
"Kita pulang sekarang!" Ramzy mengambil keputusan.
Ella dan ia pulang terlebih dahulu. Sedang anak-anak bersama para babysitter dan mbok Surti dengan mobil mereka.
Untuk mempersingkat perjalanan, Ella dan Ramzy pulang dengan pesawat terbang. Lalu mereka langsung meluncur ke rumah sakit tempat mama dirawat.
"Ma.... mama! Ella pulang ma! Bangun ma!"
Wajah mamanya terlihat begitu cantik. Seperti biasanya layaknya tengah tertidur lelap. Bahkan nampak bersih bercahaya.
Meleleh airmata Ella. Mengingat beberapa hari belakangan ini tingkahnya mirip anak perempuan yang sangat keras kepala dan membangkang perkataan mamanya.
"Ma! Bangun ma!.. Maafin Ella ma! Ella udah jahat sampai berkata kasar sama mama!"
Ramzy menyentuh bahu istrinya. Mengelus-elus punggungnya karena Ella pasti rapuh lagi hatinya.
"Mama, mas! Kenapa mama belum sadar-sadar! Mas!... Aku takut,.... mama.... mama pergi seperti Adel dulu!" Ella menangis. Ditahan suaranya agar tak terdengar merintih menyedihkan.
Ramzy tak bisa berkata apa-apa. Matanya ikut basah. Ditelannya salivanya, mengingat ia adalah pria cengeng dimasa lalu. Dan kini ia harus berusaha menjadi pria tegar disamping Ella. Berharap bisa membagi bahunya untuk Ella bersandar mengandalkannya.
"Maa... Mama! Bangun, ma! Anak-anak Ella masih kecil! Ingat! Mama pernah bilang,... ingin melihat Ella selalu bahagia. Ingin menyaksikan cucu-cucu mama tumbuh remaja. Ingat khan ma? Ma!... Semangat ya ma! Hik hik hiks...."
__ADS_1
Ramzy mengeratkan pelukannya. Sesak juga dadanya. Mengingat betapa mama mertuanya adalah sosok yang teramat penting dikehidupannya dan Ella.
Entah bagaimana jadinya, jika.... jika mama....! Hhhhh.... Ramzy tak berani meneruskan sangka sahwanya. Hanya berdoa sungguh-sungguh dalam hati, Allah menyembuhkan mama Ella kembali.
"Mamaaaa!.... Ella ga mau ditinggalin mama secepat ini, ma! Dulu Adel juga ninggalin kita sebegitu cepatnya! Ella ga mau, mama juga pergi tanpa pamit pada Ella. Ella ga terima!"
"Ella, jangan berkata seperti itu sayang!" Ramzy mengingatkannya. Membuat Ella kembali menangis sesegukan.
Ramzy menuntun Ella keluar kamar ICCU tempat mama dirawat.
Terlihat papanya, dengan wajah lusuh, lelah tak karuan. Entah berapa malam pria berusia 57 tahun itu tak tidur. Fikirannya kacau dan terlihat garis ketakutan tergambar disana.
"Papa! Kenapa mama jadi seperti ini? Kenapa pa? Jawab pa!" Ella mengguncang tubuh papanya kecewa.
"Sayang, jangan seperti ini pada papa yang!" Ramzy meraih kedua tangan Ella dari tubuh papa mertuanya itu.
"Mama jatuh dari kamar mandi. Papa juga ga tahu kejadian pastinya, sayang! Papa sedang pergi membeli bibit tanaman! Ada ceu Lilah yang membantu mama di rumah. Dia yang menolong mama, sayang!"
"Kenapa papa ga jaga mama?! Kenapa papa akhir-akhir ini begitu mengecewakan Ella? Kenapa?? Bahkan kini mama terbaring tak sadarkan diri! Apa ini karena dosa papa? Apa ini karma yang harus papa terima tapi imbasnya pada kami semua?"
Papa Ella langsung jatuh terduduk dilantai. Nyaris menyentuh kaki Ella demi kata maaf dari bibirnya.
__ADS_1
"Papa jangan!" Ramzy langsung mengangkat tubuh mertuanya yang lemah tak berdaya itu.
"Ella! Sadar! Kamu menyakiti papamu!" tegur Ramzy mengingatkan istrinya.
"Kamu kenapa membela papa mas? Karena kalian sesama pria? Jadi kalian bisa saling memahami? Seperti itu?"
"Bukan begitu Ella! Tapi kamu juga harus bisa lihat kondisi papa! Pasti papa tak tidur tak makan melihat kondisi mama! Papa juga pasti khawatirkan mama! Jangan egois!"
"Mas!....."
"Sudah Ellaaaa! Sudah istriku sayang!... Hilangkan semua rasa sakit dihatimu! Karena jika kamu terus-terusan mendendam, justru penyakit hati itu akan terus menggerogoti hati dan jiwamu yang putih dan bersih, sayang!"
"Huuhuhuuuhuu... huaaa hik hik hiks, maaaas!"
Ella menghambur kepelukan Ramzy. Menangis ia sejadi-jadinya. Sesak didadanya semakin menggila. Dan ulu hatinya seperti terkena godam palu yang besar dan keras. Membuatnya limpung pingsan seketika.
"Ella!!"
Papa dan Ramzy membopong tubuh Ella kekursi yang ada diruang tunggu. Ketiganya kembali menangis meratapi masib yang menimpa mereka.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1