
"Hallo Mey, wa'alaikumsalam! Apa kabar? Oh, mmmm.... aku bisa sih keluar. Tapi gak bisa lama! Hehehe... maklum! Aku khan ibu dua bayi kembar. Jadi, yaa... mohon maaf kalau agak menjauh dari lingkungan pertemanan.
Oke, yang dekat rumahku aja ya? Atau kamu makan siang aja dirumahku Mey? Beneran lho! Ya udah, aku tunggu kamu datang ya?"
Meynar berjanji makan siang dikediaman Ramzy dan Ella. Karena ia semakin khawatir pada Mira.
Dan Meynar benar-benar datang ke perumahan Green Garden Pasadena.
"Hhhh.... Ternyata orang itu masih belum kapok juga ya? Menyesal aku waktu itu tidak pecat dia, Mey! Kupikir karakter sifatnya yang playboy cap kadal itu berubah karena kejadian tempo hari dan tidak akan mempengaruhi kinerjanya. Ternyata, semakin parah ya?"
Ella termenung mendengar cerita Meynar tentang Vicky, disela makan siang mereka diruang makan rumahnya.
"Parahnya lagi, boss Mira seperti percaya seratus persen setiap saran dan arahannya. Tapi saya dengar selentingan, boss Rahman mulai senin depan akan ngantor juga di SOFTELLA!"
"Iya, Mey! Aku udah dengar dari mas Ramzy. Rahman hanya akan ngantor di RAMA CORP seminggu tiga kali. Mungkin karena ia sudah melihat gelagat yang mencurigakan."
"Kak Fi sebaiknya memberitahu Mira, secepatnya soal Vicky."
"Maaf, Mey! Kalau aku ikut campur lagi mengatur Mira, kesannya aku terlalu mendiktenya. Biar Rahman saja yang urus, khan Mira itu istrinya. Tapi aku pasti akan coba meminta tolong suamiku untuk memberitahu ini pada Rahman. Memang terkesan lebih ribet karena berbelit-belit. Tapi aku menghargai suamiku. Aku juga menghargai Mira dan suaminya. Aku tidak ingin terlibat terlalu dalam dalam urusan intern mereka. Yang seharusnya bersikap tegas itu adalah suaminya Mira."
__ADS_1
"Iya sih, kak! Saya mengerti maksud kak Fi!" tutur Meynar. Ia adalah salah satu asistennya yang setia dan begitu loyal dalam pekerjaan. Meynar biasa memanggil Ella dengan sebutan 'kak Fi' dari awalan nama Ella yakni Fidellia.
"Tapi keuangan SOFTELLA aman khan Mey?"
"Stabil kak! Hanya itu saja. Playboy cap kadal itu sedang memepet bu Mira. Dia sepertinya memiliki rencana jahat dengan menyuruh bu Mira menjadi model sesuai keinginannya."
"Untuk kemajuan perusahaan sih sah-sah aja. Tapi kalau sudah kelewat batas, memang harus segera dibenahi!"
"Itulah, justru! Kerjaan bu Mira sekarang hanya fokus menjadi model. Mencoba peruntungannya dibisnis periklanan. Sedang kerjaan yang seharusnya justru tidak ia kerjakan karena si Vicky itu. Khawatir lama-lama SOFTELLA banting stir jadi perusahaan advertising, bukan lagi perusahaan retail sandang dan aksesories."
Ella tersenyum kecut.
"Bagus sih mengembangkan sayap!"
"Hhhhh.....! Yap, harus segera diingatkan Mira. Tapi khan Rahman pengusaha kawakan dia. Ga mungkin dia lepas tangan begitu saja melihat istrinya dalam keadaan dikendalikan orang!"
"Ah, saya lihat boss Rahman cemen!"
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Pleya'-pleye', dibawah ketiak istri!"
"Hihihi Upsss Meynar! Ga baik kamu menilai mantan bossmu seperti itu!"
"Maaf kak! Tapi itu kenyataan. Hhh.... Masa' harus nunggu SOFTELLA diambang kehancuran, baru dia bersikap tegas!"
"Tapi dia sepertinya sudah punya rencana. Buktinya dia mulai masuk kantor SOFTELLA senin besok."
"Itu kalau dia bisa menaklukan istrinya. Kalau istrinya yang menaklukan dia? Gimana tuh kak?"
Ella dan Meynar tertawa kecil.
"Kakak tahu, gimana itu si Vicky sekarang mengatur bu Mira? Dia mengatur semua para SPG dengan mengganti seragam mereka yang tadinya casual menjadi girly. Karyawati kita semua dikasih rok mini diatas lutut. Tidak diperbolehkan memakai legging daleman yang sepanjang rok. Kalau perlu tak pakai legging, itu inginnya si Vicky! Dan bu Mira setuju-setuju saja demi untuk peningkatan pemasukan. Hhh...."
"Parah berarti ini!"
"Makanya saya beranikan diri hubungi kakak! Kalau sampai begini terus, karyawati SPG kita bisa pada demo kak! Perusahaan terancam kredibilitas dan juga kestabilannya. Saya lebih baik mengundurkan diri segera, sebelum itu terjadi. Mau ditaruh dimana muka saya kalau sampai SOFTELLA bangkrut.
Ingat jaman dulu pak Hans Havier. Kalau mau bangkrut, kenapa tidak waktu itu saja? Tapi kakak, boss Rahman dan kita semua berhasil membuat MENTARI kembali berjaya, sampai berganti SOFTELLA, semakin maju dan banyak outlet-outletnya."
__ADS_1
Meynar dan Ella bernostalgia.
đź’•BERSAMBUNGđź’•