
Jantung Mira semakin berdebar kencang, ketika mobil berhenti tepat disebuah gedung indah dan ramai orang didepannya.
Senyumnya langsung ditebar ketika Rahman yang begitu tampan berkharisma mengulurkan tangannya menyambut Mira.
"Kakak!!! Ini benar pernikahan kita kah?" tanyanya tak percaya.
Rahman mengangguk dengan senyum bahagia.
"Kamu cantik sekali, Mira!" bisik Rahman membuatnya tersipu malu.
Rahman menuntun Mira masuk kedalam gedung yang telah dihias sedemikian rupa. Membuat Mira terharu sekali.
Serasa mimpi baginya. Calon suaminya ternyata telah mempersiapkan semuanya hanya dalam waktu 2 bulan saja. Bahagia sekali hatinya.
"Happy wedding Mira sayaaaang!!" para ibu-ibu tetangganya datang dengan membawa bingkisan seserahan. Membuat Mira terbelalak senang luar biasa.
Dibelakang mereka ada pagar bagus tampan dan pagar ayu cantik yang juga berbaris dengan banyaknya seserahan.
Benar bagaikan mimpi yang begitu indah sempurna. Airmata Mira menetes dipipinya.
"Ma, Pa.... Semoga kalian bahagia melihat kebahagiaanku ini! Hiks!"
"Jangan menangis sayang! Tersenyumlah! Mari kita songsong masa depan bahagia! Kita bersama, sampai maut memisahkan!"
Makin pecah tangis Mira dipelukan Rahman. Kebahagiaannya begitu sempurna. Hanya pada Tuhannya lah ia panjatkan puji syukur berkah karunia-Nya.
__ADS_1
"Happy wedding bang Rahman! Semoga samawa sampai akhir hayat kalian berdua. Cepet dikaruniai putra-putri tampan cantik yang soleh soleha!" ucapan teman-teman cantik Rahman membuat Mira semakin mengeratkan pegangan tangannya. Takut kehilangan pria gagah tampan dan perkasa yang telah memberinya beribu kebahagiaan dihatinya.
"Aamiin....! Ayo ijab kabul dulu, biar sah dan halal juga pegangannya!" papa dan mama menarik kedua pasangan itu duduk ketengah acara. Penghulu telah disana.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mira Yulita binti almarhum bapak Kasman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
"Sah? Sah.... ??"
"Saaaaaaah....!!!!"
Satu kali tarikan nafas Rahman berhasil mengucapkan ijab kabulnya. Kini Mira resmi jadi miliknya.
Diciumnya kening gadis yang kini berstatus suaminya itu. Senyumnya begitu lepas karena bahagia.
Semua begitu bahagia. Termasuk pasangan Ramzy dan Ella yang mojok berdua dikursi paling belakang.
"Mungkin terlalu capek ya, karena pulang bulan madu kita sibuk urusin Mira dan Rahman nikah!" jawab Ella juga setengah berbisik.
"Yang, kamu belum menstruasi ya? Jangan-jangan... ada juniorku diperutmu yang!?"
"E eh? A pa iya? Ta tapi emang aku belum datang bulan ya?"
"Nah, nah.... Aku aja ingat koq, kamu belum halangan! Masa kamu lupa? Pulang ini kita ke dokter ya? Ya? Mau ya yang?" bujuk Ramzy ditelinga istrinya.
"Ih, malu yang!"
"Masa' periksa malu! Ada aku khan yang dampingi! Cari dokter kandungan yang perempuan! Okey?"
Ella tersenyum mengangguk. Mengiyakan ajakan Ramzy yang membuat dadanya berdebar halus.
Sementara Mira dipelaminan,...
__ADS_1
"Kak! Ini siapa yang bayarin?" bisiknya pada Rahman. Deg degan juga ia melihat semua kemewahan acara pernikahannya dengan Rahman. Khawatir setelah ini maka bill tagihan berpuluh-puluh bahkan ratus juta menagihnya. Bisa jadi buronan orang wedding organizer mereka.
Rahman tersenyum melihat gurat kepanikan Mira.
"Udaaah, mari kita bahagia dihari istimewa kita! Jangan mikirin biayanya Mir! Nanti kita bicarakan besok-besok, ya?"
"Ish..ga jelas banget! Aku ga mau setelah ini kita masuk penjara gara-gara ga bisa bayar WO."
"Hahahaha... jauhkan pikiran buruk itu, istriku!"
"Gimana ga mikirin, buat hidup sehari-hari aja kita mengandalkan pesanan online dari toko kecilku!"
"Sssttt...! Mulai detik ini, tanggung jawabmu dan Ahmad ada dipundakku! Aku adalah suamimu. Otomatis, aku wajib bekerja menafkahi kalian berdua. Aku pasti akan setor pendapatanku tiap hari! Hehehe.... Mmm..., kira-kira satu hari seratus ribu cukup ga ya, nafkahin istri dan keluarga?" goda Rahman pada Mira.
"Apaan seratus ribu! Cuma bisa beli tempe, tahu sama telur seperempat kilo itu!"
"Hahaha... otak ibu rumah tangga yang encer!"
Mira mencubit paha Rahman. Mereka saling berangkulan.
"Doakan saja aku kerja di boss gila yang super kaya raya. Yang mau gaji aku 500 ribu perhari biar bisa setor ke istriku 400 ribu perhari! Ya istriku yang muda dan cantik jelita?"
"Amiiiiin....!! Hihihi... khayalan kak Rahman keterlaluan! Ga lah, 100 ribu asal kerja halal pun Mira terima dengan lapang dada kak! Asal jangan tengil minta disuguhin makan yang enak-enak! Mira pentung baru tau rasa!"
"Hahaha.....!!!"
Sungguh obrolan biasa tapi penuh cinta dan kebahagiaan.
Semoga mereka berdua selalu bahagia. Begitu juga satu pasangan lagi yang duduk manis dimeja belakang sambil sayang-sayangan.
Ya. Ella dan Ramzy. Yang tengah bercengkerama mesra, ingin memiliki momongan segera. Mengkhayal memiliki kolam renang besar dan lapangan sepak bola ditengah rumah mereka.
Sungguh indahnya harapan dan cita yang diliputi kebahagiaan serta cinta. Tak lupa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena Dia-lah Sang Maha Berpunya.
....
"Kembar? Terindikasi janin kami dua orang? Beneran dok? Sungguh dok? Alhamdulillaaaah.. Terimakasih ya Allaaaaaah!!! Terima kasih dokter!"
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•