
Kejadian Ella masuk rumah sakit sengaja ditutupi oleh Ramzy dan keluarga Ella. Membuat Rahman, Mira dan Agnes agak bertanya-tanya juga karena hampir 4 hari ini handphone Ella tak aktif dan smartphone Ramzy tutup buka onlinenya.
Terlebih Rahman. Yang agak sedikit kelimpungan karena Ramzy tak masuk kerja selama 3 hari berturut-turut setelah izin pulang setengah hari sebelumnya.
Memang Ramzy telah memberinya surat kuasa untuk mengurus semuanya dikantor. Tapi Rahman agak keteteran juga.
"Kak Ella kenapa hapenya ga aktif ya kak?" tanya Mira pada Rahman yang baru saja pulang kerja.
"Ish, jangan tanya sama aku! Tanya sama suaminya lah!"
"Koq jawabnya jutek gitu sih kaaaak!" protes Mira dengan wajah cemberut. Membuat Rahman geregetan. Langsung menangkap wajah mungil istrinya itu.
"Aku lapar! Mau makan, bukannya disuguhi pertanyaan suruh kepoin bini orang!" bisiknya ketelinga Mira. Bersemu pipi Mira seketika. Merebak tawa renyahnya.
"Maaf, kaaaak! Hehehehe.... Jangan esmosi jiwa laaah! Slowly aja yaaang!"
"Ayo! Suguhkan aku makan! Kalo engga',... kamu yang aku makan nih! Pilih suguhin aku makan atau kamu kuseret masuk kamar!" Rahman pura-pura marah pada Mira. Sengaja membuat wajahnya seolah tegang dengan geraham dirapatkan.
Mira tertawa terbahak-bahak.
"Ga ada pantes-pantesnya, kaaak! Hahahaha...!"
"Yassalaaaam...! Hiks, dahlah! Aku mau belajar galak, malahan ditertawakan istri sendiri!"
Mira berjalan menuju dapur. Membuka tutup saji meja makan. Lalu memandang wajah suaminya penuh kepuasan.
__ADS_1
"Taraaaaa...!"
"Waaah, mantuuuul!" Rahman mengacungkan dua ibu jarinya dengan senyum sumringah pada Mira.
Tim ikan asin peda' lengkap petay cabe rawit geluntungan, tumis kangkung terasi, oseng-oseng oncom, sambal goreng dan kerupuk udang tersedia diatas meja dengan nasi semangkuk besar.
Diciuminya wajah istrinya, bahagia. Ini adalah makanan kesukaan Rahman. Bergegas ia cuci tangan di wastafel yang tak jauh dari situ.
Duduk manis dengan senyum dikulum. Sementara Mira menuangkan nasi kepiring Rahman.
"Yang, kamu koq baik banget sih yang sama aku?"
"Ish ish ish! Istrinya baik sedari dulu, tapi baru sadar suaminya sekarang...punya istri baik!"
"Hahahaha... maksud kakak, akhir-akhir ini Mira baik banget! Masak selalu, dan pastinya masakan yang menggugah selera makanku. Senengnyaaa! Sebulan begini terus, berat badanku bisa nambah ini, yang!"
"Kurang ya yang? Sembilan bahan pokok tambah naik harganya ya?... Pasti pusing ya, ngatur uang belanja 5 juta sebulan ya yang? InshaaAllah aku tambahin 500 ribu deh untuk bulan ini! Hahaha... maaf, aku suami yang pelit ya?!"
"Hehehe... sebenarnya ga kurang-kurang juga sih kalo cuma untuk kebutuhan dapur, kak! Tapi, aku juga kadang suka bela-beli sesuatu kayak baju, tas, sandal... Hehehe!"
"Khan aku udah bilang, untuk urusan itu, kamu tinggal bilang kalau mau shopping sandang ya!"
"Apaan,.. akhir-akhir ini kita sering salah faham kak! Gengsilah minta uang tambahan untuk shopping. Nanti disangka istri cerewet tukang ngabisin uang suami!"
"Hehehe... siapa yang sering salah faham coba! Aku malah yang teraniaya nih! Hahaha.... Mira, nakal! Jangan pukul anuku!"
__ADS_1
"Hahaha... apaan!? Ga sengaja kupukul kak! Hahaha... maaf, maaf!"
"Ayo deh, mulai mancing-mancing nih!"
"Idih!... Kakak, ga boleh begitu! Lagi makan! Ga boleh pegang-pegang yang ga lazim! Dosa! Nasinya nangis!" Mira berakting tegas pada Rahman. Membuat suaminya itu tersenyum malu.
"Iya, ibu gulu!"
"Kakaaaak!"
Rahman dan Mira menoleh terkejut.
Ahmad berdiri dengan menggenggam jemari seorang gadis seumurannya. Masih berpakaian sekolah putih merah lengkap dengan dasi dan topi.
"Ahmad?"
"Kenalin, ini Liana! Pacar Ahmad, kak! Tolong izinin Liana makan disini ya? Pleaseee...!"
"Ahmad? Masih kecil kaliaaaan, ga boleh pacaran!" Mira gemas melihat adik tunggalnya itu yang baru 9 tahun itu dengan polosnya menuntun bocah cantik seusianya kerumah.
Rahman tertawa renyah. Mengangguk menarik kursi kosong disampingnya mempersilakan gadis kecil disamping Ahmad duduk.
"Eit! Kakak Rahman ga boleh genit sama pacar aku ya? Soalnya aku ini orangnya cemburuan! Jadi, kumohon... kakak menjaga jarak sama pacar aku!"
"Yassalaaaam.....! Hahaha, oke oke! Jangan khawatir adek!"
__ADS_1
"Iiiiiiish, ni bocil senga' amat sih nih?" Mira mencak-mencak semakin kesal. Sedang Rahman makin terpingkal-pingkal melihat istrinya yang jadi naik darah akibat kelakuan lucu Ahmad.
đź’•BERSAMBUNGđź’•