
Awal hari bulan Mei ternyata, dimulai dengan tetesan air hujan gerimis.
Seolah ikut berduka dan bersedih atas kisah cinta kehidupan Rahman, Ella dan juga Ramzy.
Rahman pergi mengunjungi makam Adelia lagi. Dengan payung hitam besar ditangan, wajahnya semakin tenggelam dalam kesedihan.
Seperti biasa, ia menyempatkan dirinya membuka Qur'an Surat Yassin dengan menyelipkan nama Adelia Wilhelmina binti bapak Teguh Suwandi.
Lagi-lagi airmatanya menetes mengiringi lantunan ayat suci yang mengalir dari bibirnya.
"Adelia! Maafkan bang Rahman ya? Abang kini sudah selesaikan semua misi dan juga janji abang pada Adel! Walaupun Ella tetap tidak menerima apapun yang abang berikan, tapi setidaknya...perusahaan itu kini sebentar lagi resmi menjadi miliknya. Dengan nama baru, SOFTELLA DEPT STORE. Abang berharap, papa mama dan Ella tidak akan kesusahan dalam hal keuangan nantinya. Dan mereka tidak harus bergantung terus dengan Ramzy." Rahman menyusut airmatanya.
"Adel, Ramzy sepertinya juga tengah kesusahan. Perusahaannya merosot tajam beberapa bulan ini. Kudengar kabar burung juga, keluarganya telah menjual semua asset milik mereka yang ada di Singapura. Kuharap Ramzy bisa bertahan dan kembali bangkit ditengah badai yang juga menerpa kesehatan kedua orangtuanya. Aku ingin membantu, tapi.... aku takut ada kesalahfahaman. Itu sebabnya, aku beranikan diri dan memang sudah kuniatkan dari awal, menyerahkan MENTARI DEPT STORE pada Ella tapi menunggu perusahaan itu kembali stabil keuangannya...! Aku berharap Ramzy dibantu Ella dengan perusahaan baru ini Del! Dan aku,.... aku pamit, aku akan pindah kepedesaan. Usiaku juga sudah tak muda lagi, 34 tahun beberapa bulan lagi. Aku menerima takdir Allah jika harus hidup sendiri sampai akhir didunia ini!"
__ADS_1
Hujan masih gemericik. Membawa rinainya yang menusuk-nusuk hati seseorang dibalik pohon besar sana.
Bukan Ella. Tapi Ramzy.
Ya. Ramzy ternyata juga mendengarkan lantunan ayat suci yang Rahman hadiahkan untuk Adelianya tercinta. Dan Ramzy mendengarkan semuanya juga kata-kata Rahman mengenai dirinya dan juga Ella.
Ia menahan tangisnya agar tidak pecah hingga didengar dan diketahui Rahman akan keberadaannya.
Rahman pergi meninggalkan pusara Adelia. Mungkin ini yang terakhir kali ia mengunjunginya. Entahlah. Ia tak berani berjanji. Karena hatinya tak lagi sekuat dulu.
Benar yang Rahman omongkan tadi. Perusahaan keluarganya sudah beberapa kali gagal dalam memenangkan tender besar. Sedang pengeluaran perusahaan terus membengkak seiring semakin dropnya kesehatan mamanya yang kini papanya juga anfal jantungnya. Ditambah Ella yang memajukan permintaan berkas perceraian padanya.
Luluh lantak hatinya. Hanya pada Tuhan ia berpasrah. Juga pada makam Ella ia berkeluh kesah.
__ADS_1
Sejujurnya hati kecilnya mencintai Ella, tapi tak berani mengakuinya. Ia membutuhkan istrinya yang bagaikan dewi pelindung dikehidupannya kini. Tapi dia juga tak berani meninggalkan kisah manisnya bersama Adel yang telah terputus karena perbedaan 'dunia'. Dan tak ingin orang menilainya cepat melupakan Adel begitu saja.
Adel adalah wanita yang pertama kali mampu membuatnya menangis, tertawa dan bahagia. Adel mengubahnya menjadi pribadi yang lebih luwes dan berani. Menjadikannya kembali merasakan rasanya menjadi pria sejati seutuhnya. Merasa bangga karena dicintai dan dihargai. Adel adalah yang pertama masuk mengacak-acak isi hatinya.
Kemudian Ella,... ia juga wanita istimewa walaupun posisinya hanya jadi yang "kedua". Tapi bukan berarti Ella kurang baik atau tidak sespesial Adel. Justru kebalikannya. Ella menyempurnakan hidupnya. Ella juga yang pertama mendapatkan ciumannya. Ella, bukan Adel. Karena dengan Adel, ia hanya mencurahkan perasaan dan isi hati saja. Tidak dengan jiwa dan raga.
Bahkan wajah Ella lah yang selalu hadir ketika sang juniornya tengah bangun dari tidurnya. Meski belum sempat ia berbuat lebih. Tapi Ella adalah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya 'lupa' kalau ia dulu begitu 'bucin' Adelia.
Dan kini ia tahu, perasaan Ella. Juga menaruh hati lebih padanya yang seharusnya ia bangga dan bahagia. Tapi dibalik kejujuran Ella mengakui isi hatinya, Ella juga merobek hatinya dengan memintanya menceraikannya secepatnya.
Tapi memang benar, dirinya kini tengah dalam posisi yang "jatuh". Ia takut assetnya juga perlahan akan "habis" berpindah tangan dan ia bukannya memberi Ella "kebahagiaan sejati" tapi menjerumuskannya dalam kesusahan. Itu sebabnya, ia menjauh sementara karena khawatir dirinya yang tak bisa bermain rahasia jika didekat Fidellia. Karena ia sudah meleburkan diri dan hatinya untuk jujur dan terbuka pada Ella.
Hhhhh..... Apakah serumit dan semisteri inikah yang namanya CINTA? Bisakah CINTA dibuat lebih sederhana? Seperti cinta monyetnya para abege labil yang haha hihi ketawa-ketiwi ketika aroma cinta yang memabukkan menerpa mereka. Lalu beralih seiring waktu menjadi cinta pertama dimasa muda yang hanya sepintas sesekali hanya untuk dikenang dan ditertawakan karena kebodohan cinta dan mencintai yang sederhana tapi keindahannya tak pernah pudar.
Cinta Ramzy pada Ella tak semudah itu, untuk ia samakan dengan cinta diluaran sana. Yang dengan gampangnya ditemukan bagaikan atasan 100 ribu tiga potong yang model dan motifnya pasaran. Tidak.
__ADS_1
Orang tidak bisa menilainya semudah itu. Bahkan menjudgenya menjadi orang yang sok idealis mengartikan cinta. Karena setiap orang punya pandangan yang berbeda-beda tentang cinta. Iya khan!
đź’•BERSAMBUNGđź’•