
"Ini tidak seperti yang kalian lihat!" bentak Ramzy pada para karyawannya. Ia keluar dari lift dan berjalan tergesa-gesa menuju ruangannya.
Malu sekaligus jatuh harga dirinya. Baru kemarin ia menggoda Ella istrinya dengan kata-kata kenapa malu dan jatuh wibawa, ternyata Allah seolah mengabulkan ucapannya.
Haish! Sial*n! Hhhh..... Moga tindakanku tadi tidak menjadi bahan gosip para karyawan. Hadeeeeh! Ramzyyyyyy! Bodoh, bodoh, bodoh! Dia bukan Adel! Bukan Adel! Dan untuk apa kau kepo menanyai apa dia operasi wajah atau tidak. Bukan urusanmu juga!!!!! Aaaaaarrrrrgggh....... Tol*l benar aku ini! Dan kenapa aku harus bereaksi seperti ituuuuuuu........ O my God!!!! I am so stupid!
Fikirannya kacau. Hingga akhirnya ia meraih pigura foto pengantinnya dengan Ella.
"Ella sayang! Maafkan aku. Aku bertindak kekanakan diluar batas hanya karena ada perempuan lain yang sangat mirip Adel! Demi Allah aku tidak ingin mengecewakanmu! Demi Allah aku juga tidak mau menjadi pria yang salah langkah dengan menyakiti perasaanmu! Tolong bantu aku dalam doamu, Ella sayang!"
Prang!!!!!!
"Astaghfirullah! Ibuu,... ibu baik-baik aja khan?" teriak mbok Surti pada Ella. Mbok Surti adalah asisten rumah tangga yang baru seminggu bekerja dirumah Ramzy dan Ella.
"Licin tangan saya mungkin ya mbok! Hehehe... Jatuh, pecah piringnya!"
"Ibu hati-hati! Banyak beling pecahannya! Duduk saja, biar mbok yang bereskan semua!"
"Terima kasih ya mbok! Saya mau nyobain urap buatan mbok, makanya ambil piring! Ga taunya piringnya kok melesat kayak mau loncat. Hehehe.... maaf ya, saya bikin mbok tambah kerjaan!"
__ADS_1
"Ga apa-apa, bu! Justru saya sedih, ibu harusnya bilang saja sama saya. Ntar saya ambilin kalo ibu mau urapnya!"
"Saya mau makan nasi nanti, cuma mau coba aja sedikit hehehe!"
"Iya. Ibu duduk diruang tengah dulu ya? Saya ambil urapnya. Hehehe..."
"Makasih mbok!"
"Sama-sama, bu!"
Ella berjalan perlahan menuju ruang tengah. Usia kandungannya sudah masuk 6 bulan. Dan bobot perutnya semakin menambah berat. Hingga ia sering kesulitan mengambil barang-barang yang jauh diatas jangkauannya.
Itu sebabnya Ramzy meminta tolong mama Ella untuk mencari asisten rumah tangga guna menemani dan membantu Ella dirumah.
Tapi Ramzy memaksa karena orang yang dibawa mama Ella pasti bukan orang sembarangan yang dipekerjakan.
Ella tersenyum menatap wajah suaminya yang ada difigura kecil dipojok ruang tengah rumah mereka.
__ADS_1
"Kiyutnya kamu mas! Aku makin tak sabar menyambut kehadiran dua baby boys kita. Mereka pasti bakalan setampan kamu, sayang! Meski umurku 2 tahun lebih dewasa darimu, sungguh aku sangat mencintaimu, Mas! Padahal jika kuingat pertama kali aku jumpa kamu, muak aku melihat wajah tampanmu itu yang sok Don Yuan. Kamu sedang memantau Adel karena rasa penasaran dan suka kamu pada adikku itu. Dan aku memarahimu yang sedang stalkingin Adel dari malam juga dipagi hari. Hhhh..... Tuhan Maha Besar! Ternyata kini kau adalah jodohku, mas!.... Bahkan kini diperutku mengandung dua janin berjenis kelamin laki-laki buah hasil cinta kita berdua. Mas!.... Semoga Allah menjodohkan kita til jannah ya! Moga Allah senantiasa merekatkan hubungan rumah tangga kita yang berliku ini ya sayang! Aku cinta kamu, mas! Cintai aku juga terus sepanjang hidupmu ya mas! Aamiin ya Allah".
Ella berbicara pada dirinya sendiri. Berdoa pada Sang Robbi Illahi. Berharap kebahagiaannya ini sepanjang masa. Tak berubah meski waktu dan usia memakannya.
Tak sadar airmatanya meleleh. Mengingat tahun-tahun terakhir ini begitu penuh cinta dan berkah.
Hampir ia lupa akan dirinya yang tertutup dimasa lalu. Pada dirinya yang seorang perempuan yang selalu takut dan waswas bahkan cenderung benci nyaris jijik pada laki-laki.
Itu karena masa lalunya yang kelam. Yang selalu ingin ia sembunyikan dan tak ingin ia ingat-ingat lagi kepahitannya.
"Ini bu, urapnya! I ibu nangis? Kenapa? Apa ada yang sakit? Jangan-jangan kakinya kena pecahan beling ya?"
"Hehehe... engga mbok! Makasih ya! Saya cuma lagi mandangin foto boss songong itu mbok! Hihihi.... pasti nanti si twins wajahnya ganteng-ganteng mirip papi songongnya itu! Hehehe...!"
"Oalaaa, bu! Hahaha.... Saya kira ibu nangis kenapa! Iya ya?! Bapak itu koq gantengnya kebangetan ya bu? Ibu juga. Cantiknya kelewatan! Ga sabar nunggu si tampan-tampan ini lahir, saya juga! Hehehe...."
"Mbok ini, bisa aja! Mujinya juga kebablasan tuh! Hehehe...."
Sungguh Ella bahagia. Sangat bersyukur pada Tuhan karena telah dijodohkan dengan pria sesempurna Ramzy. Ia sadar diri, juga mengetahui....betapa banyaknya wanita diluar sana yang selalu berusaha menggoda suaminya. Bahkan tak peduli, meski Ramzy sudah beristri dan akan memiliki dua anak sekaligus.
__ADS_1
Hhh.....
đź’•BERSAMBUNGđź’•