
Setelah 4 hari dirawat diklinik dokter Bryan, akhirnya Ella diperbolehkan pulang. Tapi sayangnya twins L masih harus lebih lama didalam inkubator. Selain karena prematur, sikembar mengalami kondisi Neonatal Jaundice. Atau biasa disebut dengan bayi kuning. Karena berasal dari tingginya kadar bilirubin dalam darah bayi. Yakni zat berwarna kuning yang memang diproduksi tubuh sang bayi saat sel darah merah pecah.
Sedih hati Ramzy terlebih Ella. Tapi demi kesehatan dan keselamatan jiwa kedua putra mereka, keduanya akhirnya menerima anjuran dokter Bryan untuk mempercayakan kedua bayi mereka dalam pengawasan para medis hingga beberapa hari kedepan.
Mira dan Agnes bergantian menjenguk Ella, membuat ketiganya mulai semakin dekat dan akrab. Bahkan Mira dan Agnes sering membantu Ella dengan menemaninya menengok bayi-bayinya dirumah sakit tanpa dimintapun.
"Mira! Terima kasih banyak ya, kamu begitu baik sama aku!"
"Kakak sudah Mira anggap kakak sendiri, kak! Mira hanya bisa bantu dengan doa dan seperti ini, kalau materi Mira gak bisa!"
"Mira jangan bilang begitu! Kak Ella bahagia sekali, Mira begitu sayang sama kakak! Padahal sebulan yang lalu kak Ella justru jahat karena memarahi dan menjauhi Mira. Tapi justru Mira dan Agneslah yang menyelamatkan kakak dan twins L. Makasih banyak ya!?!"
"Iya kak! Maafkan semua kesalahan dan kecerobohan Mira ya? Padahal kak Ella dan kak Ramzy begitu baik, menyokong pernikahan kami. Sampai saat ini, masa itu selalu Mira kenang kak! Masa-masa paling membahagiakan dalam hidup Mira. Kakak sangat hebat, bahkan bisa sebegitunya melupakan masa lalu pahit hingga bisa berteman dekat dengan kak Rahman."
"Hehehe... udah ah! Kita lupakan masa lalu, Mir! Mari kita tatap masa depan yang indah."
"Hehehe iya kak! Maaf ya?"
"Hehehe....! Oiya, kakak punya rencana untuk kamu dan Agnes. Tapi sebelumnya kakak ingin tahu pendapat kalian dengan SOFTELLA DEPARTEMENT STORE. Rencana apa sekiranya yang Mira inginkan? Buka toko sendiri, atau belajar jadi pengusaha yang langsung terjun menjadi pemilik berstatus karyawan juga? Apa keinginan Mira?"
"Hah? M maksud kak Ella?"
"Mira nyaman dengan toko online Mira atau ada keinginan bergabung menjadi bagian di SOFTELLA DEPT STORE dengan bersedia masuk dan menjadi salah satu owner juga karyawan didalamnya?"
"Kak Ella beneran niat menarik Mira ke SOFTELLA?"
"Iya. Tapi kakak tak ingin egois memaksakan kehendak dengan menarik Mira tanpa kompromi dengan Mira."
"Mira ini hanya tamatan SMP kak! SMA hanya sampai kelas 2 dan karena faktor keberuntungan Mira bisa memiliki toko online! Apa bisa Mira bekerjasama di SOFTELLA? Mira khawatir justru malah membuat perusahaan kakak nanti jadi tak elegan lagi!"
"Ish Mira! Mira itu pengusaha menengah wanita yang terbilang sukses mengurus toko online. Bahkan omzet pemasukan toko Mira perbulan itu sudah dapat dikategorikan toko laris dan populer. Beneran! Mira pasti bisa bekerjasama dengan kita!"
"Begitu menurut kak Ella?"
__ADS_1
"Iya. Mira bisa banyak tanya masalah perbisnisan dengan suami Mira! Punya suami pebisnis, manfaatin Mir ilmunya! Hehehe..."
"Apaan!? Dia pelit ga mau berbagi!"
"Emang Mira suka tanya pendapat atau bertanya soal bisnis pada suami Mira?"
"Belum pernah sih! Hehehe..."
"Haish, belum pernah diskusi tapi udah nge-cap pelit berbagi. Hihihi... tanya dulu, obrolin dulu! Kalo dia ga mau cerita atau malas diajak diskusi baru kamu bilang pelit! Hehehe.. "
"Iya kak! Hehehe...! Aku sama kak Rahman bawa'annya sensi terus! Kami sering ribut-baikan hanya untuk masalah kecil sekalipun."
"Namanya berumah tangga, ya gitu ya! Kakak juga ga selalu mulus semulus jalan tol, Mir!"
"Berarti kakak juga suka berantem?"
"Disebut suka sih ya engga' juga. Tapi kadang kita ada juga salah faham! Wajarlah, yang penting jangan sampai kebablasan kalau marahan! Hehehe!"
Mira tersenyum senang. Hari ini ia bisa begitu dekat dengan Ella. Bahkan banyak bercerita dan mendapat masukan juga soal rumah tangga. Ia bahagia selangkah lebih maju dalam hubungannya dengan Ella.
Bahkan kalaupun Ella memakai susuk, Mira ingin ikut berguru juga seperti Ella mengikuti jejaknya dimana pasang susuknya itu.
Tapi saat ini Mira sedikit menahan hasrat keingintahuannya karena berusaha menjaga keharmonisan hubungannya yang baru mulai akrab.
Treeet treeeet treeeet
Hapenya berbunyi. Ada nama "kurir Dika" tertera disana. Dika menelponnya.
"Kak, maaf ya...Mira angkat telpon dulu!"
"Iya, dek! Silakan!"
Mira pergi keluar. Menjauh dari Ella untuk menerima panggilan Dika.
__ADS_1
"Hallo, assalamualaikum! Apa Dik?"
[Hallo, Mira? Kamu bisa keluar hari ini?]
"Kenapa? Aku emang lagi diluar nih! Ada apa sih?"
[Aku ada di cafe kopi Daun didaerah Selatan. Bisa kita ketemuan sebentar? Pliiis!]
"Urusan apa? Pekerjaan? Kalau bukan, aku ga mau!"
[Ada bisnis besar, Mir]
"Iya kah? Oke! Share lock, aku akan meluncur sebentar lagi!"
[Okey, aku tunggu Mir!]
Klik.
Mira mematikan handphonenya.
"Kak Ella, Mira pamit dulu ya! Ada klien ngajak ketemuan. Moga bisnis besar yang ia tawarkan!"
"Aamiin! Kakak doakan, semoga goal ya bisnisnya!"
"Aamiin....! Bye kak, aku permisi. Muacht!"
"Hati-hati dijalan ya? Mira naik apa?"
"Naik ojol ajalah! Mau ke cafe kopi Daun didaerah Selatan! Ada janji ketemuan disana sekarang!"
"Oh oke! Bye adikku sayang! Moga Allah lancarkan segala urusan!"
Keduanya bercipika-cipiki lalu berpisah.
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•