
Ramzy pulang dari kantor dengan wajah lusuh. Hari ini kantor rusuh dengan gosip yang dengan cepatnya merebak kepenjuru gedung perusahaannya.
"Ramzy! Apa yang kamu lakukan hingga ada rumor tak sedap menyebar keseantero perusahaan? Kau ada affair dengan karyawan magangmu yang mirip Adel?"
Papanya pun sampai turun tangan sendiri memakinya via telepon jarak jauhnya dari Singapura.
Hhhh... Semakin membuatnya pusing tujuh keliling. Belum lagi si Rahman yang mendatangi ruangannya hanya untuk memastikan benar tidaknya gosip yang beredar tentang ia mencium Agnes karyawan magang yang dinaungi divisinya itu.
"Emangnya aku ini sudah gila apa, sampai melakukan hal yang sebobrok itu! Kalau kau mungkin bisa saja, aku mana mungkin bertindak sekonyol itu!" terang ia marah.
Semua orang seolah memojokkannya melakukan tindakan asusila pada karyawan magangnya hanya karena memiliki kemiripan wajah dengan Adel. Bullshit!
Agnes dan dia tidak melakukan apapun di kotak lift tadi pagi. Hanya entah tiba-tiba saja ia melakukan hal-hal yang tak guna. Yang ujungnya membuat dirinya menjadi bulan-bulanan hoax para karyawan yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai netijen. Hhh....
Ella sudah selesai sholat Maghrib ketika Ramzy memasuki kamarnya.
"Mas? Lembur ya, gini hari baru pulang?" sapanya kasihan melihat wajah lelah suaminya itu.
"Yang!"
"Mh?"
"Nanti Isya kita berjamaah yuk? Tolong ajari lagi aku baca Al-Quran ya? Kita kirim doa buat Adelia."
"Boleh. Udah lama kita ga ngunjungi makam Adel ya mas!"
"Iya. Tapi sebaiknya jangan. Aku ga mau kamu kesusahan jalan dipemakaman dalam keadaan hamil besar begini yang!"
"Hehehe...iya mas! Aku ikutin kata kamu aja!"
Ramzy tersenyum. Bahagia. Ella adalah istri yang sempurna. Cantik. Pintar cari uang pula. Penurut dan juga pengertian. Dimana lagi akan ia dapatkan istri seperti Ella diluaran sana.
Banyak gadis. Bahkan lebih cantik dari Ella. Tapi yang mengerti dirinya dan memahami isi hatinya sepertinya tidak ada. Hanya Ella, setelah Adel dulu.
Adel yang membuatnya terbuka akan keadaan psikologisnya. Adel yang memberinya dukungan untuk bangkit dan berobat menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Dan Ella yang memupuk benih-benih kepercayaan padanya dan kenyamanan dalam berhubungan.
Mereka adalah pasangan yang ideal. Satu tampan dan satu cantik. Siapapun melihat pasti iri karena Tuhan begitu sempurna memberi mereka kebahagiaan. Tapi sebenarnya dibalik semua kesempurnaan itu, ada banyak kisah sedih dimasa lalu yang telah mereka lewati.
Setelah menyelesaikan ayat terakhir di Qur'an Surat Yassin, Ella mencium punggung lengan suaminya.
__ADS_1
Bibirnya merekahkan senyuman. Mata mereka saling memandang. Begitu syahdu dan dalam.
Ramzy memeluk tubuh istrinya yang mulai sintal.
"Gendut ya aku sekarang, mas?" tanya Ella pelan, tak percaya diri.
"Kamu tetaplah bidadari tercantik dihati ini Ella!"
Ella tersipu. Dicubitnya pelan lengan Ramzy.
"Ada yang mau kudiskusikan sayang! Kumohon kamu tenang ya yang! Ini harus aku ceritakan padamu, sebelum berkembang menjadi cerita yang menyeramkan dan kamu dengar dari mulut orang."
Ella membetulkan posisi duduknya. Ia mulai sadar jika suaminya itu memang ingin berdiskusi serius.
Ella mengangguk mantap. Kini ia siap menjadi sahabat. Yang mengerti dan memahami permasalahan Ramzy.
"Dikantor ada karyawan magang sejak 3 hari lalu, yang!"
Ella menatap wajah Ramzy penuh perhatian. Berusaha menyimak semua perkataan suaminya agar tak terlewat sedikitpun.
"Namanya Agnes, dan wajahnya sangat mirip Adel!"
Deg.
"Kamu tau Ella? Hari ini ada gosip murahan dikantor yang mengabarkan kalau aku mencium gadis itu dilift tadi pagi. Padahal itu hanyalah kesalahfahaman saja! Karena aku memang penasaran dan ingin melihatnya seberapa mirip dia dengan Adel. Hhhh.... Demi Allah Ella, ga mungkin aku melakukan hal serendah itu!"
Ella tersenyum. Dielusnya pipi mulus Ramzy.
"Kamu melakukannya engga' mas?"
"Ya engga'lah! Gila apa aku berbuat seperti itu! Hanya karena dia mirip Adel lantas aku segitunya melakukan hal-hal yang gak guna!"
"Ya sudah. Kalau mas tidak melakukannya, abaikan saja! Jangan takut dan gentar pada apa yang orang bilang! Semua pasti akan reda dengan sendirinya!"
Ramzy menatap Ella dengan seksama. Istri tercintanya begitu tenang bahkan seolah menyalurkan energi tambahan padanya.
"Gitu aja? Lalu gosip-gosip itu? Bahkan papa saja langsung semprot aku dari jarak jauh! Aku cukup diam, yang?"
"Semakin kita kalap, semakin senang orang mengeluarkan pendapat. Kalau mas tidak merasa berbuat salah,... jangan pernah berfikir kalah!"
"Kamu percaya padaku, yang?" tanya Ramzy memastikan hati dan perasaan Ella.
__ADS_1
"Aku tahu, cintamu pada Adel tersimpan rapi diujung hatimu yang paling dalam, mas! Aku faham,... mau seperti apapun aku membuatmu melupakan Adel, itu tak kan bisa! Karena Adel lebih dulu ada dihatimu. Bahkan mungkin kenanganmu dengan Adel jauh lebih banyak dari kenangan kita bersama. Tapi aku percaya, kamu tidak akan berbuat hal yang tidak senonoh dengan gadis itu! Aku percaya kamu!"
"Ya Allaaaah, terima kasih ya Allaaaah!" Ramzy memeluk istrinya. Pecah tangisnya didalam rangkulan Ella.
Betapa ia selama ini resah dan gelisah, takut sekali jika Ella tidak mengerti akan peristiwa yang terjadi beberapa hari ini. Membuatnya menutupi semua kejadian yang terjadi selama ini.
"Eh? Kenapa nangis yang?"
"Aku takut, yang! Selama beberapa hari ini aku sangat ketakutan dengan perasaanku. Juga dengan perasaanmu! Aku tak berani bercerita. Bahkan aku seolah sembunyi menutupi semua yang terjadi belakangan ini!"
"Kenapa begitu?"
"Karena aku takut, terjadi sesuatu lagi sama kamu dan anak-anak kita!"
"Hehehe... maaf mas, kalau beberapa hari lalu aku sempat rapuh. Aku juga minta maaf kalau selalu menyusahkanmu dengan ocehan-ocehanku tentang Mira dan Rahman! Maaf ya?"
"Huhuuhuu....! Udah, jangan bahas si aki-aki itu lagi!"
"Hahaha... ma'af yaaang!"
"Dia yang langsung meng-acc si Agnes untuk magang. Dan untungnya gadis itu langsung ia tarik dikantor divisinya dilantai 4. Andai aku yang tarik, entah bagaimana panasnya gosip diluaran sana!"
"Hahaha... mas, mas! Kupikir lelaki tidak begitu peduli pada gosip lho mas!"
"Kata siapa, sayang! Gosip itu digosok makin sip. Dan aku khawatir imbasnya pada kebahagiaan rumah tangga kita. Kamu dengar gosip, lalu marah,.. lalu ambil keputusan dengan hati yang penuh bara api. Lalu, aisssh astaghfirullahal'adzim!!"
"Jujur enak khan mas?"
"Jujur kacang ijo enak, yang! Beli yuk? Kita hang out keluar cari jujur kacang ijo! Yuk, yuk!?!"
"Hahaha.... mas Ramzyyyyy...dasar kamu ini!"
"Ih beneran kepengen bubur kacang ijo, yang!"
"Males ah, udah malem!"
"Yaaaang, kepengen yaaaaang! Ayooooo, anterin akuuuu!"
"Ini siapa yang hamil siapa yang ngidam?"
"Ayo, ayo... Pake jaket dobel ya, biar twins kita dan mami cantiknya ini ga kedinginan! Muaaacht...Love you very very much, honey! Ya Allah, bersyukurnya aku memiliki istri kamu, my Ella!"
__ADS_1
Ella memejamkan matanya ketika Ramzy mencium hangat bibirnya. Manis sekali.
đź’•BERSAMBUNGđź’•