
Malam itu setelah kejadian Ramzy melecehkan Adelia, hape Ramzy berdering. Membuat pria yang tampan tapi arogan itu mengencangkan rahangnya tanda kesal.
"Pulang segera! Kau pikir papa tidak tahu kelakuan bobrokmu dikantor karena melecehkan karyawan magang? Kau lupa CCTV selalu 24 jam merekam tingkat bejadmu, Ramzy!"
Suara berat dibalik hp membuat Ramzy kaget. Ia baru ingat, seluruh ruangan kantor ini diawasi CCTV. Sudah pasti papanya menonton setiap gerak-gerik yang ia lakukan dikantor ini.
Braak.
Handphone buatan korea itu langsung hancur seketika karena Ramzy lempar ketembok ruang kerjanya.
Ia hampir lepas kendali ketika bermaksud bermain-main menggoda bawahannya yang masih dalam tahap percobaan.
Selain ia gagal mempermalukan Adelia, justru ia sendiri yang terkena karmanya dapat teguran papanya.
Sejujurnya ia tidak sepenuh hati melecehkan Adel. Hanya ingin tahu respon wanita manis yang kini selalu melintas tanpa permisi di benaknya itu.
Membuatnya kadang rindu mengerjai Adel walaupun mereka satu kantor tapi disiang hari mereka nyaris tak bertemu karena kesibukan tugas masing-masing.
"Adelia Wilhelmina! Lihat saja, dalam beberapa hari ini kau pasti akan bertekuk lutut dan mengejar-ngejarku, hei gadis metropolis!" gumamnya dengan tekad bulat mengikrarkan Adel harus sangat menyukainya dan jatuh cinta padanya.
Mobil Pajero Sportnya dikendarai dengan kecepatan tinggi. Hatinya kesal mengingat ucapan-ucapan gadis kokoh itu. Pak Amir, sopirnya sudah sejak maghrib tadi ia suruh pulang. Niatnya ingin pulang ke apartemen malam ini akhirnya urung dilakukan.
__ADS_1
Ternyata Adelia lebih keras dari dugaannya. Ia hanya menyangka pasti Adel akan klepek-klepek dan mengiyakan setiap perintahnya terlebih jika ia menggunakan uangnya. Tapi ia salah. Dan ia semakin terobsesi membuatnya semakin menandai Adelia.
Plak !!
Pipi kirinya langsung panas kena tamparan papa.
"Bodoh! Bagaimana kalau gadis itu lapor polisi karena kau lecehkan? Dan kau bisa masuk bui gara-gara tingkah konyolmu! Belum lagi nama perusahaanku yang jadi taruhan akibat kelakuan minusmu itu! Pergi ketempat pelacuran sekalian jika kau ingin melampiaskan hasrat biologismu! Paling-paling kau akan terkena penyakit sipilis, dan kau akan bersujud-sujud minta ampun pada Tuhan setelah itu!"
Itulah papa Ramzy. Tuan Teuku Rama boss RAMA CORPORATION.
Kasar dan tegas.
Hanya mama yang lebih memanjakannya meski tetap mendidiknya juga dengan kekerasan hati mama.
Hhhhh....... Andai papa tidak memiliki riwayat sakit jantung, ingin rasanya aku berkata kasar melampiaskan kekesalan dan kekecewaanku pada beliau dalam mendidik dan membesarkanku. Hati kecil Ramzy berkata.
"Ada apa, pa? Ingat pa....jantungmu!"
"Lihat anak manjamu! Dia bertindak persis binatang! Bagaimana kalau gadis yang hampir ia lecehkan tadi lapor polisi? Habis sudah riwayatnya!"
"Ya sudah, papa khan bisa ambil tindakan segera. Cepat sebelum semuanya berubah menjadi kasus." Mamanya Ramzy lebih santai menanggapi kelakuan anaknya.
__ADS_1
"Sudah aku handle. Aku sudah mengirimkan email ke pak Anwar. Dan gadis itu aku tempatkan besok didivisi perencanaan dan keuangan. Menjadi karyawan tetap. Dan kau Ramzy, jangan sekali lagi bertingkah seperti bocah haus kasih sayang!"
"Nak, sebaiknya kita percepat pertemuan jamuan minum tehnya di villa Bukit Permai dengan keluarga besar Tanri Frey! Anak gadisnya sepertinya cocok dengan kriteria istri idamanmu."
"Ma, please! Beri aku waktu. Aku belum mau memikirkan rumahtangga. Umurku baru 25 tahun."
"Kalau belum memikirkan rumah tangga lantas kenapa kamu berbuat mesum dengan karyawan kantor kita?" papanya ikut nge-gas kesal pada tingkah polah anak semata wayangnya itu.
"Maaf, Ramzy hanya bercanda saja pa! Perempuan itu seperti suka dengan Ramzy!"
"Apanya yang suka?! Kalau dia suka, ga mungkin kabur ninggalin kamu begitu saja! Hahaha.... Anakku ternyata bukan Don Yuan, ma!"
Habis sudah Ramzy dibabat papanya rasa malunya. Merah wajahnya ditertawakan dua orang separuh baya yang menjadikannya dari segumpal darah dan hidup didunia ini.
"Haiahh.... Papa mama ngeselin!"
Ramzy berlalu meninggalkan pasutri yang telah 30 tahun mengarungi bahtera rumah tangga yang selalu harmonis dan penuh cinta itu.
Kamar adalah tempat terbaik jika ia merasa tersisihkan.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1