PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
PERTEMUAN EMPAT MATA


__ADS_3

Tuuuuut tuuuuut tuuuuuuut


Hape Rahman berdering. Ramzy is calling.


Syukurnya Rahman baru saja selesai makan. Jadi dia bisa menerima telepon Ramzy segera.


"Hallo, Zy! Wa'alaikumsalam!"


Rahman mendengarkan perkataan Ramzy dengan serius dan perhatian. Teman rasa saudara itu tengah membicarakan sesuatu. Intinya Ramzy mengajaknya ketemuan malam ini juga. Ingin bicara empat mata dengannya.


"Okey Zy!.... Share loc aja! Aku meluncur sebentar lagi." Rahman mengiyakan ajakan Ramzy.


"Kenapa kak Ramzy, kak? Apa ada masalah dikantor?"


"Kemungkinan sih iya, yang! Aku harus pergi lagi ya? Maaf, Mira! Ramzy sepertinya ada yang ingin ia bicarakan penting. Maaf ya, kakak izin pergi!"


"Iya, kak! Mira ngerti koq! Tapi jangan pulang malam-malam!"


"Siap ibu gulu! Hehehe.... Mad, Liana,... kakak pergi dulu ya?"


"Kak, pulangnya jangan lupa oleh-oleh ya?" goda Ahmad pada Rahman.


"Siap 86! Assalamualaikum!"


"Wa'alaikumsalam!" Mira mengantar Rahman sampai teras rumah mereka. Menatap suaminya hingga menghilang dari pandangannya dengan kendaraan kesayangannya.


Ramzy memberinya alamat rumah sakit. Dan tak lama kemudian keduanya telah bertemu dan duduk dicafe rumah sakit.


"Siapa yang sakit, Zy?"


"Ella, Man!"


"Ella? Sakit apa? Boleh kujenguk?"


"Jangan ya?! Kondisi mental istriku sedang kembali ambruk karena ada masalah keluarga. Dia kembali jatuh terpuruk seperti dulu. Bahkan hampir saja nyawanya melayang dengan memotong urat nadi lengannya sendiri."


Rahman menatap Ramzy dengan tatapan prihatin. Bingung ia hendak berkata apa. Selain menepuk-nepuk pundak Ramzy memberi sedikit kekuatan padanya lewat tepukan tangannya.


"Istriku ingin pergi berlibur ketempat yang agak jauh. Aku juga sedang berfikir....akan membawanya ke Singapura untuk satu bulan. Tapiii.... Singapura terlalu jauh untuk anak-anak kami! Hhh.... Belum genap sebulan bahkan usia mereka.


Dan aku juga mau minta tolong kamu menghandle semua urusan kantorku selama sebulan. Ada juga beberapa asisten kepercayaanku yang akan membantu kamu, Man!"


"Iya."

__ADS_1


"Aku akan berusaha sesering mungkin menghubungimu. Tolong ya?"


"Baiklah! Kapan kalian berangkat liburan?"


"Entahlah! Aku harus hunting dulu tempat diluar kota yang bisa kusewa selama sebulan untuk keluargaku!"


"Aku punya tempat di Surabaya. Lumayan bagus pemandangannya. Juga kurasa bisa untuk refreshing kalian berdua dan juga sikecil Rafa Rafi. Kalau kamu mau, aku bisa serahkan kuncinya besok."


"Iya kah? Aku boleh menempati tempatmu diSurabaya selama sebulan?"


"Silahkan! Aku justru senang, jika kalian bahagia dan menikmati liburan kalian disana. Itu tempat kubangun perlahan untukku dan Mira. Sayangnya Mira tak berminat pindah kesana. Ada perkebunan dan peternakan kecil-kecilan disana! Aku yakin, kalian pasti suka tempatnya!"


"Bagaimana dengan Mira? Apa dia setuju aku dan Ella tinggal sebulan disana?"


"Sejujurnya, aku tak ingin bercerita pada Mira tentang tempat itu secara detailnya. Karena itu adalah kota surprise hadiah cintaku untuk Mira suatu saat nanti. Aku masih menunggu waktu yang tepat, untuk mengajak Mira liburan disana!"


"Hehehe... berarti aku ini beruntung sekali dong! Yang punya malah belum sempat menikmatinya. Oiya Man! Aku minta maaf, aku juga tidak akan bercerita kalau tempat yang akan kami kunjungi adalah tempat milikmu. Tak apa ya? Karena aku tengah membangun kembali kepercayaan diri Ella yang sempat ambruk belakangan ini."


"Iya. Ga papa Zy! Aku mengerti keadaan Ella! Aku yang bersalah telah membuatnya menjadi se..."


"Stop! Jangan diteruskan perkataanmu! Justru nanti aku ga jadi meminjam tempatmu diSurabaya kalau kau banyak omong!"


"Eh, iya, maaf!"


"Baiklah! Makasih banyak ya Man! Atas kebaikanmu selama ini padaku dan keluarga kecilku!"


"Aku masuk lagi ya? Khawatir Ella bangun dan mencariku!"


"Okey. Aku juga pamit pulang. Istriku memintaku tak pulang malam-malam!"


"Hehehe... Mira khawatir kamu lupa jalan pulang. Maklum, faktor U membuatmu pikun salah masuk rumah janda!"


"Asem kau!"


"Hahahaha.... Canda Man!"


"Iya. Udah sana masuk! Ella membutuhkanmu!"


Keduanya berpisah. Kembali pada ketempat asal mereka masing-masing.


Seperti Ramzy yang masuk kembali kekamar rawat inap istrinya, Rahman pun pulang dengan motor vespa kesayangannya.


Tak lupa ia mampir ke kedai donat terkemuka diibukota. Memesan satu lusin donat aneka rasa untuk istri dan adiknya. Tak lupa 3 cup minuman boba kesukaan Mira.

__ADS_1


Membuatnya dengan gagah pulang kerumah berharap Mira senang dengan makanan dan minuman yang ia bawa.


Tapi ternyata, ia melihat seseorang tengah berbincang dengan istrinya diteras rumahnya.


Deg.


Pria itu lagi. Dika. Membuat detak jantungnya berdentum keras.


"Kak!"


"Ada apa anda masih menemui istri saya?" tanyanya dengan suara ditekan sedatar mungkin. Malu ia jika terlihat emosi dan kekanak-kanakkan karena terbakar cemburu yang besar.


"Maaf, bang! Saya ingin mengembalikan hape Mira!"


"Oiya, terima kasih! Sudah khan? Urusan selesai?"


"Ah iya, bang!"


"Mira! Kamu masih ingin mengobrol diluar sini dengan temanmu ini?" tanya Rahman pada istrinya dengan suara lembut.


"Ga lah! Aku ikut kakak masuk!"


Rahman menggandeng pinggang Mira. Sengaja ia buat semesra mungkin. Ingin menunjukkan bahwa ia akan selalu memeluk pinggang istrinya dan tak akan memberikan pria lain kesempatan untuk menggoda istrinya tercinta.


Mira dan Rahman masuk dan menutup pintu rumahnya. Mira tertawa senang dengan tingkah suaminya.


"Cemburu yaaaaa??!?" godanya memainkan jari telunjuknya pada Rahman.


"Wajarlah cemburu! Istrinya ngobrol diteras rumahnya berdua dengan mantan pacarnya! Cemburu ga.... Ya cemburu laaaah! Kalau saja ini anime, sudah kuajak duel tabok pipi kanan jotos pipi kiri. Tendang tulang kering kaki kanannya, injak jempol kaki kirinya!"


"Hahahaha... kakaaaak! Uluh uluuuuuh! Bikin Mira meleleh segitunya dicintai kakak!"


"Ish, baru sadar ya akan cinta kakak sama Mira? Kemarin-kemarin kemana aja neng?"


"Hahahaha.... Muaaaacht! Eh kak, tadi bahas apa sama kak Ramzy?"


"Hadeeeuh! Kumat maning keponya!"


"Iiiih kakaaaaak, ayo dong ceritaaaaa! Kaaak, kak Rahmaaan! Sini, sini duduk! Ada apa sih sama kak Ella sama kak Ramzy?"


"Ramzy menanyakan, kapan aku membuat hamil istriku?"


"Hah? Iya kah?" pucat pasi wajah Mira seketika.

__ADS_1


Hadeeeh.....!


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2