
Cinta itu indah, jika kita merasa bahagia. Dunia serasa milik berdua. Tiada lain kecuali dia, sibelahan jiwa.
Kesedihan yang lama membelenggu pun seperti sirna, semua berlalu. Berganti tawa canda, senyum bahagia. Itulah dimabuk cinta.
Itu yang dirasakan Mira pada suaminya. Kini semua kekhawatirannya tiada lagi. Bahkan Mira bersedia pindah ke Surabaya, setelah melihat semua bukti cinta Rahman padanya.
"Selama ini kalian selalu bertanya, kenapa Lady Mira tidak pernah datang kesini! Nah, ini.... Wanita cantik yang disamping saya inilah Lady Mira itu! Hehehe...."
"Lady masih muda sekali!" terdengar suara kasak-kusuk para pekerjanya yang kebanyakan wanita.
"Iya. Istri saya baru berumur 23 tahun bulan depan! Masih muda khan?"
"Iya tuan! Cantik pula!"
Mira tersenyum dengan wajah merah merona.
Ia sungguh ternganga dengan semua yang ada di village ini. Peternakan sapi, ayam, kelinci, kambing bahkan kijang. Bahkan sapi dan ayam mereka memiliki pabrik sendiri dalam pengolahan susu berupa pabrik keju rumahan, susu kotak sapi segar yang disalurkan rutin ketoko-toko makanan oleh-oleh dialun-alun kota Surabaya. Juga ayam boiler potongnya yang juga intens mereka kirim ke resto-resto di kota Surabaya.
Belum lagi perkebunan buah stawberrynya yang berlimpah karena kesuburan tanahnya. Membuat Mira tak sanggup mengelilingi kebun itu untuk memanennya dalam sehari.
Juga kebun anggur, melon dan cabai paprika. Mira hanya terisak melihat semuanya ini atas namanya.
__ADS_1
"Kakak! Berapa ratus juta uang yang kakak alokasikan untuk tempat seindah ini?" tanya Mira dengan kebingungannya. Betapa suaminya beneran orang kaya-raya.
"Yang pasti lebih dari 20 miliar, yang! Tapi... seimbang perlahan dengan pemasukannya lambat laun. Aamiin!"
"Aamiin ya Allah!"
"Harta hanya titipan Mira sayang! Kalau Allah mencabut semua rasa nikmat ini,... semua bisa saja lenyap! Seperti yang Mira kata! Untuk itu kita tidak boleh sombong dan tinggi hati. Membuat kita mudah menghina orang karena keadaan kita sedang diatas. Bagaimana kalau tiba-tiba kita jatuh dan ambruk? Bagaimana jika kita terhempas bahkan tenggelam dilaut yang dalam?....
Makanya, kakak tidak ingin menjadi seperti itu! Kendaraan kakak cuma vespa butut. Tapi vespa butut itulah yang mengantarkan kakak pada semua kesuksesan ini. Berkah izin Allah juga pastinya!"
"Kakak keren!"
"Mira pasti merasa kesal ya? Selama ini kakak selalu menutup diri dan tak pernah cerita ke Mira! Bukan bermaksud jahat, atau tidak percaya pada istri sendiri. Tapi kakak ingin mengajarkan bahwa hidup sederhana itu lebih membuat hati kita bahagia!"
"Kakak tidak terlalu kecewa. Karena kakak tahu, pasti Mira khawatir tinggal dikota yang sunyi dan sepi. Jauh dari kota dan keramaian. Mira pasti berfikir, akan sangat sulit beradaptasi. Iya khan?"
"Hehehe...iya! Tapi kalau kakak cerita detil tentang tempat ini, pasti Mira mau banget kak!"
"Maaf yang! Kakak ga bisa bercerita jika tanpa bukti! Kakak takut Mira sebut pembohong!"
"Manalah pernah Mira bilang kakak pembohong? Kakak hanya terlalu tertutup pada Mira tentang segalanya. Tentang masa lalu kakak, tentang semua kesedihan hidup kakak!"
__ADS_1
"Kakak sekarang ga sedih lagi. Karena sudah punya istri yang manis cantik dan muda belia!"
"Meskipun istri kakak sifatnya kekanak-kanakkan begini?"
"Semua bisa berubah koq, seiring waktu. Kakak percaya itu! Dan Mira adalah yang terbaik dalam hidup kakak. Mira adalah anugerah terindah yang Allah kirimkan untukku!"
"Kak Rahman!"
"Mira adalah gadis pertama dan satu-satunya yang mengajak kakak menikah tanpa melihat latar belakang kakak. Mira juga wanita baik-baik yang ingin merubah hidup kearah yang lebih baik. Bahkan Mira begitu hebat berdiri dikedua belah kaki Mira sendiri untuk menghidupi diri dan adik Mira!
Kakak salut sekali pada Mira! Itu sebabnya, kakak berjanji dalam hati...akan berusaha membahagiakan Mira dan Ahmad!"
Mira lagi-lagi merangkul pinggang Rahman penuh keharuan.
"Makasih ya kak, untuk semua cinta dan kasih sayang! Maaf, Mira pernah meragukan semuanya dari kak Rahman! Mira pernah berfikir buruk tentang kakak!"
Meleleh airmatanya. Menyesali semua perbuatannya pada suaminya dimasa lalu.
Kini Mira hanya berharap, Allah merekatkan cinta Rahman selalu padanya. Memupukkan taman bunga cinta dihati Rahman untuknya. Kini, dan nanti. Selamanya. Tiada lagi yang lain.
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•