
Dia adalah Teuku Ramzy. Anak semata wayang CEO RAMA CORP.
Wajah tampannya terlihat agak pucat. Karena semalaman ia tak tidur setelah berdebat dengan kedua orangtuanya yang otoriter.
"Ingat, Ramzy! Pesta besok adalah pestamu bersama Lauraa! Dan jangan buat aku kecewa. Karena keluarga besar Tanry Frey hadir semua tanpa terkecuali."
"Papa! Aku sudah muak dengan semua ini. Perjodohan yang kalian maksud! Aku tidak akan menuruti semua perintah kalian!"
"Dasar anak bodoh! Jadi kamu lebih memilih jadi gembel? Hah?" Kali ini mamanya yang bersuara lebih lantang.
"Ma! Plis!! Aku khan sudah bilang berapa kali. Beri aku waktu. Aku ga mau terus-terusan kalian atur seperti bidak catur! Aku punya jalan dan caraku sendiri. Terutama urusan jodoh!"
"Mana jodohmu? Tidak ada. Bahkan kau pernah dicampakkan anak Dirut Amarilis Hotel itu! Malu aku waktu tahu kau diselingkuhi gadis itu!"
"Lantas apa papa juga tak berfikir bagaimana kalau Lauraa nantinya juga menyelingkuhi aku?"
__ADS_1
"Justru, kau lebih baik langsung menikah. Lauraa juga menyetujui. Karena jika sudah menikah, Lauraa ketauan selingkuh.... Separuh harta kekayaannya resmi jadi milikmu! Kau tinggal ongkang-ongkang kaki menikmati hartamu tujuh turunan!"
"Mama!!!!! Seperti itukah jalan fikiran mama?"
"Diam kamu! Jangan bentak mamamu!" omel papa Ramzy membuat Ramzy semakin kesal.
"Kalian berdua gila! Menjual anak sendiri demi harta, tahta dan wanita!"
"Daripada melihat hidupmu yang tak jelas! Berpacaran silih ganti tapi tidak berhasil justru hinaan yang kamu dapatkan! Memangnya apa 'kekuranganmu' sampai kau selalu diselingkuhi? Apa? Kau tak bisa berkata manis? Kau kasari mereka?"
"Mereka semua maniak s*x!!!"
Ia berlari masuk kamarnya.
Brakkkk!!!!!
Kedua orangtuanya tak tahu "kelemahannya". Dan ia tak berani menceritakan kekurangannya itu karena mereka bukan memperbaiki justru memperburuk moodnya.
__ADS_1
Seperti hari itu. Ramzy hanya menangis diantara kucuran air dari shower kamar mandinya.
Meratapi kekurangannya yang sangat ia takutkan menjatuhkan harga dirinya pada gadis pilihan orangtuanya.
"Ayolah junior! Bangunlah!... Jangan permalukan aku! Hik hik hiks... "
Tangisnya semakin membesar menjadi raungan. Ramzy yang malang. Ia sangat terpuruk dan membutuhkan bantuan seseorang.
Ia seorang sarjana teknik dari Universitas ternama di luar negeri. Memiliki nilai diatas rata-rata, cumlaude pula.
Tapi urusan satu itu, ia gagal menjadi seorang pria sejati. Pria tangguh yang memiliki senjata laras panjang berikut ***** ajaibnya. Hanya karena.... ia terkena penyakit lemah syahw*t. Dan semakin terpuruk kondisinya bila mengingat pacar-pacarnya yang pada akhirnya menyelingkuhinya karena tak mampu memuaskannya diranjang tidur.
Mengapa ia tak ingin pergi ke Dokter? Mengapa ia tak berniat mengobatinya dengan konsultasi kepada orang yang lebih memahami penyakitnya?
Itu karena Ramzy terlalu malu untuk mengungkapkannya. Ia terlalu sungkan karena selalu merasa sendirian. Bahkan kedua orangtuanya sendiri seperti menjauhinya. Bagi Ramzy yang seorang introvert,...orangtuanya sendiri yang menjadikan dan melahirkannya seolah tidak peduli pada hidup anaknya. Apalagi orang lain, fikir Ramzy. Membuat ia depresi sendiri. Tak berani menceritakan kepada orang lain termasuk untuk pergi konsultasi ke dokter. Karena ia terlalu takut.
Seperti saat ini, ia depresi mengetahui papa mamanya melakukan konfrontasi dengan menjodohkannya pada putri boss besar rekanan perusahaan mereka.
__ADS_1
Berharap harta mereka beranak pinak. Seiring bertambahnya klan dari hasil pernikahannya nanti. Membuat nama besar kedua perusahaan semakin menggurita dinegeri ini.
đź’•BERSAMBUNGđź’•