
Sejak kejadian keributan adu mulut didepan rumah Adel, hubungan keduanya merenggang.
Seperti biasa. Ramzy menjauh meski mengikuti Adel tanpa sepengetahuan gadis itu.
Sedang Adel, terlihat masih sedikit kesal dan sungkan untuk berbaik-baik dengan bossnya itu. Meski hati kecilnya mengakui, kalau sebenarnya bossnya tidak terlalu salah atas tindakannya. Toh ia hanya ingin berteman dengan papanya. Bukan niatan jahat pada Adel terlebih keluarganya.
Ini hanyalah kekhawatiran Adel yang berlebihan saja. Khawatir ketentraman keluarganya kacau diobrak-abrik boss tengilnya. Tapi, nyatanya tidak.
Seperti semalam, papa dan mamanya menanyakan kabar Ramzy padanya. Karena hampir 2 minggu pria itu tidak lagi main kerumahnya. Membuat Adel kebingungan menjawab pertanyaan mereka.
"Boss khan orang penting, pa! Pasti jadwalnya padat. Sibuk banget kayaknya! Adel juga dikantor ga selantai sama kantor kerjanya boss Ramzy. Jadi jarang juga ketemu!"
Mama dan papanya hanya manggut-manggut membuat Adel gusar.
Ingin sekali ia menjapri Ramzy. Memberitahunya kalau papa mama menanyakannya. Tapi urung dilakukan. Karena rasa malunya yang tinggi.
....
Perusahaan sepertinya berkembang pesat. Seperti hari ini, seluruh karyawan bersorak sorai. Karena mendapat undangan ekslusif dari pihak perusahaan. Undangan halal bihalal dan party khusus seluruh karyawan dan jajaran staff dari level atas sampai level bawah.
Adel yang baru beberapa bulan belum mengerti. Dan hanya merasakan eforia kebahagiaan karyawan lain termasuk Latifah dan Arifin.
"Party kali ini pasti lebih wah deh kayaknya!" tutur Latifah yang terlihat sangat menantikan waktu itu tiba.
__ADS_1
"Memang ada yang istimewa ya, diacara pesta kantor?"
"Woooo Adel belum tau,.Fin! Tiap tahun, perusahaan mengadakan pesta yang bikin karyawan bahagia. Selain bisa kenalan sama cowok2 keren dari berbagai divisi, sampe ada yang dapet jodoh. Kita juga dihadiahi doorprise gila-gilaan, Del!" cerita Latifah ditambahi anggukan semangat Arifin.
"Iya. Tahun lalu dari divisi Lapangan dapet rumah dibilangan barat Del! Belum lagi, kita semua juga dapet bingkisan kado perorangan. Aku kemaren dapet hape harga 1.200K. Alhamdulillah bisa dipake adek bungsuku! Arifin dapat cincin batu shafir. Kisaran harga 800K."
"Woooow....kereeeen!!" mata Adel berbinar mendengar cerita Latifah.
"Memang ada juga sih...yang cuma dapet handuk hotel! Hehehe....Tapi semua bahagia dapet surprise juga makan gratis plus hiburan artis-artis Del!"
"Yuhuuuuu....asiiiiiiiik!"
"Lu udah kayak si Susanti di Upin dan Ipin deh, Del!" celetuk Arifin membuat Adel memeletkan lidahnya sambil tertawa.
"Uhhuuuy...mantep dong! Latifah dapet kenalan ga tahun lalu?" selidik Adel.
"Dapet. Tapi taunya laki orang buntut 2. Hahaha.... Suwe lu!" sela Arifin membuat Latifah tersenyum kecut.
Ketiganya tertawa terbahak-bahak. Kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Hampir semua karyawan menantikan masa itu tiba. Pesta perusahaan RAMA CORPORATION. Seperti yang tadi Latifah dan Arifin ceritakan.
Hari Minggu. Hari yang ditentukan perusahaan akhirnya datang juga.
__ADS_1
Pukul 8 pagi, Adel sudah bersiap mendatangi gedung kantor perusahaan tempatnya bekerja yang kini terlihat sangat indah karena dihias aneka warna bunga hidup. Membuatnya menjadi seperti aula pesta.
Semua karyawan terlihat berbeda. Semua keren-keren. Cantik dan tampan. Dandanan mereka semua all out juga. Secara seperti kata Latifah, pesta ini dijadikan pesta ajang cari jodoh bagi yang masih jomblo.
"Adeeeel.....!!!!" Ternyata fam divisi Adel sudah berkumpul disana.
"Waaah, gilaaaa.....!!! Kalian pada keren-keren banget sih!?!" Adel terpukau melihat penampilan teman-teman satu divisinya.
"Ga tau si Adel, kalo Tuti datengin salon jam 4 pagi!" celetuk Thamrin membuat semua tertawa.
"Ga sekalian Tut, lu nginep tuh dirumah kang salon!" Arifin balas menggoda Tuti.
"Tadinya mau begitu, Fin... Tapi kata kang salon, ga ada kasur buat gue tidur. Kecuali gue mau tidur melingker dibawah meja kayak kucing. Puas lu, puas!!!!!" balas Tuti sekalian dengan jawaban ngasalnya membuat semua ngakak terbahak-bahak.
"Tut! Jan marah-marah! Lipstik lu tar meleber!"
"Ho'oh! Gue lupa!"
"Hahahaha.... Jaim Tut, jaim! Ada gerombolan cowok-cowok lapangan berdasi lewat sini tuh!"
Adel sangat bahagia hingga tertawa terpingkal-pingkal. Ia akhirnya tahu, kalau pesta ini memang pesta untuk karyawan. Karena tiada karyawan yang bermuram durja dihari ini kecuali seorang saja. Yang tengah duduk melamun dipojokan ruang VVIP.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1