PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
TERPAKSA PINDAH RUMAH


__ADS_3

Ramzy dan Ella malu-malu mengulum senyum.


"Dapur sampe ruang sofa banjir! Aku....mmmm....aku ikut numpang tidur disini ya? Biar dilantai aja, kamu diatas!" kata Ramzy lebih dulu.


"Disini aja, lantai dingin. Ini aku kasih pembatas!" jawab Ella pelan. Berusaha ketus tapi dengan nada ditekan lebih lembut. Membuat Ramzy tersenyum. Memeletkan lidahnya sambil berkata, "Nona Es batu bisa mencair juga!"


Bug.


Ella menimpuk Ramzy dengan bantalnya. Tapi kemudian tersenyum kecut.


"Dasar! Tuan muka datar kalo becanda garing kriuk kriuk kriuk!"


"Jahahaha.. Garing kriuk-kriuk justru mantul! Daripada alot kayak kerupuk melempem!"


Ella kembali berbaring. Tapi memunggungi Ramzy dengan wajah menahan tawa. Ia menertawai gaya candaan Ramzy.


Sedang Ramzy ikutan berbaring. Juga memunggungi Ella. Tapi bibirnya masih tersenyum.


Hhhh.... Ia menghela nafas. Kembali terkenang Adel yang tertawa-tawa dengannya beberapa waktu lalu dikamar ini. Membuat wajahnya kembali datar.


Adel! Rencana Tuhan yang seperti apa lagi untukku. Malam ini aku bercanda dikamar ini, tapi kini bukan denganmu. Aku bercanda tanpa sadar dengan kakakmu. Maaf sayang!


Airmata Ramzy meleleh. Sekarang ia menjadi pria cengeng yang rapuh. Yang mudah sekali menangis bila mengingat kesedihan percintaannya yang tragis dengan Adelia.


Ella seperti memiliki firasat. Ia termenung dan belum memejamkan mata. Ia berfikir, untuk mendiamkan Ramzy dengan ingatannya pada Adel. Karena kini ia pun ingat adiknya itu. Ia berkhayal, andai adiknya yang saat ini dikamar ini dengan Ramzy dan bukan dengannya. Pasti keromantisan mereka berdua uwu sekali.


Lama keduanya merenung dengan jalan fikiran masing-masing. Hingga perlahan kantuk menyerang karena hampir adzan Subuh. Membuat keduanya pun tidur saking mengantuk dan lelah.


....


Ella tersentak ketika merasakan sesosok tangan berada tepat didahinya. Hampir ia menjerit mengingat tangan orang jahat yang pernah memperkos*nya dulu. Tapi segera didekap mulutnya sediri.


Tangan Ramzy.

__ADS_1


Ella juga kaget dan malu-malu karena kakinya menumpu pada paha Ramzy. Seolah Ramzy adalah guling empuk terhangat didunia. Membuatnya segera mengangkat kakinya perlahan sekali. Takut dipergoki si empunya paha yang masih terlelap disampingnya.


"Ya Tuhan, jam 7 pagi!" ujarnya kaget.


Ella turun perlahan dari ranjang. Berjinjit keluar kearah pintu. Ia kaget melihat ruangan sofa juga dapur semrawut banjir basah air.


Ia bingung juga. Hendak melakukan apa.


"Banjir ya?" Ella menoleh ke belakang. Ramzy sudah berdiri tepat dibelakangnya.


"Baru denger, apartemen lantai 15 kebanjiran!" gumamnya bingung.


"Aliran listrik mati, otomatis air keran ga keluar! Ayo, beresin semua pakaian kamu La! Kita pindah dari sini!"


"Pindah? Kemana?... Terus ini gimana?"


"Yaelaaaah... ada pengurus apartemen yang bertanggung jawablah! Ayo, beres-beres!" Ramzy beranjak. Menuju ruangan teritorialnya yang juga kena imbas banjir.


Ia mengambil koper dan juga bebenah pakaian serta surat-surat pentingnya.


"Kemana kita?" tanya Ella pada Ramzy didalam mobil.


"Rahasia!"


"Heleh! Main rahasia-rahasiaan, udah ga jaman!"


"Rumah impianku!" kata Ramzy dengan senyum tipis. Matanya menerawang. Terlihat kembali mengenang Adel. Membuat Ella diam dan menatap jalan raya didepannya.


Cemburukah kini ia pada Adel? Ella menggeleng-geleng kepalanya.


"Kenapa La? Sakit kepala?" Ramzy terkejut melihat tingkah Ella yang agak aneh.


"Engga'!" jawabnya singkat.

__ADS_1


Mobil meluncur hampir setengah jam dijalanan bebas hambatan. Lalu keluar kearah sebuah hunian dipinggiran kota yang adem dan sejuk karena banyak pepohonan.


"Tau ga? Hari ini juga hewan peliharaan impianku datang sepertinya!" kata Ramzy. Tapi Ella tak mengerti sama sekali maksudnya.


"Apa sih?"


"Liat aja nanti!"


"Hhhhh...... Serah kau lah!"


"Wow, nona es batu kembali ke karakter asalnya!" Ramzy terkekeh meledek Ella. Membuat Ella kesal dan menekuk wajahnya datar.


"Hahaha... sekarang siapa coba yang nona muka datar! Liat tuh wajahmu di spion!"


Ella mencubit lengan Ramzy.


"Auwww!!!!"


Ramzy meringis kesakitan. Kemudian menebar senyum meledek Ella.


Tak berapa lama mereka telah memasuki gerbang sebuah rumah besar dan mewah menurut Ella. Bahkan gerbangnya pun terbuka sendiri tanpa ada satpam atau penjaga yang membukanya.


Ella benar-benar terpukau.


Ia turun dari mobil diikuti Ramzy. Mata keduanya mengedar kesekitar halaman rumah yang luas dan cukup indah karena tertata rapi.


Tak lama kemudian sebuah mobil membunyikan klaksonnya beberapa kali didepan gerbang. Ramzy menekan tombol remote kecil dikunci mobilnya. Pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.


Canggih sekali! Gumam hati Ella.


Mobil van tertutup tersebut masuk kedalam. Parkir tepat dibelakang mobil Ramzy. Turun 2 orang dari dalam mobil van berbincang dengan Ramzy.


Entah apa yang mereka bicarakan, Ella tak terlalu faham. Sampai keduanya membuka pintu belakang van dan menurunkan sebuah....kandang besar berisi dua ekor ayam besar.

__ADS_1


Hah? Ayam besar?... Ayam kalkun! Pekik hati Ella.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2