PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
PASANGAN TERBAIK


__ADS_3

Sangat tidak Ella sangka. Umur mama dan papanya hanya Allah beri sampai disini saja. Disaat dirinya membutuhkan banyak nasehat dan wejangan dari orangtua tentang kehidupan dan pernikahan, Ella justru terpaksa harus mengikhlaskan 'kepergian' mama dan papanya keharibaan Yang Maha Kuasa.


Manusia hanya berencana. Tuhan juga yang menentukan.


Hanya tangisan kepiluan yang bisa Ella ungkapkan. Didada Ramzy-lah kini ia menangis sedih. Berusaha menerima meski tak terima. Berusaha mengikhlaskan walau tak ikhlas.


Pemakaman dilakukan hari itu juga. Diiringi para kerabat dan sahabat. Yang turut berduka atas wafatnya papa. Terlebih kepergian mama yang masih lekat dalam ingatan. Membuat semua para pelayat tak sedikit yang menitikkan airmata.


Agnes beberapa kali pingsan. Ia tak menyangka, orang yang beberapa minggu ini 'mengaku' papanya dan selalu intens mengiriminya pesan dan kata-kata setiap hari, kini telah tiada lagi.


Agnes lebih down dibanding Ella. Karena baru saja Agnes merasakan kebahagiaan yang nyata dalam hidupnya. Bahkan ia sudah membayangkan, kelak nanti ia menikah, ada papa yang menjadi walinya. Ada saudara yang akan mendukungnya. Jika ia menikah nanti.


Hhhh...


Ramzy mengambil keputusan. Tahlilan papa ditiadakan. Bukan tidak menghormati mendiang almarhum papa. Tapi karena melihat kondisi istrinya dan juga Agnes serta kerabat lainnya yang terlihat sangat lelah. Membuatnya hanya mengadakan pengajian yang diambil dari beberapa santri pesantren terdekat. Dan sodakoh atas nama papa sebagai gantinya.


"Mas! Apakah aku ini memiliki kesialan?" tanya Ella pada suaminya dengan suara terisak.

__ADS_1


"Kenapa berkata begitu sayang? Jangan bilang begitu sayang! Tidak baik! Karena tidak ada manusia yang bercap 'sial'"


"Aku kini sendirian mas! Hik hik hiks.... Adel, mama, papa.... semua meninggalkan aku! Aku ditinggal mereka sendirian... Huhuhuuuuhuaaa, mas!"


Ramzy memeluk tubuh istrinya erat-erat. Bulir dari matanya ikut meluncur juga merasakan kesedihan Ella. Bibirnya bergetar. Dan tangannya berusaha memberi sentuhan lembut penuh ketenangan meskipun hatinya juga dipenuhi emosi jiwa.


"Kamu tidak sendirian, Ella! Jangan pernah bilang begitu! Kalau kamu bilang begitu,... aku sedih sekali. Lantas apa artinya aku dimatamu? Apa artinya putra-putra kita bagimu?"


"Maaf mas! Maafkan aku mas! Hik hik hiks... "


"Tuhan beri aku kebahagiaan. Tapi Tuhan juga ambil kebahagiaanku yang lain, mas! Itu sebabnya aku merasa, kenapa hidup seolah mempermainkanku! Kenapa aku harus menjalani kehidupan yang rumit ini! Kenapa orang lain perjalanan hidupnya lurus-lurus saja!"


"Jangan pernah berkata seolah kamu menyalahkan Tuhan sayang!.... Jangan, kumohon!" Ramzy mendekap bibir Ella dengan tangannya. Banjir airmatanya juga. Terlebih ia mengerti 'kelelahan' hati Ella. Sangat mengerti. Karena kadang Ramzy juga mengalami masa-masa dimana dia begitu ingin jawaban dari Allah Ta'ala tentang kisah hidupnya yang menyedihkan.


"Mas!.... Jangan tinggalkan aku ya? Jangan pernah ada fikiran untuk pergi dari aku ya mas?"


"Tidak sayang! Tidak akan pernah! Tidak ada sedikitpun dalam fikiranku untuk pergi jauh apalagi meninggalkanmu. Sudah, jangan berkata yang tidak baik! Kita punya dua anak yang masih kecil-kecil, Ella! Kamu harus kuat! Tidak boleh patah semangat! Tidak boleh menengok pada kesedihan terus menerus! Kamu punya aku, kamu bahkan kini punya saudara, sayang! Aku... aku justru yang tidak punya siapa-siapa selain kamu! Aku yang harusnya berfikir, bagaimana aku nanti.... jika terjadi sesuatu sama kamu! Bagaimana dengan anak-anak kita, sayang!"

__ADS_1


"Iya. Maaf!.... Maafkan aku yang sangat rapuh ini, mas! Maaf.... maaf sayang! Karena pada siapa lagi aku berkeluh kesah! Hanya kepadamu dan Allah saja. Betapa aku sangat tidak kuat, dengan cobaan ini! Tanpa mas... pasti aku sudah gila!


Kamu adalah anugerah terindah dan terbaik dalam hidupku, mas!"


"Kamu kuat sayang! Kamu hebat! Allah sangat menyayangimu hingga Allah memberimu banyak cobaan untuk menjadikanmu bidadari surgaku! Kamu adalah calon bidadari surga. Yang Allah kirim padaku, untuk selalu setia mendukung dan mendampingiku!"


Keduanya menangis berpelukan. Didalam kamar mama dan papa. Hanya berdua. Meski diluar ramai sahabat dan kerabat.


Pepatah bilang, "Dibalik suksesnya seorang pria, ada seorang wanita hebat berdiri disampingnya." "Dibalik kecantikan seorang istri, ada cinta kasih seorang suami yang merawat dan melindungi kecantikan itu."


Betul.


Pasangan yang terbaik adalah pasangan yang didambakan setiap insan manusia. Perempuan ataupun ia laki-laki, pasti berharap dan berdoa... jodoh yang terbaik. Yang akan menjadi pendampingnya. Yang mengerti dan menerima segala kekurangan dan kelemahannya. Yang akan selalu setia menemaninya disaat-saat terburuk hari-harinya.


Apakah kita sudah mendapatkan itu? Dan apakah kita sudah menjadi pasangan terbaik itu?


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2