PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
BERTEMU LAGI


__ADS_3

[Man!]


"Ya Cipluk! Ada apa? Aku baru mau pulang kantor nih!"


[Kalau aku ngajak ketemuan, ganggu gak?]


"Kapan? Sekarang? Dimana?"


[Ku shareloc ya?]


"Oke!"


Hhhh..... Rahman menghela nafasnya. Dia bisa merasakan kalau Cipluk sahabat kecilnya itu sedang ada masalah cukup berat. Karena suaranya terdengar serak, seperti habis nangis.


Setahu Rahman, Cipluk adalah perempuan kuat yang nyaris tak pernah menangis ketika kecil dulu. Entah jika berubah kini, karena himpitan beban kehidupan.


Rahman menengok kanan kiri. Mencari sosok dokter Astari yang mengajaknya ketemuan di cafe ini.


Dia mengambil smartphone dari saku celananya.


Ternyata Cipluk terjebak macet di bundaran HI. Membuatnya harus menunggu untuk beberapa menit.



"Happy birthday Maman oncom!"


Terkesima Rahman menatap wajah Astari yang terlihat sumringah dengan buket bunga segar ditangan.


Tanggal berapa ini? Happy birthday? Ulang tahun?


Rahman menengok angka tanggal di ponselnya. 2 April. Ini benar tanggal kelahirannya. Tepat hari ini ia bertambah usia menjadi 36 tahun. Semakin merasa tua fikirnya.


Ia tersipu malu mendapatkan surprise yang tak terduga dari Cipluk, sahabat masa kecilnya. Bahkan dirinya sendiri lupa pada tanggal lahirnya itu.


"Hahaha... aku sendiri lupa Pluk, kalau hari ini sweet seven ku!"

__ADS_1


"Hahahaha.... dasar kau! Menolak tua ya!?"


Astari duduk dikursi depan Rahman. Mata mereka saling bertatapan, tak lama kemudian tertawa berbarengan.


Astari mengeluarkan kotak kecil dari bagpapernya. Ada kue tart mini didalamnya. Dipasangnya angka 1 dikue itu.


"Aku baru satu tahun?"


"Kita baru satu hari bertemu. Kemarin sore tepatnya diklinik tempatku kerja!"


"Hahaha.... oke!"


"Make a wish, bro! Apa keinginan terbesarmu tahun ini?"


"Aku ingin punya anak!"


"Aamiin!Semoga doamu segera dikabul Allah! Selamat ulangtahun ya? Maaf, aku mengejutkanmu dengan panggilan tiba-tibaku! Ini kulakukan untuk menebus 21 tahun yang telah hilang diantara kita! Nih, cuma bunga aja ya? Ga punya uang buat beli kado!"


"Hahaha... kau nih, sudah tua tapi romantis! Makasih ya tuk surprisenya! Bikin haru aja!"


"Nangis dong!"


Astari menorehkan cream cake ke pipi Rahman membuat Rahman membalas perbuatan sahabatnya itu dengan tawa penuh kegembiraan.


"Ish, make up gue jadi cemong nih gegara lu, oncom!"


"La khan lu duluan yang iseng! Sini, gue tambahin lagi biar makin cemong!"


"Maman oncooooom!"


"Hahahaha... kurang dikit lagi Pluk!"


Keduanya seperti Tom n Jerry, saling serang tapi tetap dengan tawa canda riang. Lupa usia jika sudah seperti itu.


"Udah ah! Capek gue ketawa mulu! Oiya, besok gue mau ke Surabaya. Ada pertemuan dihotel Hyat! Mau gue bawain oleh-oleh apa, Man?"

__ADS_1


"Surabaya?"


"Iya. Mau ketemu crazy rich Surabaya!" jawabnya setengah berbisik.


"Uhhuy.... Cari duren nih!"


"Suwe luh! Ga lah! Aku hanya fokus besarkan Ezza!"


"Anakmu laki-laki Pluk?"


"Iya. Sepuluh tahun. Nanti kalau aku sowan nengok Ezza ke pesantren, kuajak mau ya? Ezza suka sekali ngobrol dengan bapak-bapak!"


"Yassalaaam....! Tampangku ini udah bapak-bapak apa!?"


"Ya emang lu udah bapak-bapak! Mau gue panggil kakek-kakek?"


"Hahaha asem kau Pluk!"


"Kau pahit sepahit empedu! Hihihi...! Ya udah, pulang sana. Sebentar lagi maghrib! Istrimu pasti menunggu, Man!"


Wajah keduanya yang tadi penuh krim kue tart kini telah bersih kembali setelah mereka cuci di washtafel toilet cafe.


Rahman tersenyum mengangguk. Sebenarnya ia masih ingin mengobrol dengan Astari.


Entah mengapa. Setiap bertemu wanita itu, bibirnya selalu ingin tersenyum. Dan waktu terasa cepat berlalu. Mungkinkah karena ada kenyamanan yang ia rasakan saat bersama Astari.


Dia memang nyaman berteman dengan Cipluk sedari kecil. Bahkan pengasuh mereka berdua yang adik kakak itu, sering sekali menyuapi mereka makan disatu piring yang sama. Saling bergantian sesuap demi sesuap.


Itu sebabnya Rahman tak canggung berbincang dan bercanda sambil tertawa dengan Astari.


Rahman kecil hingga remaja memang pribadi yang menyenangkan. Terlebih dia anak orang kaya yang punya segalanya. Otomatis banyak teman yang senang bergaul dengannya. Meski tak sedikit yang hanya memanfaatkannya saja.


Hhhh.....


Cekrek. Cekrek. Cekrek

__ADS_1


Seseorang memfoto keduanya secara sembunyi-sembunyi. Entah maksudnya apa. Yang pasti ingin menyebarkan kabar burung kedekatan keduanya.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2