
"Adelia Wilhelmina! Mau ga jadi pacar aku, pendampingku untuk saat ini?"
Uhuk, uhuk...! Uhuk!
Adel batuk tersedak kaget.
Ini boss jan-jangan lagi nge-prank gue lagi! Bisa-bisanya gue baru pertama kali kerja didunia nyata dua kali di prank atasan! Dan kali ini dia nge-prank tujuannya apa? Mau ngasih gue jabatan sekretarisnya apa???
Ramzy segera bangkit dari duduknya sembari menepuk-nepuk pundak Adel. Membuat Adel risih tak nyaman.
Dengan penuh kesopanan, ia menepis tangan Ramzy yang masih menempel dipunggungnya.
"Boss maaf, jangan begini!"
Ramzy kembali duduk dikursinya. Merah mukanya bagai kepiting rebus. Kata-kata yang begitu ia ancang-ancang sedemikian rupa agar terkesan romantis dan indah itu seperti menguap begitu saja bagi gadis tangguh itu.
"Adel! Aku serius!"
"Boss maaf boss! Tolonglah jangan suka nge-prank saya! Lagipula prank itu biasanya dipakai buat bikin kontens. Ada kamera tersembunyi. Terus diupload dimedsos. Lagipula umur saya baru 23 boss! Kalau terlalu sering boss prank, jantung saya bisa kolaps. Mati muda saya!"
Yassalaaam.....
Ramzy kini yang terbatuk-batuk kaget mendengar ucapan Adel.
__ADS_1
Gantian Adel yang menyodorkan segelas air putih pada bossnya itu. (tapi tidak disemburkan, ya😅✌)
"Adel, kamu ga bisa mengerti perasaanku apa?"
"Boss! Saya sangat faham perasaan boss! Masih muda, tampan dan kaya raya. Boss pasti sudah biasa berbuat sesuka hati boss. Nge prank mungkin tujuan boss membuat saya bahagia. Dan iya, saya bahagia. Tapi saya kali ini menolak apapun tujuan boss! Maaf boss!"
"Maksud kamu?"
"Maksud saya, kalau boss ingin saya jadi sekretaris boss.... saya tolak. Karena masa kerja saya baru satu minggu, dan terlihat janggal bila boss ingin menaikkan jabatan saya secepat itu. Selain tidak enak pada karyawan lain yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan loyalitas dan dedikasi tinggi, saya juga sama sekali tidak punya kualitas mumpuni karena baru satu minggu kerja!"
"Hah?! Aku ga minta kamu jadi sekretaris! tapi jadi pacar, Del!" Ramzy agak keras mencoba menjelaskan maksud tujuan sebenarnya berbuat ini.
"Boss?"
"Saya suka kamu! Saya ingin kamu jadi pacar saya! Bukan jadi sekretaris!"
Sepuluh menit kemudian Adel tersenyum, lalu tertawa. Membuat bossnya itu sedikit kesal dan menepuk dahinya yang glowing.
"Bisa serius ga sih?" ujar Ramzy agak membentak Adel.
"Plis boss lah yang serius!" jawab Adel disela-sela tawanya.
"Saya sungguh serius ini!"
__ADS_1
"Boss!.... Saya bingung, jujur.... asli saya bingung dengan semua tindakan dan ucapan boss! Saya seperti mimpi diperlakukan sangat istimewa malam ini. Dan saya sangat bahagia, boss!"
Ramzy berbinar mendengar perkataan Adel yang lembut. Adel menundukkan kepalanya. Mungkin malu, itu prediksi Ramzy.
"Tapi boss,... saya bukannya perempuan yang tidak punya hati, atau tidak bisa balas budi. Saya menghargai semua yang boss lakukan malam ini pada saya. Sungguh boss! Tapi saya tidak bisa menerima permintaan boss soal menjadi pacar!"
"A apa?? Kamu beneran bilang seperti itu?"
"Boss! Boss baru seminggu kenal saya, rasanya... tidak mungkin suka datang secepat itu. Apalagi cinta. Bukan saya tidak percaya ucapan boss, tapi.... boss itu atasan saya. Orang yang seharusnya saya hormati dan saya hargai. Keluarga boss, keluarga konglomerat. Lingkungan boss, lingkungan kaum jetzet. Boss borju, highclass. Berbeda dengan saya! Apalah saya ini boss! Rasanya seperti saya mendapatkan durian runtuh jika benar bersanding dengan boss!"
"Nah tuh, kamu tahu!"
"Justru boss! Durian runtuh boss, bayangkan durian runtuh sekarung jatuh dari atas pohon menimpa saya! Hancur saya boss, babak belur saya diserang netizen!"
Ramzy hampir tertawa geli mendengar ucapan Adel tapi urung karena sakit hatinya.
"Hehehe... ternyata kamu gadis yang hebat ya!? Sungguh perempuan langka dijaman sekarang. Dan kamu benar, awalnya saya hanya ingin menarik kamu jadi sekretaris saya karena kamu tulus mengurus saya ketika saya dirumah sakit." Ramzy membelokkan kata-katanya. Malu dia ditolak gadis tangguh ini mentah-mentah.
"Tuh khan? Saya udah duga!" Adel tersenyum malu. Hatinya sedikit bergetar mengetahui kalau bossnya itu memang ingin ia jadi sekretarisnya. Padahal tadi jiwanya sempat terguncang. Ditembak boss tampannya yang agak slenge'an. Hampir terbang melayang kelangit ketujuh.
"Kamu menolak jadi sekretaris saya?"
"Maaf boss! Saya malu dengan diri saya boss! Dan saya tidak ingin jadi bahan omongan karyawan satu perusahaan. Saya bisa viral nanti, karyawan baru seminggu mampu naik jabatan dari cleaning service menjadi sekretaris. Bisa- bisa kisah saya dijadikan inspirasi INDOSIARAN dibuatkan sinetron azab!"
__ADS_1
Ramzy tertawa terkikih-kikih. Gadis dihadapannya ini sungguh gadis gila yang unik. Dan ia menangis sedih dalam hati.
💕BERSAMBUNG💕