
Diseberang sana, sepasang mata yang mengandung amarah memperhatikan Adel dan Rahman yang terlihat asyik bercanda.
Rahman bersyukur, perempuan yang menolaknya adalah Adel. Yang mampu membuat hatinya yang patah tidak terlalu dibebani rasa malu. Justru kini mereka asyik berbincang dan tertawa. Lupa kalau tadi Rahman telah menembaknya dan Adel ternyata menolak.
"Del! Memang kamu belum boleh pacaran?"
"Bukan belum boleh, bang! Tapi aku punya kakak perempuan yang harus aku jaga perasaannya. Juga mama dan papaku yang tak ingin kecewa jika aku lebih dulu melangkah soal cinta!"
"Hmmm...."
"Ham hem ham hem! Jawaban ambigu tau! Hehehe"
"Hahaha.. Dasar kamu! Tapi jujur, aku makin kagum sama kamu Del!"
"Aku baru juga menikmati hidup sebagai seorang wanita karier. Selama ini kedua orangtua juga kakakku yang menghidupi aku. Menyekolahkanku hingga bisa jadi sarjana. Jadi, sudah sewajarnya aku berfikir lebih dewasa. Targetku mungkin diumur 25 tahun, setelah 2 tahun bekerja, baru memikirkan cinta!"
"Ga takut alot ntar Del?"
"Kalo alot ya Adel jemur!"
"Hahahaha.... ya ampuuun, kamu pikir itu kerupuk kulit?"
"Jangan ngomong kulit, bang! Secara abang kerja ditoko jaket kulit. Tar aku langsung dijadiin bahan jaket kulit deh! Hahaha... yassalaam..."
__ADS_1
"Jiaa hahahaha....."
Keduanya tertawa terbahak-bahak. Semakin membuat panas hati sang empunya mata diluar ruangan.
Ya. Itu adalah Ramzy. Ia urung masuk, khawatir ada kucing si tukang jaket kulit kucel itu. Dia tidak ingin tersiksa lagi dan berakhir mendapatkan infusan serta dirawat 2 hari dirumah sakit.
"Mungkin karena aku orang susah ya Del! Kalau boss mu yang menembakmu, pasti kamu fikir-fikir dulu. Dan pasti kamu terima!" kata Rahman setelah pupil matanya menangkap sesosok tubuh atletis tengah duduk diluar ruangan seperti tengah mengawasi mereka. Membuat Rahman tersenyum simpul.
"Jangan begitu! Adel ini tidak suka mengkotak-kotakkan orang bang! Mau kaya mau miskin, Adel tidak peduli...yang penting Adel sayang, dan orang itu mampu membahagiakan Adel lahir batin. Bahagia itu tidak melulu dengan uang bang! Asal pria itu cinta, tanggung jawab penuh dan punya pekerjaan tetap."
"Cuma masalahnya saat ini Adel belum butuh banget cinta-cintaan bang!"
"Berarti abang harus berjuang nunggu sekitar 2 tahun lagi ya Del?"
Ramzy kembali ke kantornya dengan luka yang bertambah parah. 'Pertemanannya' dengan Adel yang baru semalam membuatnya tertawa sinis.
"Ternyata biang keroknya si penjaga toko jaket kulit yang kucel itu! Apa mungkin dia main pelet?... Masa' aku dikick telak oleh si kucel? Ya ampuuun... harga diriku beneran terinjak-injak ini!" Ramzy menggerutu kesal dimeja kerjanya.
Hari ini ia menjadi boss super nyebelin. Karyawan seisi ruangan lantai 3, habis-habisan ia marahi tanpa sebab. Hanya karena ia ingin melampiaskan kemarahannya setelah melihat kedekatan Adel dengan Rahman.
Ramzy berjanji dalam hati. Mulai hari ini, detik ini, tak ingin ia 'mengenal' Adel lagi. Pertemanan yang Adel sodorkan hanyalah tipu muslihat baginya. Ramzy kecewa karena Adel benar-benar memandangnya sebelah mata dan kalah telak oleh senyuman si hitam manis yang kucel dan B aja itu menurut Ramzy.
Cinta itu buta
__ADS_1
Cinta itu membutakan
Cinta itu menghinakan
Cinta itu menyakitkan
Cinta itu "BULLSHIT"
Ramzy menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya. Menghela nafas panjang. Sedih karena nasib cintanya yang tragis.
Ucapan Adel kembali dicernanya.
Apakah benar ia cinta Adel? Bukan karena terobsesi untuk menaklukan wanita tangguh itu? Dan lagi,.. benar juga Adel kata. Apa cinta datang secepat itu? Apa karena ia terlihat berbeda, juga care padanya lalu ia mudah bilang cinta?
Tapi perkataan Adel juga tak sepenuhnya benar. Memang cinta tidak bisa sembarang datang tiba-tiba. Tapi bagaimana dengan orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama? Itu anugerah cinta bukan? Dan apakah cinta pandangan pertama adalah suatu kesalahan? Tidak khan?
Aaaaaaarrrrrrrrgggggghhh...
Ramzy dibuat gila karena Adel.
Senyum manisnya semakin tenggelam, menghilang seiring hatinya yang patah dan terluka. Semakin banyak karyawan yang menjadi 'tumbal' kekejaman amarahnya.
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•