
"Kakak!...."
Mira terpesona menatap bangunan mirip kastil di film-film Barat bertemakan kerajaan. Ada namanya tertulis juga disana.
Matanya kembali basah sejak tadi ketika Rahman memberitahukan bahwa semua ini adalah milik Mira Yulita di saung panggung tempat mereka berciuman mesra.
Semua ini telah Rahman berikan sebagai ahli warisnya jika ia wafat nanti. Dan memang sertifikatnya telah atas namanya. Hanya belum Rahman serahkan dan belum ditandatangani Mira.
Semburat jingga cahaya matahari yang akan terbenam menambah pesona bangunan yang Ramzy bilang mirip Taj Mahal itu. Membuat Mira kagum dengan mulut sedikit ternganga. Dan senyum sumringah.
Mira menarik nafasnya seraya menelan saliva.
"Kapan kakak membangun ini?"
"Kakak beli tempatnya sudah lama. Sejak masih bujangan, Mira! Memang kakak ingin tinggal ditempat tenang seperti ini. Waktu itu tak ada kefikiran untuk menikah. Karena minder dan merasa Tuhan tidak kirimkan kakak jodoh!
Sampai tiba-tiba kita ketemu. Mira menggoda kakak dengan ajakan menikah. Disitu kakak merasa harus punya 'sesuatu' untuk Mira, jika kita berjodoh!
Makanya setelah kita memutuskan untuk menikah, kakak gerak cepat membangun ini semua.
Dengan harapan Mira mau ikut kakak pindah kesini!"
"Kakak katanya ga punya apa-apa! Katanya kakak miskin, ga punya kerjaan tetap! Katanya kakak juga hidup sebatang kara tak punya orangtua dan saudara! Makanya Mira fikir, kita bisa membangun rumah tangga untuk saling berpegangan erat ketika kita lemah, kak!"
__ADS_1
"Kakak pernah bilang sama Mira! Hidup kakak ini benar sengsara. Diusia 21 tahun lebih, hidup terlunta-lunta setelah hampir 4 tahun berfoya-foya menghabiskan harta warisan orangtua termasuk rumah peninggalan mereka.
Kakak beneran jadi gembel, Mira!
Itu sebabnya kakak tinggal dijalanan, sering tidur diemperan. Mencari cara untuk bertahan hidup dari satu pasar ke pasar lain. Sementara sahabat yang dulu memeluk erat, satu persatu pergi menjauh bahkan menghilang seperti ditelan bumi.
Makanya kakak sangat over protective dengan pergaulan Mira dan Ahmad. Karena pergaulan membuat kita bisa berbuat negatif tanpa pikir panjang. Yang bisa merugikan kita kedepannya, sayang!
Tapi Allah mengirimkan kakak lagi harta ketika umur 25 tahun. Kakak ternyata masih memiliki harta perusahaan yang lebih besar dari yang dahulu dari papi dan mami. Membuat kakak menjadi orang yang sangat hati-hati mengalokasikan harta itu. Takut habis karena sombong dan salah langkah."
Mira memeluk erat tubuh suaminya.
Ia yang dulu sering meremehkan Rahman sebagai orang yang tak punya apa-apa. Dimatanya Rahman adalah pria berumur dewasa yang kesepian. Hidup luntang-lantung tak karuan. Bahkan terlihat kurus, dekil meskipun memiliki tampang cukup keren, manis dan penuh misteri.
"Kakak ini rupanya bukan orang kaya kaleng-kaleng!"
"Eh? Orang kaya, kaya kaleng? Hahaha...."
"Maksudnya beneran asli orang kaya. Bukan OKB, Orang Kaya Baru. Yang baru kaya sedikit udah sombongnya minta ampun! Menganggap orang lain hina dan lebih rendah dari dirinya."
"Kakak juga pernah jadi 'gepeng', gelandangan dan pengemis, Mira!"
"Mira hampir dikuasai rasa sombong dan tinggi hati karena terus dan terus ingin 'keatas' dan diatas! Mira hampir jadi OKB kak! Hiks.... Untung kakak sering mengingatkan!"
"Maaf ya Mira sayang! Kalau kakak terlihat seperti suami yang pengatur!"
__ADS_1
"Tapi Mira sadar sebenarnya bukan karena kakak! Tapi karena banyak hal yang Allah perlihatkan pada Mira kak!"
Mira menceritakan kisah Vicky yang ternyata playboy cap kadal perusak gadis-gadis dan penghancur rumah tangga wanita-wanita muda.
Ia juga menceritakan kisah Cantika, teman SMP sekaligus musuh bebuyutannya sedari dulu itu. Bagaimana dulu kesombongan penuh membuatnya begitu santai menghina dan menghujat Mira yang miskin serta mengenaskan dalam cinta.
Vicky yang belum menerima azab, dan Cantika yang kini entah azabkah karena hidupnya berubah 180° C. Membuka mata Mira untuk takut melakukan hal-hal yang melebihi batas.
"Udah ah! Ga boleh terlalu berlebihan ceritakan aib orang, sayang! Yuk, mendingan kita karaokean! Didalam, ibu Suci sama Endah sudah menunggu kita untuk makan malam!"
"Hehehe... iya suamiku sayang! Kakak rupanya udah konfirmasi kesini ya, kalau kita akan datang?"
"Iya dong! Mereka sering tanya, kapan nyonya datang! Nah, besok kita bisa kenalan dengan para partner yang kerjasama kita Mira sayang!" Keduanya masuk dengan tubuh saling merapat bergandengan.
Makan malam begitu indah dengan makanan rumah yang nikmat buatan Pengurus Rumah Tangga villa mereka yang baik dan ramah.
Setelah itu ruang karaoke yang pernah Ella dan Ramzy pakai sebelumnya, menjadi ajang bakat Rahman dan Mira kini untuk saling sumbang suara.
💕BERSAMBUNG💕
__ADS_1