!"
"Haish! Malu ah, bikin rame mah!"
"Heleh, tempo hari teriak-teriak ga jelas ga peduli bikin rame!" Ramzy menggoda Ella.
"Tempo hari khan lagi gegana parah, jadi ga peduli mau bikin keramean atau keributan, hajar aja!"
"Hahahaha... bisa banget alasannya! Terus, kalo sekarang ga gegana lagi, Neng?"
"Ga gegana karena abang Ramzy sekarang udah peka' biarpun masih kaku kayak kanebo kering,"
"Hiks.... kenapa disamain kanebo kering? Masih mending muka datar daripada kanebo kering!"
"Hahaha... maaf, lebih buruk kanebo kering ya yang?"
"Eh, apa lagi coba ulangi panggilan diujung kalimat tadi?"
"Apaan?"
"Itu tadi....ada yang yang gitu! yaang...!"
__ADS_1
"Idih? Mana ada yang? Salah denger tuh!"
"Bener koq, ada yangnya! Hayoo ngaku!"
"Salah, bukan yang! Udah doong, jangan ledekin muluuuu! Pura-pura budeg bisa khan?
"Hahahaha..... !!! Parah banget punya pasangan malah nyuruh pura-pura budeg! Iya deh, yaaang...! Anggap aja aku budeg bin bolot! Muacht, gemesin tau!"
Merah merona wajah Ella. Ramzy tertawa meski bersemu juga wajah tampannya.
"Boleh cium lebih ga?" bisiknya malu.
"Pulang yuk?" jawab Ramzy semakin menggodanya.
Ella tertawa. Dicubitnya pinggang Ramzy. Mereka tertawa bersama. Tawa bahagia.
"Lama ya menunggu akhir bulan! Abang udah ga sabar, Neng! Pingin cepetan jadi suami neng Ella!"
Ia sungguh jatuh cinta dan tergila-gila pada Ramzy. Terlebih Ramzy yang sekarang ini. Sangat sempurna dimatanya.
Selalu dan selalu memberinya banyak perhatian juga sanjungan. Bahkan Ramzy terlihat lebih dewasa dari dirinya yang usianya lebih tua dua tahun dari Ramzy.
Ella dan Ramzy sepakat melakukan pernikahan ulang diakhir bulan ini. Berniat melakukan ijab kabul dengan hati yang penuh cinta saling mengasihi antar keduanya.
Berharap cinta selalu terjaga dan memenuhi relung hati mereka hingga menua bersama.
Cinta membuat keduanya menjadi dua pribadi yang baru. Pribadi yang penuh syukur pada Tuhan Sang Pencipta. Apakah akhir hidup akan bahagia selamanya. Tiadalah yang tahu. Tapi sebagai umat ciptaan-Nya yang tak boleh sombong dan harus selalu memohon pada-Nya, Ella dan Ramzy berharap Allah menaungi rumah tangga mereka kali ini dengan kebahagiaan sejati dan keberkahan yang memenuhi.
Bermimpi beranak pinak, berkembang biak dan bertambah banyak cinta-cinta mereka sebagai pasangan rumah tangga bahagia.
....
__ADS_1
"Kak! Ini foto siapa?" Mira menatap Rahman sedih. Ada foto wanita cantik disaku celana Rahman yang hendak dicucinya.
"Oh, itu...!"
"Mantan pacar? Kenapa masih disimpan? Masih terngiang-ngiange ya? Susah move on?"
Rahman diam saja melihat Mira yang mencak-mencak padanya.
"Apa sih istimewanya wanita ini sampe segitunya kakak padanya? Inget umur kak! Udah tua juga. Jangan patah hati terus menerus!"
"Siapa yang patah hati Mira? Kakak ga sedang patah hati. Tapi memang foto Ella masih kakak simpan!"
"Buat apa disimpan? Buat bikin hati bahagia gitu? Apa ada manfaat lainnya? Hah?"
"Udah dong Mir, marahnya!"
"Siapa juga yang marah? Bukan urusan Mira juga! Nih, cuci sendiri baju sama celananya. Mira males masak juga! Kalo lapar, cari makan sendiri!"
Mira pergi meninggalkan Rahman yang termangu sendirian.
Hhhh.... Wanita oh wanita. Kedalaman hatinya tak pernah bisa ia duga. Kadang manis lembut bak bidadari dan mulia bagaikan malaikat. Tapi tak jarang gahar dan menyeramkan sampai jin ifrit pun bisa lari terbirit-birit melihat kegarangan wanita.
Rahman menghela nafas.
Cuciannya banyak. Sebenarnya bukan cuciannya saja. Ada pakaian Mira dan Ahmad juga. Meski ia pernah susah, tapi ia tak pernah mencuci pakaian orang lain.
Bahkan ketika ia sudah dalam kondisi lebih baik, ada Cici yang mengurus segala keperluannya.
Hh... Membuatnya kangen Cici. Dan ingin pergi menengok mantan asisten rumah tangganya dahulu.
Mira yang kesal, kecewa juga cemburu hanya bisa menangis sendirian. Rahman masih tidak peka' meskipun ia cenderung agak mendesak tetap saja pria 34 tahun itu seolah tak bergeming. Bahkan kini Rahman tergep masih menyimpan foto mantannya.
Pantas saja kak Rahman cuek padaku. Dia memiliki mantan bagaikan model dan aktris korea. Cantiknya luar biasa. Tapi walaupun cantik tapi tak bisa jadi hak milik untuk apa juga? Kenapa dia ga bisa move on dan sadar segera? Apa mungkin mantannya masih sendiri juga, alias belum menikah hingga ia dengan setia menunggunya? Atau bisa jadi mantannya sudah menikah dan kak Rahman menunggu jandanya? Aaaaarrrggggghhhh... Tidaak, janganlah begitu ya Tuhan! Tolong dekatkan aku dengan kak Rahman!Please Tuhaaaan, jodohkanlah aku dengan kak Rahman!!!
__ADS_1
Hati kecilnya meracau. Bergumam dan berdawam memohon pada Tuhan. Semoga Tuhan mengabulkan.
đź’•BERSAMBUNGđź’•